Perbedaan Efikasi dan Efektivitas Vaksin COVID-19

Kamis, 28 Januari 2021

Perbedaan Efikasi dan Efektivitas Vaksin COVID-19

Efikasi dan efektivitas vaksin merupakan dua hal yang berbeda. Efikasi dihitung dalam uji klinis terkontrol, sedangkan efektivitas adalah kinerja vaksin di dunia nyata ketika sudah diberikan kepada masyarakat.

Anda mungkin masih bingung tentang perbedaan efikasi dan efektivitas vaksin. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Efikasi Vaksin?

Efikasi adalah tingkatan sejauh mana vaksin dapat mencegah penyakit dan juga penularan dalam keadaan yang ideal dan terkendali. Efikasi juga membandingkan kelompok yang divaksinasi dengan kelompok plasebo.

Plasebo adalah segala sesuatu yang tampak seperti perawatan medis tetapi sebenarnya tidak. Bisa berupa pil, suntikan, atau jenis pengobatan palsu lainnya. Placebo tidak mengandung zat aktif yang dapat memengaruhi kesehatan.

Misalnya vaksin dengan efikasi 90% dalam uji coba, berarti ada penurunan 90% kasus penyakit pada kelompok yang divaksinasi dibandingkan dengan kelompok yang tidak divaksinasi (plasebo).

Akan tetapi, efikasi dalam kondisi laboratorium tidak selalu menunjukkan tingkat efektivitasnya, sehingga percobaan efikasi mungkin dapat melebih-lebihkan dampak vaksin dalam praktik sehari-hari.

Dalam uji klinis, kondisi peserta yang diberikan vaksin dirancang dengan cermat. Seseorang sering tidak disertakan dalam uji coba merupakan mereka yang memiliki masalah kesehatan atau sedang mengonsimsi obat tertentu dan efek sampingnya dipantau secara ketat.

Selain itu, peserta dalam uji coba mewakili sub-bagian dari rentang usia penuh dalam suatu populasi. Misalnya, tidak banyak uji coba vaksin COVID-19 yang menyertakan anak kecil, meskipun mereka mungkin perlu mendapatkan vaksin saat sudah siap.

Apa Itu Efektivitas Vaksin

Efikasi dan efektivitas saling berkaitan satu sama lain, tapi keduanya berbeda. Pakar vaksin mengatakan sangat penting untuk membedakan keduanya. MenurutNaor Bar-Zeev, seorang ahli epidemiologi diJohns Hopkins Bloomberg School of Public Health,efikasi hanya ukuran yang dibuat selama uji klinis, sedang efektivitas adalah seberapa baik vaksin bekerja di dunia nyata.

Meskipun vaksin yang memiliki efikasi tinggi, seperti vaksin Moderna dengan efikasi 94,5% dan Pfizer dengan efikasi 90%, diharapkan dapat bekerja efektif pula di dunia nyata. Ada kemungkinan efektivitas vaksin virus corona akan setara dengan tingkat efikasi yang disahkan dalam uji klinis. Namun, jika vaksin sebelumnya hanya panduan, efektivitas vaksin mungkin lebih rendah.

Ketidaksesuaian terjadi karena orang yang ikut serta dalam uji klinis bukanlah cerminan sempurna dari populasi pada umumnya. Di dunia nyata, orang mungkin memiliki sejumlah masalah kesehatan kronis yang dapat memengaruhi perlindungan vaksin.

Tingkat Efektivitas Vaksin

Uji klinis yang dijalankan oleh Pfizer dan perusahaan lain secara khusus dirancang untuk melihat apakah vaksin melindungi orang dari penyakit COVID-19. Jika relawan mengalami gejala seperti demam atau batuk, mereka kemudian dites untuk mengetahui kemungkinan paparan virus corona.

Ada banyak bukti bahwa orang dapat terinfeksi virus corona tanpa menunjukkan gejala. Mungkin sejumlah orang yang divaksinasi dalam uji klinis juga terinfeksi tanpa pernah menyadarinya. Jika kasus tersebut benar terjadi, tidak ada satupun yang mencapai tingkat efikasi 95%.

Orang yang tidak menunjukkan gejala masih bisa menularkan virus ke orang lain. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mereka menularkan lebih sedikit virus, sehingga kurang berbahaya daripada orang yang terinfeksi yang terus menunjukkan gejala.

Jika seseorang mendapatkan vaksin dan kemudian berhenti memakai masker dan tindakan pencegahan lainnya, peluang mereka menyebarkan virus corona ke orang lain dapat meningkat.

Efikasi dan Efektivitas Vaksin

Efikasi dan efektivitas vaksin adalah ukuran yang membandingkan tingkat penyakit antara orang yang divaksinasi dan yang tidak divaksinasi. Efikasi diukur dalam uji klinis terkontrol, sedangkan efektivitas diukur setelah vaksin disetujui untuk digunakan pada populasi umum. Ini membantu mengidentifikasi proporsi orang yang divaksinasi dapat dilindungi oleh vaksin.

