Efektivitas Vaksin COVID-19

Senin, 18 Januari 2021

Efektivitas Vaksin COVID-19

Data yang tidak transparan dan hasil uji klinis mungkin membuat Anda ragu untuk divaksinasi. Saat ini ada banyak jenis vaksin yang sedang dikembangkan untuk melawan pandemi COVID-19.

Presiden RI Joko Widodo sudah mendapatkan dosis pertama vaksin Sinovac pada Rabu (13/1/2021) yang dibuat oleh perusahaan Sinovac Biotech Ltd. yang berbasis di Beijing, China. Pemberian vaksin tersebut disiarkan secara langsung.

Sebenarnya, bagaimana tingkat efektivitas vaksin dalam melawan pandemi COVID-19? Apakah vaksin mampu menjaga kekebalan tubuh dalam jangka panjang? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Jenis Vaksin yang Sedang Dikembangkan

Ilmuwan di seluruh dunia sedang mengembangkan banyak vaksin potensial untuk COVID-19. Semua vaksin ini dirancang untuk menciptakan sistem kekebalan tubuh yang dapat mengenali dan memblokir virus penyebab COVID-19 dengan aman.

Beberapa jenis vaksin potensial untuk COVID-19 yang sedang dalam proses pengembangan, termasuk:

  • Vaksin dari virus yang dilemahkan. Menggunakan bentuk virus yang telah dilemahkan, sehingga tidak menyebabkan penyakit, tetapi masih menghasilkan kekebalan yang baik.
  • Vaksin berbasis protein. Menggunakan fragmen protein atau cangkang protein yang tidak berbahaya. Formulanya meniru virus COVID-19 untuk menghasilkan respons imun dengan aman.
  • Vaksin vektor virus. Menggunakan virus yang telah direkayasa secara genetis sehingga tidak dapat menyebabkan penyakit, tetapi menghasilkan protein virus corona untuk menghasilkan respons imun dengan aman.
  • Vaksin RNA dan DNA. Pendekatan menggunakan RNA atau DNA yang direkayasa secara genetik untuk menghasilkan protein yang dengan sendirinya dapat mendorong respons imun dengan aman.

Keuntungan Mendapatkan Vaksin COVID-19

Saat ini ada banyak vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan secepat mungkin dengan proses dan prosedur rutin untuk memastikan keamanan vaksin. Namun, beberapa orang mungkin khawatir untuk mendapatkan vaksinasi. Keamanan adalah prioritas utama dan ada banyak alasan mengapa vaksinasi itu penting.

Berikut ini keuntungan mendapatkan vaksin COVID-19 yang dilansir dalamCenters for Disease Control and Prevention(CDC):

  • Membantu mencegah Anda tertular COVID-19.
  • Cara yang aman untuk membantu membangun perlindungan.
  • Membantu mencegah Anda mengalami sakit parah saat Anda tertular COVID-19.
  • Melindungi orang-orang di sekitar Anda, terutama orang-orang yang berisiko tinggi terkena penyakit parah akibat COVID-19. Jika Anda sakit, Anda dapat menularkan penyakit tersebut kepada teman, keluarga, dan orang lain di sekitar Anda.
  • Membantu melindungi Anda dengan menciptakan respons antibodi tanpa harus mengalami sakit. Berbeda dengan kekebalan alami tubuh (immunity) saat tertular COVID-19. Para ahli tidak tahu pasti berapa lama perlindungan alami tersebut akan bertahan. RIsiko penyakit parah dan kematian akan jauh lebih besar daripada manfaatnya.

Vaksin Menjadi Alat Penting untuk Menghentikan Pandemi

Mengenakan masker dan menjaga jarak dapat membantu mengurangi kemungkinan Anda terpapar atau menyebarkan virus ke orang lain, tetapi tindakan ini tidak cukup. Anda membutuhkan vaksin sebagai alat penting untuk menghentikan pandemi. Vaksin akan bekerja lewat sistem kekebalan tubuh yang siap melawan virus jika Anda terpapar.

Semua vaksin harus melalui uji klinis dan menunjukkan tingkat keamanan dan efektivitas yang baik sebelum vaksin apa pun diizinkan atau disetujui untuk digunakan, termasuk vaksin COVID-19. Manfaat yang diketahui dari vaksin COVID-19 harus lebih besar daripada risikonya.

Para ahli terus melakukan lebih banyak penelitian tentang efek vaksinasi COVID-19 terhadap tingkat keparahan penyakit dari COVID-19, serta kemampuannya untuk mencegah orang menyebarkan virus penyebab COVID-19.

Apakah Hasil Uji Klinis Menunjukkan Efektivitas Vaksin?

