Bau Vagina, Normal atau Ada Infeksi?

Kamis, 01 Oktober 2020

Bau Vagina, Normal atau Ada Infeksi?

Normal bila vagina wanita mengeluarkan bau dan kemungkinan tidak ada yang salah dengan hal itu. Bau vagina muncul secara alami pada wanita dan dapat bervariasi selama siklus menstruasi.

Ada banyak penyebab bau vagina, termasuk keringat yang membuat Anda ingin menggunakan produk deodoran vagina untuk mengusir bau.

Bau vagina memang alami dan normal, tapi jika Anda merasakan ada perubahan pada bau vagina yang tidak kunjung hilang, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi melalui aplikasi LinkSehat.

Perbedaan Bau Vagina Normal dan Ada Infeksi

Bau vagina adalah bau yang dikeluarkan oleh vagina wanita dan biasanya disertai dengan keluarnya cairan yang tidak wajar (keputihan). Cairan vagina normalnya berwarna bening hingga putih dan tidak berbau menyengat. Sedangkan tanda keputihan tidak normal yakni perubahan warna, berbau, dan konsistensi dari biasanya.

Dilansir dariAmerican College of Obstetricians and Gynecologist(ACOG), bau vagina dalam tingkatan tertentu adalah normal, tapi jika baunya semakin menyengat, ada kemungkinan terjadi infeksi atau masalah lain menjadi penyebabnya. Anda mungkin memiliki kondisi medis yang memerlukan perawatan khusus. Pada kasus ini, semprotan atau deodoran vagina tidak dianjurkan dan malah berisiko memperburuk keadaan.

Jenis Bau Vagina dan Artinya

Dr. Mary Jane Minkin, seorang profesor klinis di Department of Obstetrics, Gynecology, and Reproductive Sciences di Yale University School of Medicine, menjelaskan dalamHealthlinetentang jenis-jenis bau vagina beserta artinya. Berikut panduan medis untuk bau vagina:

  • Fermentasi. Sangat umum bagi vagina menghasilkan bau yang tajam atau asam seperti difermentasi.
  • Tembaga. Banyak orang mencium bau seperti tembaga pada vagina. Kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan karena jarang menandakan adanya masalah penyakit serius. Namun pada kasus yang jarang, bisa diakibatkan oleh adanya darah pada vagina.
  • Air tebu. Vagina bisa menghasilkan aroma manis seperti tetesan air tebu.
  • Bahan kimia.Bau vagina mirip pemutih atau amonia bisa menjadi dua hal yang berbeda. Sebaiknya hubungi dokter jika bau vagina seperti kamar mandi yang baru dibersihkan.
  • Asap pembakaran. Banyak orang melaporkan adanya kesamaan bau vagina dengan asap pembakaran (ganja). Sayangnya tidak ada jawaban ilmiah atas kondisi ini. Bau ini dapat terjadi saat seorang perempuan sedang mengalami tekanan emosional.
  • Amis. Bau vagina abnormal sering digambarkan sebagai bau amis seperti ikan yang tidak segar.
  • Busuk. Bau busuk yang menyengat seperti organisme mati mungkin bukan dari vagina Anda, melainkan sesuatu yang ada di vagina Anda.

Penyebab Bau Vagina

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab bau vagina Anda berubah-ubah, di antaranya:

1. Terinfeksi Bakteri

Dilansir dalamCenters for Disease Control and Prevention(CDC),Bacterial Vaginosis(BV) atau bakteri vaginosis adalah kondisi di mana terlalu banyak bakteri tertentu di dalam vagina. Kondisi ini umumnya dialami wanita berusia 15 hingga 44 tahun.

Peneliti belum mengetahui penyebab BV dan bagaimana ini bisa menyerang vagina wanita. Namun, kondisi ini biasanya terjadi pada wanita yang sering berhubungan seks. Memiliki pasangan seks baru atau banyak pasangan seks, serta metodedouching, dapat mengganggu keseimbangan bakteri di dalam vagina.

2. Punya Masalah Jamur

Infeksi jamur kerap dikaitkan dengan munculnya cairan tertentu. Infeksi jamur pada vagina dapat pula menjadi penyebab timbulnya bau.

Obat infeksi jamur yang dijual bebas seharusnya ampuh membersihkan infeksi dan bau vagina, tapi jika Anda sudah mencobanya dan gagal, hubungi dokter.

3. Lupa Mengeluarkan Tampon

Lauren Streicher, M.D.,seorang profesor obstetri dan ginekologi diNorthwestern University Feinberg School of Medicine, menyampaikan dalamSELF, bahwa beberapa wanita mungkin menggunakan tampon untuk mencegah kebocoran di akhir siklus menstruasi, tapi mereka melupakannya dan malah memasang tampon baru sebelum mengeluarkan tampon lama.

