Mengenal 6 Jenis Vaksin COVID-19 di Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Mengenal 6 Jenis Vaksin COVID-19 di Indonesia

Kementerian Kesehatan telah menetapkan 6 jenis vaksin COVID-19 yang dapat digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi di Indonesia. Keenam vaksin tersebut diproduksi dari berbagai negara. Jenis-jenisnya termasuk vaksin yang diproduksi oleh PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer Inc. - BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd.

Vaksinasi hanya akan dilaksanakan setelah vaksin dinyatakan aman dan ampuh serta mendapatkan izin edar atau persetujuan penggunaan darurat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Presiden Joko Widodo sendiri telah menerima suntik vaksin Sinovac yang disiarkan secara langsung pada Rabu (13/01/21). Mari simak satu per satu jenis vaksin di Indonesia.

1. PT Bio Farma

Indonesia akan memproduksi vaksin sendiri pada tahun 2022. Project Integration Manager R&D PT Bio Farma,Neni Nurainy, mengatakan sebagai langkah awal perusahaan akan melaksanakan penyediaan vaksin jangka pendek dengan cara menjalin kerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd dari China.

Saat ini kerja sama bersama dengan Sinovac sedang berlangsung uji klinis tahap III mulai Agustus dan berakhir Januari. Sedangkan prosesnya akan selesai pada September 2021. Namun, Indonesia dapat mengajukan penggunaan darurat ke BPOM, sehingga pada kuartal pertama 2021 produksi vaksin rutin sudah bisa dilakukan di Bio Farma.

Neni mengatakan Indonesia diuntungkan dari kerja sama dengan Sinovac, karena mendapatkan bantuan teknologi mulai September 2020 hingga Januari 2021. Sehingga Indonesia dapat mengandalkan produksi vaksin dalam negeri, yakni vaksin Merah Putih pada tahun 2022.

2. AstraZeneca

AstraZeneca adalah vaksin yang dibuat dari versi lemah dari virus flu biasa atau yang dikenal sebagai adenovirus dari simpanse. Virus tersebut telah dimodifikasi agar lebih mirip virus Corona meski tidak bisa menyebabkan penyakit.

Ketika vaksin AstraZeneca disuntikkan ke pasien, vaksin akan mendorong sistem kekebalan untuk mulai membuat antibodi dan menyerang infeksi virus corona. Penelitian telah menunjukkan bahwa AstraZeneca sangat efektif.

Tidak seperti Pfizer yang harus disimpan pada suhu yang sangat dingin, yakni -70° celcius, vaksin AstraZeneca dapat disimpan di lemari es biasa sehingga lebih mudah untuk didistribusikan.

Vaksin AstraZeneca telah terbukti aman dan memicu respons kekebalan pada orang-orang dari segala usia, termasuk yang berusia di atas 55 tahun. Peserta uji coba diberi rejimen dosis yang berbeda. Beberapa dari mereka menerima dua dosis penuh dan lainnya menerima setengah dosis yang diikuti dengan dosis penuh.

Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) menyetujui penggunaan dua dosis penuh vaksin AstraZeneca memiliki tingkat efektivitas sekitar 62%.

3. Sinopharm

Sinopharm Group adalah perusahaan farmasi di China. Anak perusahaan vaksin dan biosains Sinopharm adalah China National Biotec Group Co Ltd (CNBG). Vaksin tidak diujicobakan di China karena jumlah keseluruhan kasus (prevalensi) virus domestik yang sangat rendah.

Sinopharm adalah perusahaan farmasi China selain Sinovac yang telah membuat vaksin melalui metode tradisional yaitu dengan menggunakan virus yang tidak aktif untuk memicu respons kekebalan. Vaksin jenis ini lebih sulit untuk diproduksi dengan cepat daripada jenis vaksin lainnya dan berpotensi menyebabkan respons imun yang tidak seimbang meskipun telah menunjukkan keberhasilan.

Vaksin Sinopharm telah disetujui untuk penggunaan darurat di beberapa negara dan perusahaan telah melakukan uji klinis tahap akhir di 10 negara termasuk Argentina, UEA, dan Maroko. Vaksin ini juga telah diujicobakan di Peru, tetapi negara itu menangguhkan tes karena menunjukkan hasil yang buruk terhadap salah satu sukarelawan.

Informasi spesifik tentang dosis yang dapat dibuat oleh perusahaan ini tidak tersedia. Beberapa laporan media mengatakan anak perusahaan Sinopharm dapat memasok dosis hingga 100 juta di tahun 2020 dan berpotensi meningkatkan produksi sebanyak 300 juta.

4. Moderna

Vaksin Moderna adalah satu dari dua yang sekarang diizinkan untuk penggunaan darurat di AS, karena kasus virus korona melonjak melewati 22,5 juta secara nasional dan 90,8 juta secara global.

