Panduan Berobat ke Luar Negeri Kala Pandemi

Selasa, 05 Januari 2021

Panduan Berobat ke Luar Negeri Kala Pandemi

Banyak faktor yang memengaruhi keputusan seseorang untuk berobat ke luar negeri. Ada yang beralasan biaya pengobatan di negara lain lebih murah. Ada juga yang menganggap kualitas pelayanan dan ketersediaan alat lebih memadai.

Jika Anda sudah terbiasa atau berencana berobat ke luar negeri untuk pertama kali, pastikan Anda telah mengetahui apa saja syaratnya. Karena berobat ke luar negeri selama pandemi berbeda dengan biasanya.

Berikut ini LinkSehat membagikan panduan berobat ke luar negeri selama pandemi COVID-19.

Persiapan Sebelum Berobat ke Luar Negeri

Untuk mempermudah Anda berobat ke luar negeri, berikut beberapa hal yang perlu disiapkan:

  • Rencanakan dengan matang. Luangkan waktu untuk mengatur perjalanan medis Anda dengan mencari tahu negara dengan pengobatan terbaik, informasi seputar perawatan yang tersedia, dan persyaratan visa jika diperlukan.

  • Perbarui rekam medis Anda.Ini diperlukan untuk memberikan informasi mendetail kepada rumah sakit pilihan Anda. Pastikan Anda memiliki salinannya.

  • Bicarakan dengan dokter dan penyedia asuransi kesehatan Anda. Dokter akan membantu Anda memilih perawatan sesuai dengan kondisi Anda. Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan sampai Anda yakin dengan perawatan yang akan Anda jalani.

  • Dapatkan waktu istirahat yang cukup.Pertimbangkan jumlah waktu yang Anda perlukan untuk pulih dari operasi.

  • Menyiapkan barang yang akan dibawa selama berobat ke luar negeri.Jangan lupa untuk membawa dokumen pribadi, tiket pesawat, rekam medis, dan pakaian yang nyaman.

  • Cari pendamping. Jika memungkinkan, minta satu orang untuk mendampingi Anda selama berobat ke luar negeri.

Syarat dan Langkah Berobat ke Luar Negeri Kala Pandemi

Beberapa negara sudah menerima masuknya warga negara asing (WNA) untuk menjalani pengobatan. Namun, ada beberapa persyaratan khusus yang perlu Anda ketahui selama masa pandemi COVID-19, karena setiap negara memiliki kebijakan masing-masing.

Berobat ke Malaysia

Negara Malaysia sempat memutuskan untuklockdownguna mencegah penyebaran COVID-19. Pemerintah setempat menerapkan masa Recovery Movement Control Order (RMCO) yang diperpanjang hingga 31 Desember 2020. Masa RMCO mirip seperti PSBB transisi yang diberlakukan di Indonesia.

Untungnya, pemerintah setempat mulai melonggarkanlockdowndi Malaysia untuk kepentingan berobat yang mulai berjalan efektif sejak 1 Juli 2020. Meskipun begitu, ada beberapa peraturan khusus selama pandemi yang harus Anda ketahui sebelum berobat ke Malaysia.

Sebelum Berangkat ke Malaysia

  1. Pasien menghubungi rumah sakit terkait atau melalui aplikasi LinkSehat untuk mencarikan dokter yang sesuai dengan kondisi.

  2. Data hasil pemeriksaan sebelumnya atau resume medis lengkap pasien akan dikirimkan kepada pihak rumah sakit. Ini khusus untuk rumah sakit yang terdaftar di Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC).

  3. Rumah sakit akan menghubungi MHTC dan imigrasi untuk memperolehapproval letter, yaitu surat izin masuk Malaysia untuk perawatan medis.

  4. Jika disetujui, makaapproval letterakan dikirimkan kepada pasien secara langsung atau melalui Link Medis Sehat yang akan diteruskan kepada pasien.

  5. Jika diperlukan, ajukan visa untuk pasien dan pendamping. Pasien dewasa hanya boleh datang bersama 1 orang pendamping. Sedangkan pasien anak-anak berusia di bawah 12 tahun boleh darang maksimal bersama 2 orang pendamping.

  6. Memesanprivate jetatauair ambulance yang sudah dilengkapi denganmedical support/team.

  7. Melakukan tes PCR COVID-19 pertama maksimal 3 hari sebelum keberangkatan yang dihitung dari tanggal pemeriksaan. Tes PCR dilakukan di rumah sakit atau lab yang telah ditunjuk oleh MHTC.

    • Untuk Kota Jakarta, Anda bisa melakukan tes PCR di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi dan Rumah Sakit Mitra Keluarga.
    • Untuk Kota Surabaya, Anda bisa melakukan tes PCR di Permata Hati, National Hospital, dan Rumah Sakit Premier Surabaya.

Saat Kedatangan di Malaysia

  1. Pasien dan pendamping akan disambut oleh perwakilan dari Malaysia Healthcare. Syarat yang diperlukan saat pasien sampai di Malaysia yaitu

    • Salinan paspor pasien dan pendamping dengan masa berlaku 6 bulan.
    • Visa pasien dan pendamping bila diperlukan.
    • Hasil tes PCR COVID-19 pertama pasien dan pendamping.
    • Surat rujukan dari dokter yang dikeluarkan oleh rumah sakit anggota MHTC.
    • Surat izin masuk Malaysia untuk perawatan medis atauapproval letterdari MHTC.
  2. Pasien akan diantar ke rumah sakit untuk melakukan pendaftaran.

