Keamanan Vaksin COVID-19: Manfaat dan Efek Samping

Rabu, 27 Januari 2021

Keamanan Vaksin COVID-19: Manfaat dan Efek Samping

Ada banyak hal yang mungkin Anda pertimbangkan sebelum mendapatkan vaksin COVID-19, terutama tentang keamanannya. Keamanan vaksin COVID-19 sudah terbukti secara uji klinis, dari tahap I, II, dan III. Vaksin menawarkan lebih banyak manfaat daripada risiko efek sampingnya.

Vaksin COVID-19 bermanfaat untuk memberikan perlindungan agar Anda dan keluarga tidak jatuh sakit karena terpapar virus corona. Caranya yakni dengan menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik di dalam tubuh lewat pemberian vaksin.

Apakah Vaksin COVID-19 Aman?

Vaksin COVID-19 yang diproduksi massal sudah melewati proses penelitian yang sangat panjang dan harus memenuhi syarat utama, yakni aman, ampuh, stabil, dan efisien dari segi biaya sebelum dibagikan kepada masyarakat luas.

Keamanan vaksin COVID-19 sudah dipastikan melalui beberapa tahap uji klinis yang benar dan menjunjung tinggi kaidah ilmu pengetahuan, sains, dan standar kesehatan. Segala sesuatunya sudah dipertimbangkan. Dalam hal ini, pemerintah tidak tergesa-gesa dalam melaksanakan vaksinasi dengan tetap mengedepankan keamanan, manfaat, dan efikasi vaksin.

Pemerintah hanya menyediakan vaksin COVID-19 yang sudah terbukti aman dan lolos uji klinis, serta sudah mendapatkan Emergency Use of Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Apakah Vaksin COVID-19 Melindungi dalam Jangka Panjang?

Anda mungkin menginginkan perlindungan jangka panjang dari penyebaran virus corona. Belum diketahui apakah vaksin COVID-19 dapat memberikan perlindungan jangka panjang atau tidak, karena masih terlalu dini untuk mengetahuinya. Diperlukan penelitian tambahan untuk mengetahuinya.

Namun, data yang tersedia saat ini menunjukkan bahwa kebanyakan orang yang berhasil sembuh dari COVID-19 dapat membentuk respons kekebalan yang memberikan setidaknya beberapa periode perlindungan terhadap infeksi ulang.

Efektivitas vaksin untuk melindungi Anda dari penularan penyakit dapat dilihat dari hasil uji klinis fase III. Berdasarkan data hasil uji klinis fase I dan fase II, serta fase III yang diuji di negara lain, vaksin yang tersedia saat ini sudah terbukti aman dandapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap COVID-19.

Efek Samping Vaksin COVID-19

Anda mungkin ingin mengetahui efek samping vaksin COVID-19 untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Secara umum, efek samping vaksin COVID-19 yang muncul mungkin beragam. Umumnya ringan, bersifat sementara, dan tidak selalu muncul, tergantung pada kondisi tubuh masing-masing individu.

Efek samping ringan setelah mendapatkan vaksin yaitu mungkin terjadi demam, nyeri otot, atau ruam kemerahan pada bekas suntikan. Oleh karena itu, setelah dilakukan penyuntikan vaksin, Anda diharapkan untuk tetap tinggal di tempat pelayanan vaksinasi selama 30 menit sesudah vaksinasi untuk memantau efek samping yang terjadi..

Efek samping vaksin COVID-19 yang berat dapat terdeteksi melalui tahapan pengembangan dan pengujian vaksin, sehingga dapat dievaluasi lebih lanjut. Vaksin COVID-19 menawarkan lebih banyak manfaat daripada risiko sakit, karena vaksin bertujuan untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap Covid-19.

Apabila terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), ada Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan KIPI maupun komite di masing-masing daerah untuk memantau dan menanggulangi KIPI.

Apakah Boleh Meninggalkan Protokol Kesehatan 3M Setelah Divaksin?

Protokol kesehatan 3M adalah memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Selama cakupan vaksinasi belum luas, kekebalan kelompok (herd immunity) belum terbentuk, berarti potensi penularan masih tinggi.

Vaksin tidak ampuh 100% untuk membuat Anda kebal dari COVID-19. Namun, vaksin dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan jika Anda tertular COVID-19. Oleh sebab itu, meskipun Anda sudah diberi vaksin, Anda tetap harus mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan 3M. Di sisi lain, pemerintah akan meningkatkan kegiatan 3T, yaitutest, tracing,dantreatment sebagai langkah penanggulangan COVID-19.

Apakah Vaksin Menjadi Langkah Terbaik untuk Menghentikan Pandemi COVID-19?