Herd immunity atau kekebalan kelompok adalah mekanisme penting yang melindungi komunitas yang lebih besar. Untuk beberapa penyakit, jika cukup banyak orang yang kebal, penularan penyakit akan berkurang atau bahkan hilang. Hal ini terjadi pada penyakit seperti rubella dan pneumokokus. Cakupan vaksin yang tinggi harus dipertahankan untuk mencegah penyakit masuk kembali ke populasi.

Tidak ada vaksin yang 100% efektif, sebagian kecil orang tidak terlindungi setelah divaksinasi dan untuk orang lain perlindungan tersebut dapat berkurang seiring waktu. Beberapa orang juga tidak dapat divaksinasi karena kondisi tertentu, seperti imun tidak dapat berfungsi maksimal (immune suppression).

Bagaimana Cara Mengukur Efektivitas Vaksin?

Ketika vaksin diberikan kepada suatu populasi, faktor-faktor seperti obat-obatan yang diminum, penyakit kronis yang mendasari, usia, dan bagaimana vaksin disimpan dan diberikan dalam kondisi sehari-hari, dapat mengurangi efektivitas vaksin dalam mencegah penyakit.

Setelah efikasi vaksin ditentukan, mengukur keefektifannya sangat penting untuk memastikan penyerapan vaksin dan memahami bagaimana cara mengembangkan vaksin yang lebih baik. Data pengawasan sangat penting untuk memahami tingkat efektivitas, misalnya kapan orang mendapatkan vaksin dan berapa besar proporsi populasi yang tercakup.

Efektivitas vaksin diukur dalam studi observasi, karena partisipan tidak secara acak dibagi menjadi kelompok pengobatan versus kelompok plasebo. Misalnya, studi kasus kontrol menilai efektivitas dengan membandingkan status vaksinasi individu yang mengalami penyakit dengan sekelompok individu tanpa penyakit yang juga mewakili populasi dari mana kasus tersebut muncul. Jika vaksinnya efektif, kasusnya lebih mungkin terjadi pada individu yang tidak divaksinasi.

Vaksin tidak selalu harus memiliki efektivitas yang sangat tinggi agar dapat bermanfaat, misalnya vaksin influenza 40% hingga 60% efektif, tapi dapat menyelamatkan ribuan nyawa setiap tahun.

Efikasi Vaksin Sinovac

Pengumuman hasil uji klinis vaksin sinovac dan penerbitan Emergency Use Authorization (EUA) kepada PT Bio Farma selaku distributor vaksin di Indonesia akhirnya siap. Pengumuman tersebut sekaligus menjawab sebagian besar pertanyaan tentang efikasi dan keamanannya.

Vaksin sinovac dinyatakan aman, karena menunjukkan efikasi sebesar 65,3%. Vaksin ini memiliki efek samping tetapi ringan dan reversibel. Kekhawatiran terkaitantibody-dependent enhancement (ADE), seperti yang banyak disebutkan di media sosial dan dikhawatirkan, tidak terjadi dalam uji klinis sinovac di Indonesia, Turki, dan Brasil.

Efikasi vaksin sinovac sebesar 65,3% mungkin mengecewakan bagi sebagian orang. Namun, ini merupakan langkah besar untuk memulai, karena batas minimum persetujuan vaksin dari FDA, WHO, dan EMA adalah 50%. Itu artinya mengurangi infeksi hingga 50% sangat berarti dan dapat menyelamatkan nyawa banyak orang.

MenurutProf. Dr. apt. Zullies Ikawati, Ketua Program Doktor Ilmu Farmasi, vaksin sinovac memiliki imunogenisitas yang tinggi, yakni mencapai 99% dalam tiga bulan pertama. Artinya dapat memicu antibodi pada subjek yang menerima vaksin. Meskipun begitu, perlu dilihat bagaimana efektivitas vaksin setelah digunakan masyarakat. Observasi terkait efikasi dan keamanan vaksin masih akan terus dilakukan hingga 6 bulan ke dapan untuk mendapatkan persetujuan penuh.

Jika Anda atau anggota keluarga memiliki gejala COVID-19, segera konsultasi dengan dokter melalui aplikasi LinkSehat di sini atau daftar swab PCR di sini.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)
Author Tim LinkSehat Tim LinkSehat
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Mengenal 6 Jenis Vaksin COVID-19 di Indonesia

Vaksinasi hanya akan dilaksanakan setelah vaksin dinyatakan aman dan ampuh serta mendapatkan izin Baca Selengkapnya...

Efektivitas Vaksin COVID-19

Sebenarnya, bagaimana tingkat efektivitas vaksin dalam melawan pandemi COVID-19?

Keamanan Vaksin COVID-19: Manfaat dan Efek Samping

Ada banyak hal yang mungkin Anda pertimbangkan sebelum mendapatkan vaksin COVID-19, terutama tentang Baca Selengkapnya...