  3. Tes PCR COVID-19 kedua dilakukan di rumah sakit untuk pasien dan pendamping. Biaya tes setiap orang sekitar RM500.

  4. Pasien dan pendamping wajib melakukan karantina selama 14 hari di rumah sakit. Setiap rumah sakit memiliki kebijakan masing-masing. Ada rumah sakit yang harus deposit sekitar RM10,000 atau paket 14 hari RM3,000.

  5. Tes PCR COVID-19 ketiga dilakukan pada hari ke-13 masa isolasi.

  6. Karantina dihitung sejak hari perawatan pertama.

  7. Setelah selesai karantina dan menjalani pengobatan, pasien diperbolehkan pulang ke negara asal.

  8. Aturan kepulangan disesuaikan dengan negara asal pasien.

Berobat ke Singapura

Sekarang sudah memungkinkan untuk berobat ke Singapura. Namun, ada beberapa persyaratan khusus selama pandemi COVID-19. Persyaratan ini dibagi menjadi dua, yaitu untuk pasien lama yang masih aktif menjalani perawatan di Singapura dan pasien baru. Ada pula kebijakan Stay Home Notice (SHN) yang perlu Anda pahami sebelum berobat ke Singapura.

Sebelum Berangkat ke Singapura

  1. Kriteria pasien lama yang diperbolehkan untuk berobat ke Singapura yaitu:

    • Pasien dengan penanganan medis yang tidak bisa dilakukan di Indonesia.
    • Pasien yang masih aktif menjalani perawatan dokter spesialis di Singapura.
    • Berakibat fatal jika pengobatan ditunda.
    • Tidak dalam kondisi kritis yang membutuhkan ICU dan transfusi darah.
  2. Kriteria pasien baru yang diperbolehkan masuk oleh MOH Singapore yaitu:

    • Pasien mengirimkan dokumen lengkap terkait hasil pemeriksaan atau resume medis lengkap atau melalui Link Medis Sehat.
    • Rumah sakit di Singapura akan mengajukan kasus ke MOH.
    • Jika disetujui, maka surat izin atauwaiverakan diterbitkan.
  3. Pasien dan pendamping harus:

    • Tidak terdiagnosa atau diduga terinfeksi COVID-19 dan Pneumonia.
    • Tidak memiliki gejala demam, flu, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan sesak napas.
    • Tidak pernah kontak dengan pasien COVID-19 dalam 14 hari terakhir.
    • Tidak pernah rawat inap di rumah sakit lokal selama 14 hari terakhir.
  4. Proses pengajuanwaivermemerlukan waktu 7 hari kerja dan masa berlaku hanya 30 hari sejak diterbitkan.

  5. Jikawaiverdisetujui, pasien dan pendamping harus:

    • Melakukan tes PCR COVID-19 pertama sebelum keberangkatan.
    • Hasil tes PCR COVID-19 harus negatif dan hasil rontgen dada harus normal, maksimal 48 jam sebelum keberangkatan.
    • Penerbangan bisa menggunakancommercial flight.

Saat Kedatangan di Singapura

  1. Pasien dan pendamping akan dijemput dan diantar ke rumah sakit terkait untuk pendaftaran.

  2. Pendamping harus dirawat di rumah sakit selama 1x24 jam untuk dipantau dan melakukan tes PCR COVID-19 kedua. Jika hasilnya negatif, maka akan dilanjutkan dengan karantina/SNH di fasilitas yang ditunjuk oleh MOH.

  3. Pasien tetap tinggal di rumah sakit untuk menjalani perawatan tanpa pendamping. Untuk pasien anak-anak membutuhkan konfirmasi dari pihak rumah sakit.

  4. Biaya untuk SNH adalah 2,000 SDG per orang meskipun berbagi ruangan(share room).

  5. SHN atau Stay Home Notice artinya:

    • Tidak boleh keluar untuk membeli makanan.
    • Tidak boleh menerima tamu atau pengunjung.
    • Boleh keluar hanya untuk bertemu dokter setelah melapor dan mendapat persetujuan dari SHNhelpline.
  6. Tes PCR ketiga dilakukan pada hari ke-11 SHN dengan total biaya pemeriksaan awal sekitar 3,000 SGD.

Layanan Medical Assistance LinkSehat untuk Berobat ke Luar Negeri

LinkSehat menyediakan layananmedical assistance sebagai perwakilan resmi dari rumah sakit Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

Dengan layananmedical assistancedi LinkSehat, Anda bisa:

  • Bookinguntukmedical check up.

  • Bookinguntuk konsultasi bersama dokter spesialis.

  • Menghitung estimasi biaya pengobatan di dalam dan luar negeri.

  • Mencari dokter dan rumah sakit di dalam dan luar negeri sesuai kondisi Anda.

Selainmedical assistance, aplikasi LinkSehat juga membantu Anda untuk membuat janji dokteronline(booking appointment), konsultasionline, serta membagikan artikel tentang informasi kesehatan terkini.Downloadsekarang.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)
Author Tim LinkSehat Tim LinkSehat
Reviewed by Tim LinkSehat Tim LinkSehat

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Mengapa Banyak Orang Indonesia Berobat ke Luar Negeri?

Bukan rahasia lagi jika sebagian orang Indonesia lebih memilih untuk berobat ke luar negeri Baca Selengkapnya...

Panduan Berobat ke Island Hospital Penang

Berikut informasi lengkap tentang cara berobat ke Island Hospital Penang untuk Anda ketahui.

Prosedur Berobat ke RS Gleneagles Malaysia

Terdapat empat cabang RS Gleneagles Malaysia yang dapat Anda kunjungi untuk menangani keluhan medis Baca Selengkapnya...