Layar monitor untuk memantau kondisi pasien yang sedang menjalani transplantasi jantung

Rabu, 15 April 2020

Bagaimana Transplantasi Jantung Dilakukan?

Link Sehat - Transplantasi jantung adalah operasi besar dimana jantung resipien (penerima transplan) diganti dengan jantung dari pendonor yang sudah meninggal. Jantung resipien yang sudah tidak berfungsi dengan baik digantikan dengan jantung yang lebih sehat dari pendonor.

Transplantasi jantung disarankan bagi Anda yang mengalami gagal jantung tingkat lanjut dimana pengobatan yang umumnya tidak berhasil memperbaiki keadaan. Kondisi tersebut terjadi ketika jantung gagal memompa darah yang cukup untuk kebutuhan jaringan dan organ di seluruh tubuh. Penyakit ini menyebabkan beberapa gejala seperti:

  • Rasa lelah yang berkepanjangan
  • Pembengkakan kaki
  • Sesak nafas

Indikasi transplantasi jantung berbeda antar rumah sakit dan terkadang membutuhkan satu tim yang terdiri dari berbagai ahli. Sebagian besar resipien transplantasi jantung telah mengalami gagal jantung kronis selama bertahun-tahun, tetapi hanya individu khusus dengan gagal jantung akut yang ditawarkan transplantasi karena memiliki angka harapan hidup yang lebih besar.

Ada beberapa faktor yang membuat seorang individu tidak cocok untuk menjalani transplantasi jantung (risiko kematian tinggi), yakni:

  • Sedang menderita kanker yang belum diobati
  • Diabetes
  • Obesitas
  • Infeksi
  • Penggunaan obat-obat tertentu
  • Tidak mampu mengkonsumsi regimen obat tertentu atau mengikuti proses rehabilitasi setelah operasi

Untuk individu dengan gagal jantung tahap akhir, transplantasi jantung mungkin dapat memperpanjang angka kemungkinan hidup sampai kira-kira 10 tahun pasca operasi. Pasien-pasien yang telah menjalani transplantasi jantung ini berusaha mencegah gagal jantung berulang dengan memiliki pola hidup yang lebih aktif dan meningkatkan kualitas hidup.

Bagaimana transplantasi jantung dilakukan?

Proses transplantasi jantung membutuhkan skrining dan pemeriksaan pendonor serta resipien sebelum tindakan operasi.

Jantung pendonor akan dipastikan masih berfungsi dengan baik dan perlu dilakukan skrining penyakit infeksi seperti HIV, Hepatitis B dan C, serta kanker aktif. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi proses kecocokan antara donor dan resipien seperti usia, ukuran jantung dan faktor imunologik.

Transplantasi jantung dilakukan dengan melakukan insisi melalui tulang dada paling depan (sternum) dan menggunakan mesinbypassyang berfungsi sebagai jantung serta paru-paru selama operasi. Jantung dari pendonor diambil dan diangkat oleh tim bedah setelah melewati beberapa pemeriksaan untuk memastikan bahwa fungsi jantung tersebut masih baik.

Sementara itu, jantung resipien akan diangkat dan disambungkan dengan jantung pendonor dengan menghubungkan pembuluh darah besar resipien setelah donor jantung terpasang. Tindakan ini dilakukan di kamar operasi dengan pembiusan total.

Transplantasi jantung dapat menimbulkan efek samping, sehingga Anda perlu berdiskusi dengan dokter terkait kemungkinan tersebut.

Bagaimana proses pemulihan pasca transplantasi jantung?

Setelah operasi, resipien mungkin akan membutuhkan obat-obatan yang menekan sistem imun untuk mencegah penolakan terhadap jantung pendonor oleh sistem imun dari resipien yang mengenali jantung pendonor sebagai ‘benda asing’. Namun, pengobatan yang menekan sistem imun ini memiliki efek lain yang menyebabkan risiko infeksi dan kanker meningkat.

Rehabilitasi intensif juga dibutuhkan untuk meningkatkan keberhasilan tindakan. Selain itu, perlu dilakukan penyesuaian gizi untuk menjaga jantung tetap sehat dan berfungsi dengan normal. Dokter gizi Anda mungkin akan merekomendasikan beberapa diet, antara lain:

  • Mengkonsumsi banyak buah dan sayuran setiap hari
  • Mengkonsumsi roti gandum, sereal dan sumber serat lain
  • Minum susu rendah atau bebas lemak, mengurangi konsumsi produk susu
  • Mempertahankan diet rendah garam
  • Menghindari lemak tidak sehat seperti lemak trans dan lemak tersaturasi
  • Menghindari konsumsi alkohol berlebih
  • Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan mengkonsumsi air putih dengan cukup setiap hari

Setelah operasi, dokter mungkin menyarankan Anda untuk melakukan olahraga dan beraktivitas fisik secara teratur untuk memperbaiki kondisi kesehatan fisik dan mental. Olahraga teratur dapat membantu Anda mengontrol tekanan darah, mengurangi stress, mempertahankan berat badan, menguatkan tulang dan meningkatkan fungsi fisik.

Anda dapat bertanya pada dokter mengenai olahraga yang boleh dilakukan. Yang penting untuk diingat adalah, jangan terlalu memaksakan diri jika Anda merasa lelah. Segera berhenti dan hubungi dokter jika saat atau setelah olahraga mengalami gejala sesak nafas, pusing dan detak jantung tidak beraturan.

Transplantasi jantung dilakukan di rumah sakit yang memiliki kamar operasi, dokter bedah dan dokter anestesi untuk melakukan operasi, serta pemeriksaan penunjang untuk skrining kondisi jantung pendonor. Jika Anda membutuhkan rekomendasi dokter atau Rumah Sakit yang telah berpengalaman dalam melakukan prosedur transplantasi jantung di Indonesia, Malaysia, Singapura, atau negara lainnya hubungi Medical Consultant kami di sini.

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.

American Heart Association. Heart transplant.
Mayo Clinic. (2019). Patient care & health information. Heart transplants.
NCBI. (2018). Heart transplantation.


Author dr. Nathania Tjuwatja dr. Nathania Tjuwatja
Reviewed by dr. Winner NG dr. Winner NG

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Gagal Jantung

Gejala utama gagal jantung adalah sesak napas, kelelahan, serta pembengkakan pada tungkai dan Baca Selengkapnya...

Rekomendasi Rumah Sakit Jantung Terbaik di Penang

Berikut ini rekomendasi Rumah Sakit Jantung terbaik di Penang yang menjadi favorit pasien Indonesia.