Stimulasi Otak Dalam

Rabu, 08 Januari 2020

Stimulasi Otak Dalam

LinkSehat - Stimulasi otak dalam adalah suatu tindakan operasi yang dilakukan dengan menanam elektroda di dalam otak untuk membantu menyelaraskan impuls atau sinyal listrik dalam otak.

Stimulasi otak dalam dianjurkan jika obat-obatan tidak dapat mengurangi gejala penyakit.

Stimulasi otak dalam biasanya diperuntukkan bagi pasien yang memiliki penyakit pada otak yang menimbulkan gangguan dalam pergerakan, seperti parkinson, tremor esensial, distonia, sklerosis multipel, epilepsi, dan obsessive compulsive disorder.

Bagaimana stimulasi otak dalam dilakukan?

1. Sebelum operasi

Sebaiknya Anda menimbang-nimbang dahulu keuntungan dan kerugiannya dengan bantuan dokter, karena prosedur ini memiliki berisiko. Jika sudah yakin, Anda perlu menjalani beberapa skrining sebelum tindakan, seperti cek darah, MRI, dan rontgen dada.

2. Saat pelaksanaan

Selama operasi, Anda bisa dalam keadaan tidak sadar (bius total) atau dalam keadaan sadar (bius lokal). Namun biasanya, operasi dilakukan dalam keadaan sadar, karena selama tindakan Anda akan diminta melakukan sesuatu untuk menilai fungsi otak.

Kepala Anda akan diletakkan di sebuah alat yang berbentuk seperti bingkai kepala supaya posisinya tegak dan tidak bergerak. MRI dilakukan untuk mengetahui bagian otak mana yang perlu dipasang elektroda. Selanjutnya, dibuat lubang kecil pada tulang tengkorak kepala setelah Anda dibius lokal.

Kemudian, elektroda disisipkan ke bagian otak yang perlu distimulasi dan dipasang 2 kelompok untuk masing-masing sisi otak. Elektroda dihubungkan dengan kawat tipis yang diselipkan di bawah kulit kepala ke suatu alat (internal pulse generator/IPG), lalu ditanam di dada. Operasi ini dilakukan setelah Anda dibius (tertidur).

IPG berguna untuk mengatur seberapa besar stimulasi yang diperlukan. Anda mungkin dibekali dengan alat untuk mematikan dan menyalakan IPG. Baterai IPG habis sekitar 3-5 tahun. Jika baterai habis, IPG harus diganti. Penggantian dapat dilakukan dengan rawat jalan karena penggantian IPG cukup dengan menggunakan bius lokal.

3. Setelah operasi

Beberapa minggu setelah operasi, IPG akan dinyalakan oleh dokter untuk menilai seberapa besar stimulasi yang Anda perlukan. Bila perlu, dokter menggunakan semacam remote control untuk mengatur besarnya stimulasi,biasanya memakan waktu 4-6 bulan.

Stimulasi terjadi secara konstan selama 24 jam. Dokter mungkin menyarankan Anda untuk mematikan IPG saat malam hari, lalu menyalakannya kembali saat pagi. Terkadang, dokter dapat mengizinkan Anda untuk mengatur stimulasi di rumah menggunakan remote control.

Stimulasi otak dalam tidak menyembuhkan penyakit. Namun, prosedur ini dapat mengurangi gejala yang Anda rasakan.Sebab saat stimulasi berjalan baik, gejala akan berkurang secara signifikan, meskipun tidak hilang seluruhnya. Pada beberapa kasus, Anda mungkin tetap diminta untuk minum obat.

Stimulasi otak dalam dapat menimbulkan efek samping, sehingga Anda perlu berdiskusi dengan dokter terkait kemungkinan tersebut.

Itulah hal yang perlu diketahui seputar stimulasi otak dalam. Jika Anda disarankan untuk melakukan stimulasi otak dalam dan membutuhkan rekomendasi Rumah Sakit/dokter ataupun estimasi biaya, hubungi Medica Consultant LinkSehat melalui WhatsApp 0857 8000 8707 untuk konsultasi gratis.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)

American association neurological surgeons. Deep Brain Stimulation.
Mayo Clinic. Patient Care & Health Information. Tests & Procedures. Deep brain stimulation.


Author dr. Felicia Gunawan dr. Felicia Gunawan
Reviewed by dr. Winner NG dr. Winner NG

Nilai Artikel Ini