Tim dokter sedang menjalani operasi kantung empedu open cholecystectomy di ruang operasi

Rabu, 04 Maret 2020

Open Cholecystectomy, Operasi Kantung Empedu

Link Sehat - Cholecystectomy adalah operasi pengangkatan kantung empedu, yaitu organ di bawah liver/hati, tepatnya berada di perut kanan atas. Organ ini berguna untuk menampung cairan empedu yang diproduksi di hati.

Cholecystectomy ada dua jenis, yaitu open cholecystectomy dan laparoskopi. Pada pembahasan kali ini, akan dibahas metode open (konvensional) cholecystectomy.

Operasi kantung empedu dianjurkan jika Anda mengalami batu empedu, radang empedu, batu saluran empedu yang menyumbat ke saluran pankreas, polip kantung empedu yang besar, dan benjolan pada kantung empedu karena keganasan.

Bagaimana operasi kantung empedu dilakukan?

Sebaiknya beritahu dokter jika sedang mengonsumsi obat pengencer darah. Dokter akan menanyakan apakah Anda memiliki alergi terhadap jenis obat tertentu serta memiliki penyakit asma, jantung, diabetes atau penyakit lainnya.

Anda akan diminta untuk puasa beberapa saat sebelum operasi. Saat operasi dilakukan, Anda akan dibius tidur selama operasi. Selanjutnya dokter akan melakukan sayatan pada perut bagian atas, panjangnya sekitar 10-15 cm. Kantung empedu akan diambil, kemudian bekas operasi dijahit. Anda akan diposisikan di ruang pemulihan hingga kondisi stabil dan mulai sadar.

Anda baru diperbolehkan mulai minum sedikit-sedikit jika gerakan usus mulai pulih setelah pembiusan. Sedangkan aktivitas makan bisa dilakukan secara bertahap, mulai dari bubur hingga nasi biasa. Anda akan dirawat beberapa hari hingga kondisi tubuh stabil.

Setelah operasi, Anda boleh mulai belajar duduk dan berjalan sesegera mungkin untuk mempercepat pemulihan pasca operasi. Jika sudah diperbolehkan pulang, sebaiknya ganti balutan pada bekas operasi 2-3 hari sekali. Usahakan agar luka tidak terkena air saat mandi.

Open cholecystectomy dapat menimbulkan efek samping, sehingga Anda perlu berdiskusi dengan dokter terkait kemungkinan tersebut.

Daerah bekas operasi mungkin akan terasa gatal atau mengeras di daerah jahitan atau masih terasa sedikit nyeri hingga sembuh total. Hal tersebut adalah normal sehingga tidak perlu khawatir akan hal tersebut. Tekstur feses pasca operasi juga cenderung encer/lembek. Anda tidak perlu khawatir karena kondisi ini akan berangsur normal dalam beberapa minggu setelah operasi.

Setelah operasi pengangkatan kantung empedu, sebaiknya jalani pola hidup sehat. Misalnya dengan mengonsumsi makanan sehat. Selain itu, Anda juga disarankan untuk menghindari aktivitas berat, termasuk batuk/bersin dan mengejan terlalu keras dalam waktu kurang lebih 6-8 minggu.

Sebagian besar orang setelah menjalani operasi cholecystectomy tidak akan mengalami batu empedu lagi. Segera ke dokter jika bagian putih mata dan kulit menguning (jaundice), urine berwarna putih/teh, demam, serta luka bengkak, nyeri hingga keluar nanah.

Adakah efek samping operasi kantung empedu?

Risiko atau efek samping yang mungkin terjadi pasca operasi kantung empedu, antara lain:

  • Infeksi pada daerah bekas operasi
  • Cairan empedu bocor
  • Cedera pada saluran empedu
  • Bekuan darah yang dapat menyumbat di pembuluh darah
  • Perdarahan

Operasi open cholecystectomy dapat dilakukan di rumah sakit yang dilengkapi dengan dokter bedah. Anda dapat menghubungi Medical Consultant kami di sini untuk mendapatkan rekomendasi dokter atau rumah sakit yang telah berpengalaman dalam menjalani prosedur operasi kantung empedu.

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.

Johns Hopkins Medicine. Cholecystectomy.
Mayo Clinic. (2019). Cholecystectomy (gallbladder removal).
NHS. (2018). Gallbladder Removal.
WebMD. (2019). Do I Need Surgery for Gallstones?.


Author dr. Felicia Gunawan dr. Felicia Gunawan
Reviewed by dr. Winner NG dr. Winner NG

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Batu Empedu

Batu kecil di kantong empedu terbentuk ketika cairan empedu mengandung tinggi kolesterol dan Baca Selengkapnya...

Batu Ginjal

Batu ginjal seringkali tidak menimbulkan gejala sampai dengan saat ketika batunya bergeser dan Baca Selengkapnya...