Moderna mengharapkan untuk memberikan sekitar 600 juta hingga 1 miliar dosis pada tahun 2021. Amerika Serikat telah membeli 200 juta dosis dari Moderna. Perusahaan juga telah menandatangani perjanjian dengan beberapa negara lain, yaitu Jepang, Kanada, Israel, dan Inggris.

Vaksin Moderna akan memberikan kekebalan dari penyakit COVID-19 setidaknya selama satu tahun.

Berdasarkan bukti dari uji klinis, vaksin Moderna 94,1% efektif untuk mencegah COVID-19 yang dikonfirmasi di laboratorium pada orang yang menerima dua dosis dan tidak memiliki bukti terinfeksi sebelumnya.

Vaksin Moderna tampaknya memiliki efektivitas tinggi dalam uji klinis di antara banyak orang dari berbagai usia, jenis kelamin, ras, dan etnis dan di antara banyak orang dengan kondisi medis yang mendasarinya.

5. Pfizer Inc. and BioNTech

Vaksin mRNA Pfizer-BioNTech COVID-19 (Tozinameran atau BNT162b2) digunakan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Vaksin ini disetujui untuk orang yang berusia 16 tahun ke atas, karena keamanan dan efektivitasnya pada orang yang berusia di bawah 16 tahun belum ditetapkan.

Vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 diproduksi oleh Pfizer Canada ULC dan BioNTech Manufacturing GmbH. Pfizer adalah produsen vaksin multinasional yang terbukti andal, memasok vaksin ke lebih dari 165 negara.

Setelah penyimpanan hingga 30 hari di pengirim termal Pfizer, pusat vaksinasi dapat mentransfer botol ke kondisi penyimpanan 2° hingga 8° celcius selama lima hari tambahan, dengan total hingga 35 hari. Setelah dicairkan dan disimpan dalam kondisi 2° hingga 8° celcius, vial tidak dapat dibekukan kembali atau disimpan dalam kondisi beku.

Berdasarkan bukti dari uji klinis, efektivitas vaksin Pfizer-BioNTech mencapai angka 95% untuk mencegah penyakit COVID-19 yang dikonfirmasi di laboratorium pada orang tanpa bukti infeksi sebelumnya.

6. Sinovac Biotech Ltd.

Sinovac atau CoronaVac adalah vaksin buatan perusahaan biofarmasi Sinovac Biotech Ltd. yang berbasis di Beijing, China. Vaksin ini bekerja menggunakan partikel virus yang tidak aktif untuk memperkenalkan sistem kekebalan tubuh terhadap virus tanpa risiko penyakit serius.

MenurutAssociate Prof Luo Dahaidari Nanyang Technological University kepada BBC, CoronaVac adalah metode vaksin tradisional yang berhasil digunakan di banyak vaksin terkenal seperti rabies.

Seperti vaksin lainnya, vaksin Sinovac membutuhkan dua dosis. Salah satu keunggulan utama vaksin Sinovac yaitu dapat disimpan di lemari es biasa pada suhu 2° sampai 8° derajat celcius.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) telah mengeluarkan sertifikasi Emergency Use of Authorization (EUA) dan sertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) berdasarkan fatwa No. 2 Tahun 2021 untuk vaksin Sinovac.

Dikatakan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, kedua sertifikasi ini diberikan karena vaksin Sinovac telah memenuhi standar medis, sehingga berkhasiat, minim efek samping, dan halal.

Keamanan vaksin Sinovac sudah dipastikan dan Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang menerima suntikan vaksin Sinovac pad Rabu (13/1/2021) yang disiarkan secara langsung.

Itu dia 6 jenisvaksin COVID-19 yang rencananya akan digunakan di Indonesia. Penggunaan vaksin hanya dapat dilakukan setelah mendapat Izin Edar atau persetujuan penggunaan pada masa darurat dari BPOM.

Segera hubungi penyedia layanan kesehatan melalui aplikasi LinkSehat jika Anda memiliki gejala COVID-19 di sini.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)
Author Tim LinkSehat Tim LinkSehat
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Seberapa Efektif Rapid Test untuk Deteksi COVID-19?

Berkat skrining awal rapid test, semakin banyak jumlah kasus positif COVID-19 yang dapat Baca Selengkapnya...

Perbedaan Rapid Test dan Swab Test atau PCR

Setiap tes COVID-19 memiliki cara kerja dan tingkat keakuratan yang berbeda-beda.

20 Mitos dan Fakta tentang COVID-19

Dikumpulkan dari situs resmi WHO dan informasi yang berkembang di masyarakat, berikut ini mitos dan Baca Selengkapnya...