Uji klinis memberikan data dan informasi tentang seberapa baik dan aman suatu vaksin mencegah penyakit menular. Kemudian otoritas setempat akan memutuskan apakah mereka menyetujui vaksin atau mengesahkannya untuk penggunaan darurat.

Uji klinis bertujuan untuk memahami lebih lanjut tentang efek perlindungan yang diberikan vaksin saat diterapkan di dunia nyata (menguji efektivitas vaksin).

Pengujian ini dapat dilakukan dengan membandingkan antara kelompok orang yang mendapatkan vaksinasi dengan orang yang tidak mendapatkan vaksinasi, serta orang yang terpapar COVID-19 dan orang yang tidak terpapar COVID-19. Gunanya untuk menilai seberapa baik vaksin bekerja untuk melindungi orang.

Berapa Lama Perlindungan Vaksin dapat Bertahan?

Beberapa orang yang menderita COVID-19 kemungkinan memiliki kasus kedua yang lebih ringan dari penyakit tersebut. Para ahli sedang mencari tahu berapa lama kekebalan alami dari virus corona dapat bertahan.

Pengembang vaksin sedang mencari cara untuk meningkatkan efektivitas vaksin agar memberikan perlindungan kekebalan yang lebih lama daripada infeksi alami dengan virus corona (natural immunity).

Orang yang pernah menderita COVID-19 atau dites positif mungkin masih merasakan manfaat dari vaksinasi. Belum diketahui secara pasti berapa lama seseorang dapat terlindungi dari penularan COVID-19 setelah memiliki kekebalan alami.

Bukti awal menunjukkan kekebalan alami dari COVID-19 mungkin tidak akan bertahan lama. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk membuktikan kesimpulan ini.

Kebanyakan vaksin COVID-19 yang sedang diuji atau ditinjau sekarang menggunakan dua regimen dosis. Masih terlalu dini untuk mengetahui apakah vaksin COVID-19 dapat memberikan perlindungan jangka panjang. Diperlukan penelitian tambahan untuk mengetahuinya.

Namun, data yang tersedia saat ini menunjukkan bahwa kebanyakan orang yang pulih dari COVID-19 akan menimbulkan respons kekebalan yang memberikan setidaknya beberapa periode perlindungan terhadap infeksi ulang, namun tidak ada yang mengetahui secara pasti berapa lama dan seberapa kuat perlindungan yang diberikan

Efektivitas Vaksin Sinovac

Data sementara dari tes tahap akhir menunjukkan Sinovac 65,3% efektif, kata Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Angka ini lebih rendah dari tes yang dilakukan di Brazil dan Turki yang belum meluncurkan vaksinasi massal.

Kepala BPOMPenny K. Lukito mengatakan hasil tersebut memenuhi persyaratan kemanjuran, yakni minimal 50% dari World Health Organization (WHO).

Presiden Joko Widodo sudah mendapatkan dosis pertamanya pada hari Rabu (13/1/2021). Namun, beberapa spesialis kesehatan masyarakat mempertanyakan seberapa efektif peluncuran vaksin yang akan diberikan dalam jumlah terbatas dari dosis yang tersedia.

Sebuah penelitian yang berbasis di Brazil menunjukkan vaksin Sinovac 78% efektif. Peneliti Turki mengatakan pada bulan Desember bahwa vaksin Sinovac memiliki tingkat kemanjuran 91,25% berdasarkan analisis sementara.

Sebagai permulaan, hanya tiga juta dosis Sinovac yang tersedia di Indonesia. Sekitar 1,2 juta dosis telah dikirim ke 34 provinsi.

dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD mengatakan dalam akun Instagram pribadinya (@dirgarambe), vaksin dengan efektivitas 90% bukan berarti 10% tidak efektif. Itu artinya, orang yang vaksinasi berisiko 10 kali lebih rendah terpapar COVID-19 yang bergejala. Risiko kematian juga lebih rendah. Saat BPOM sudah memberikan izin edar, sebaiknya Anda segera mendapatkan vaksin.

Segera hubungi penyedia layanan kesehatan melalui aplikasi LinkSehatdi sini jika Anda memiliki gejala COVID-19.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)
Author Tim LinkSehat Tim LinkSehat
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Perbedaan Rapid Test dan Swab Test atau PCR

Setiap tes COVID-19 memiliki cara kerja dan tingkat keakuratan yang berbeda-beda.

20 Mitos dan Fakta tentang COVID-19

Dikumpulkan dari situs resmi WHO dan informasi yang berkembang di masyarakat, berikut ini mitos dan Baca Selengkapnya...

Mengenal 6 Jenis Vaksin COVID-19 di Indonesia

Vaksinasi hanya akan dilaksanakan setelah vaksin dinyatakan aman dan ampuh serta mendapatkan izin Baca Selengkapnya...