Penyakit A-Z

SARS - Seorang cowok duduk di kursi sedang memakai masker karena batuk

Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)

Link Sehat - Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) adalah sebuah kumpulan gejala penyakit atau gangguan pada sistem pernapasan yang disebabkan oleh infeksi Coronavirus jenis SARS-CoV (SARS-associated coronavirus).

SARS pertama kali dilaporkan di Guangdong, China pada tahun 2002, tetapi baru teridentifikasi pada bulan Februari 2003. Penyakit ini menyebar ke lebih dari 24 negara di Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, dan Asia. Sejak tahun 2004, tidak ada kasus SARS lagi yang dilaporkan di dunia.

Gejala SARS

Gejala awal SARS mirip dengan influenza, tetapi dapat memburuk dengan cepat. Biasanya gejala muncul 2-14 hari setelah terinfeksi virus SARS-CoV2, diantaranya:

  • Demam tinggi (lebih dari dari 38 derajat Celcius)
  • Batuk kering
  • Sesak napas
  • Nafsu makan menurun
  • Mudah lelah
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Diare
  • Mual dan muntah

Pada sebagian besar kasus, SARS dapat berkembang mulai dari ditemukannya hipoksia (kekurangan oksigen di sel dan jaringan tubuh) hingga pneumonia. Anda perlu segera menghubungi dokter jika mengalami demam tinggi, batuk kering, kelelahan atau sesak napas karena gejala ini mirip dengan COVID-19 yang saat ini sedang menjadi pandemi di dunia.

Kasus SARS tergolong parah dan memiliki gejala khas yang membedakannya dengan COVID-19, yakni rasa tidak enak badan, sakit dan nyeri tubuh, serta sakit kepala.

Penyebab SARS

Para ahli menduga bahwa virus SARS-CoV berasal dari kelelawar dan luwak, yang kemudian bermutasi menjadi virus baru sehingga dapat menular dari hewan ke manusia atau antar manusia.

Pada manusia, SARS menular ketika Anda menghirup percikan air liur/lendir (droplet) penderita saat batuk atau bersin. Droplet ini dapat menyebar dalam jarak 1 meter melalui udara, kemudian menempel pada benda di sekitar. Anda berisiko terkena SARS jika menyentuh benda tersebut lalu memegang hidung/mulut/mata tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Penularan SARS juga dapat terjadi ketika Anda menyentuh benda yang terkontaminasi tinja penderita ataupun karena menggunakan alat makan dan minum bersama dengan penderita.

Diagnosis SARS

Dokter Anda akan menanyakan apakah terdapat keluhan seperti demam tinggi, nyeri dada, batuk atau sulit bernafas. Jika dicurigai terkena SARS, Anda harus memberitahu dokter mengenai riwayat kunjungan / riwayat perjalanan Anda. Jika Anda merasa terkena SARS, Anda harus menghindari tempat publik sehingga tidak menularkannya kepada orang lain.

Setelah itu, dokter Anda akan menelusuri tempat kerja, rumah, atau orang-orang di lingkungan Anda yang mungkin juga terpapar virusnya. Jika dokter Anda mencurigai adanya infeksi SARS, maka beberapa pemeriksaan penunjang dapat dilakukan seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan rontgen dada, atau CT scan untuk melihat organ paru-paru dengan lebih jelas.

Pengobatan SARS

Pengobatan SARS tergantung pada tingkat keparahannya.

Jika gejala yang dialami ringan, Anda mungkin disarankan untuk mengisolasi diri di rumah untuk pemulihan. Sedangkan jika gejala semakin memburuk, Anda harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif seperti pemberian oksigen tambahan atau bahkan alat bantu nafas.

Hingga saat ini tidak ada obat yang dapat menyembuhkan virus penyebab SARS. Meski begitu, pemberian antibiotik dapat diberikan untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri lain selama masa pemulihan.

Pencegahan SARS

Terdapat beberapa cara untuk mencegah atau mengurangi risiko terpapar SARS sejak awal, yaitu:

  • Menjaga kebersihan diri seperti mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakanhand sanitizer berbasis alkohol.
  • Jangan menyentuh bagian hidung, mata, atau mulut dengan tangan kotor
  • Menggunakan masker di tempat publik untuk menghindari kontak dengan droplet dan terutama ketika kontak dengan penderita SARS
  • Membersihkan permukaan benda-benda pribadi atau barang di tempat umum dengan desinfektan sebelum menyentuhnya.

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.
Author dr. Nathania Tjuwatja dr. Nathania Tjuwatja
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Infeksi Coronavirus

Infeksi coronavirus termasuk penyakit menular yang perlu diwaspadai, karena dapat menyebar melalui Baca Selengkapnya...

FAQ Seputar Covid-19

Buat yang masih penasaran soal Covid-19, berikut fakta yang perlu diketahui.

Middle East Respiratory Syndrome (MERS)

MERS awalnya ditemukan di Arab Saudi pada tahun 2012, kemudian dilaporkan menyebar ke 27 negara di Baca Selengkapnya...

Navigation Pengertian Gejala Penyebab Diagnosis Pengobatan Pencegahan