Pemerintah RI membangun strategi penanggulangan pandemi COVID-19 dengan pelaksanaan vaksinasi. Pelaksanaan vaksinasi ini bertujuan untuk melindungi seluruh masyarakat dari infeksi SARS-CoV-2 yang berisiko menyebabkan penyakit hingga kematian.

Apabila cakupan vaksinasi COVID-19 tinggi dan merata, itu berarti cukup banyak orang di dalam masyarakat yang divaksinasi. Setelah itu diharapkan dapat membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) sehingga dapat mengurangi penyebaran dan penularan virus, serta menghentikan wabah.

Imunitas masyarakat yang meningkat akan berpengaruh pada produktivitas yang juga meningkat, sehingga meminimalisir dampak ekonomi dan sosial yang selama ini menjadi salah satu masalah pandemi COVID-19, selain penyakit dan kematian.

Namun, penting untuk diingat bahwa ketersediaan vaksin di seluruh dunia masih terbatas. Itulah mengapa pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dilakukan secara bertahap. Sebaiknya tetap menjalani protokol kesehatan 3M sebelum dan sesudah menerima vaksin. Ini tidak hanya berlaku untuk masyarakat Indonesia, tetapi untuk masyarakat di seluruh dunia harus melakukan hal yang sama.

Apakah Vaksin Dijamin Aman dan Efektif Meski Prosesnya Dipercepat?

Berkat upaya para pengembang dan produsen vaksin di seluruh dunia, waktu pengembangan vaksin yang biasanya membutuhkan waktu 10 hingga 20 tahun, kini bisa dipercepat menjadi 1 hingga 3 tahun.

Meskipun prosesnya dipercepat, semua kandidat vaksin COVID-19 harus melalui tahapan uji klinis, yakni tahap I, II, dan III, serta penetapan penggunaan vaksin. Vaksin yang tersedia di masyarakat adalah vaksin yang sudah lulus uji klinis tahap III, dengan menguji keamanan dan efikasi vaksin.

Vaksin secara umum akan dinyatakan layak digunakan jika tingkat efektivitasnya mencapai angka 50% hingga 70% dan kekebalan terhadap penyakit minimal 12 hingga 18 bulan. Bukan berarti vaksin tidak efektif jika tidak memiliki perlindungan penuh dan seumur hidup, tapi mereka membutuhkan imunisasi ulang.

WHO dan para mitranya berkomitmen akan mempercepat proses pengembangan vaksin COVID-19 dengan tetap mempertahankan standar keamanan tinggi. Perlindungan dari vaksin COVID-19 akan semakin efektif jika Anda juga disiplin dalam menerapkan 3M. Ini sangat dibutuhkan untuk melindungi Anda dan keluarga di masa pandemi dengan variasi virus baru dan skala besar.

Mengapa Tidak Menunggu Hasil Uji Klinik Tahap III Selesai?

Kondisi pandemi seperti saat ini membutuhkan ketersediaan vaksin dengan cepat guna menekan jumlah kasus sakit dan kematian. Proses evaluasi vaksin secara normal kurang memungkinkan jika diterapkan dalam kondisi darurat dan pilihan vaksinnya pun terbatas.

Meskipun didistribusikan lebih cepat, tapi mutu, keamanan, dan khasiat obat atau vaksin harus terjamin. Izin penggunaan vaksin untuk keadaan darurat diberikan berdasarkan uji klinis tahap III di luar negeri dan di Indonesia sendiri. Ini dilakukan bersamaan dengan proses pengajuan izin edar ke BPOM.

Proses pengajuan izin edar mengikuti standar protokol internasional terkait penggunaan vaksin dalam masa darurat. Uji klinis tidak harus dilaksanakan di negara tersebut karena bisa menggunakan data uji klinis dari negara lain, terutama jika uji klinis multi center.

Jika pemerintah menganggap data terkait keamanan dan efikasi sudah memadai, BPOM dapat memberikan izin kemanusiaan atau penggunaan darurat meskipun data-datanya akan disatukan.

Keamanan vaksin COVID-19 sudah terbukti melalui uji klinis. Diharapkan vaksin dapat melindungi masyarakat Indonesia dari wabah. Konsultasi dokter lebih mudah dan cepat melalui aplikasi LinkSehat di sini jika Anda atau keluarga memiliki gejala COVID-19.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)
Author Tim LinkSehat Tim LinkSehat
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Benarkah Vaksin COVID-19 Sudah Tersedia?

Saat ini terdapat lebih dari 70 calon vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan.

Mengenal 6 Jenis Vaksin COVID-19 di Indonesia

Vaksinasi hanya akan dilaksanakan setelah vaksin dinyatakan aman dan ampuh serta mendapatkan izin Baca Selengkapnya...

Efektivitas Vaksin COVID-19

Sebenarnya, bagaimana tingkat efektivitas vaksin dalam melawan pandemi COVID-19?