Dalam kasus lain, kemungkinan mereka lupa mengeluarkan tampon sebelum berhubungan seks. Tekanan tersebut menyebabkan tampon terdorong hingga ke bagian belakang leher rahim. Tampon yang terperangkap di sana selama beberapa hari tentu akan mengeluarkan bau tidak sedap.

4. Berhubungan Seks Tanpa Kondom

Masuk akal jika ada bau yang sedikit berbeda setelah Anda berhubungan seks. Ini karena cairan Anda bercampur dengan cairan orang lain yang mungkin berkeringat. Selain itu, air mani memiliki pH yang tinggi dan menyebabkan timbulnya bau.

Tenang saja, bau tersebut akan hilang dengan sendirinya setelah Anda mandi atau selama 1 sampai 2 hari. Namun, jika tidak kunjung hilang, sebaiknya hubungi dokter.

5. Anda Sedang Menstruasi

Bau vagina sedikit lebih kuat saat Anda mengeluarkan darah menstruasi, dan itu normal. Darah memiliki pH yang tinggi yang akan membuang bakteri vagina selama siklus menstruasi. Biasanya pada siklus tersebut tidak ada perubahan aroma yang signifikan dan akan hilang setelah siklus selesai.

6. Menderita Penyakit Trikomoniasis

MenurutAlyssa Dweck, M.D.,seorang ahli ginekologi di Westchester, New York dan asisten profesor obstetri dan ginekologi di Mount Sinai School of Medicine menyampaikan dalamSELF, bahwa bau busuk pada vagina kemungkinan menandakan Anda trikomoniasis.

Trikomoniasis adalahinfeksi menular seksual (IMS) yang umumnya disebabkan oleh parasit. Pada wanita, gangguan trikomoniasis dapat menyebabkan keputihan yang berbau tidak sedap, gatal pada vagina, dan nyeri saat buang air kecil.

7. Menderita Penyakit IMS Lainnya

Gonore (kencing nanah) dan klamidia juga dapat menyebabkan keluarnya cairan berbau tidak sedap. Jika Anda melihat keluarnya cairan yang tidak biasa dari vagina dan terasa nyeri saat buang air kecil, konsultasikan dokter agar mencegah kemungkinan IMS.

8. Menderita Penyakit Radang Panggul

Radang panggul ataupelvic inflammatory disease(PID) adalah infeksi pada organ reproduksi wanita akibat bakteri menular seksual yang menyebar dari vagina ke rahim, hingga masuk ke saluran tuba atau ovarium.

Gejala radang panggul tidak begitu terlihat, bahkan beberapa wanita tidak mengalami gejala apa pun. Kondisi ini membuat wanita terlambat mendapatkan penanganan sampai sulit hamil dan mengalami nyeri panggul kronis.

9. Keringat Setelah Olahraga

Jika bau vagina muncul setelah Anda selesai olahraga, ini mungkin karena keringat terperangkap di area vagina. Bilas area tersebut menggunakan air bersih dan sabun untuk menghilangkan bau vagina setelah olahraga.

10. Salah Memilih Bahan Pakaian Dalam

Memilih jenis celana dalam yang tepat sangat penting, salah satunya bahan katun. Ini karena bahan kain tertentu memerangkap panas dan kelembaban sehingga keseimbangan bakteri vagina terganggu.

Bagaimana Cara Mencegah dan Menghilangkan Bau Vagina?

Hindari pemakaian deodoran vagina, semprotan, ataudouche karena berisiko memperburuk bau vagina. Beberapa hal lain yang bisa Anda lakukan untuk mencegah dan menghilangkan bau vagina yaitu:

  • Memakai kondom saat berhubungan seks.
  • Segera ganti pakaian dan mandi setelah olahraga.
  • Mengganti pakaian dalam dengan bahan yang cocok dengan Anda.
  • Cuci area vagina Anda menggunakan air bersih dan sedikit sabun tanpa pewangi.
  • Selalu memantau penggunaan tampon, terutama pada akhir periode menstruasi agar tidak lupa mengeluarkannya.
  • Mengonsumsi makanan sehat, karena menurutDr. Streicher, jenis makanan yang Anda konsumsi dapat memengaruhi bau vagina.

Jika Anda khawatir bau vagina tidak normal dan tidak kunjung hilang, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan vagina, terutama jika Anda memiliki gejala lain seperti gatal, iritasi, dan sensasi terbakar.

Lakukan telekonsultasi bersamadokter spesialis obstetri dan ginekologi dari rumah sakit atau klinik ternama hanya di aplikasi LinkSehat. Download Sekarang.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)
Author Tim LinkSehat Tim LinkSehat
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Kanker Payudara

Jika Anda menemukan adanya benjolan di payudara, dengan tekstur keras dan tidak rata, mungkin saja Baca Selengkapnya...

Kanker Vagina

Apabila sudah menyebar ke organ lain, kanker vagina dapat menyebabkan nyeri pada daerah panggul, Baca Selengkapnya...

Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang dapat disembuhkan jika terdeteksi dini dan Baca Selengkapnya...