Borderline Personality Disorder (BPD)

Senin, 29 Maret 2021

Borderline Personality Disorder (BPD)

Borderline Personality Disorder (BPD), disebut juga gangguan kepribadian ambang, adalah suatu gangguan mental serius yang ditandai dengan ketidakmampuan seseorang untuk mengatur emosi secara efektif dan melihat citra dirinya dengan baik.

Gangguan ini berdampak pada bagaimana seseorang berpikir tentang dirinya sendiri dan orang lain, sehingga dapat mengganggu hubungan dan komunikasi dengan orang lain.

Gejala Borderline Personality Disorder (BPD)

Gejala borderline personality disorder yang paling sering muncul perubahan suasana hati secara tiba-tiba dan cara pandang yang ekstrim (semua hal tampak baik atau sebaliknya). Perubahan ini menyebabkan seseorang dengan BPD sulit untuk memiliki hubungan yang stabil dengan orang lain. 

Gejala borderline personality disorder lain yang mungkin muncul, antara lain:

  • Merasa tidak berguna dan hidupnya hampa.
  • Tidak dapat menahan amarah.
  • Memiliki ketakutan yang berlebihan dan tidak masuk akal.
  • Sulit untuk percaya kepada orang lain dan penuh rasa curiga.
  • Tindakan menyakiti diri sendiri, seperti menyayat tangan atau muncul keinginan untuk bunuh diri (suicidal thought)

Gejala, tingkat keparahan, dan durasi gejala dapat bervariasi pada tiap individu. Sebaiknya segeralah berkonsultasi dengan dokter jika Anda atau ada anggota keluarga yang mengalami beberapa gejala di atas.

Penyebab Borderline Personality Disorder (BPD)

Penyebab BPD belum dapat diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor berikut diduga dapat memicu terjadinya borderline personality disorder:

  • Riwayat keluarga. Orang yang memiliki riwayat keluarga dengan BPD cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami BPD juga.
  • Faktor otak. Perubahan pada struktur dan fungsi otak dapat mempengaruhi aliran listrik dan emosi pada otak sehingga menyebabkan munculnya gejala-gejala BPD.
  • Faktor lingkungan, budaya, dan sosial. Beberapa pengalaman traumatik seperti kasus kekerasan seksual, ditelantarkan, atau kekerasan fisik saat masa anak-anak sering dilaporkan oleh penderita BPD.

Diagnosis Borderline Personality Disorder (BPD)

Anda tidak dapat melakukan self-diagnosis / diagnosis mandiri hanya dari gejala yang muncul tanpa konsultasi dengan psikolog atau psikiater. Diagnosis harus dilakukan oleh psikolog atau psikiater melalui beberapa pemeriksaan berikut:

  • Melakukan wawancara menyeluruh mengenai gejala yang muncul.
  • Menanyakan riwayat kesehatan keluarga, termasuk kesehatan mental.
  • Melakukan pemeriksaan fisik dengan seksama dan lengkap untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain.

BPD biasanya terjadi bersamaan dengan gangguan kesehatan mental lainnya. Perlu diketahui bahwa BPD yang terjadi berulang lebih sulit didiagnosis, terutama jika gejalanya tumpang tindih dengan gejala gangguan kesehatan mental lain.

Pengobatan Borderline Personality Disorder (BPD)

Tujuan dari pengobatan borderline personality disorder adalah untuk mencegah terjadinya komplikasi dan membantu penderita untuk memiliki gaya hidup lebih sehat. Berikut ini beberapa pengobatan untuk menangani orang dengan BPD:

1. Psikoterapi

Psikoterapi merupakan terapi lini pertama untuk orang dengan borderline personality disorder. Seorang terapis dapat memberikan pelayanan yang bersifat pribadi / perseorangan ataupun dalam kelompok. Terapis akan mengajarkan penderita BPD untuk dapat berinteraksi dengan orang lain dan menunjukkan emosinya secara efektif. 

Psikoterapi yang sering digunakan untuk mengobati BPD, antara lain:

  • Dialectical Behavior Therapy (DBT), yaitu terapi untuk mengendalikan emosi, mengurangi perilaku menyakiti diri sendiri, serta menjaga dan memperbaiki hubungan dengan orang lain.
  • Cognitive Behavioral Therapy (CBT), yaitu terapi untuk mengurangi gejala perubahan suasana hati dan kecemasan. Terapi ini juga mengajarkan penderita BPD untuk lebih percaya kepada diri sendiri dan memperbaiki persepsi mereka terhadap orang lain.

2. Obat-obatan

Psikiater dapat merekomendasikan obat-obatan untuk gejala spesifik yang dialami penderita BPD, seperti depresi, perubahan suasana hati yang ekstrim, dan gangguan kecemasan.

3. Terapi lain

Pada gejala BPD yang berat, tindakan rawat inap atau gawat darurat mungkin diperlukan. Pastikan anggota keluarga atau orang yang merawat pasien BPD di rumah telah diberikan informasi mengenai kapan harus membawa pasien berobat, bagaimana bersikap dalam menghadapi pasien BPD, dan bagaimana memberikan dukungan emosional kepada pasien.

Jika penderita BPD menunjukkan gejala perilaku menyakiti diri sendiri atau muncul keinginan bunuh diri, segeralah menghubungi unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Bisakah penderita borderline personality disorder sembuh total? 

Beberapa orang dengan borderline personality disorder dapat pulih dalam waktu yang singkat, tetapi sebagian lainnya dapat mengalami gejala yang memburuk. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan terhadap pengobatan dapat berpengaruh terhadap hasil pengobatan yang dijalani.

Meskipun tidak semua gejala dapat hilang, perilaku penderita yang sering menyebabkan masalah dapat berangsur-angsur berkurang. Dalam keadaan tertekan, beberapa gejala mungkin akan terpicu dan muncul kembali. Pada kondisi ini, orang dengan BPD harus kembali menjalani terapi.

Pencegahan borderline personality disorder (BPD)

Tidak ada cara pasti untuk mencegah borderline personality disorder. Upaya terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan mencari pertolongan secepatnya ketika gejala BPD mulai muncul. Hal ini dilakukan untuk mencegah gejala BPD memburuk yang berpotensi mengganggu hubungan penderita dengan keluarga, pasangan, dan temannya.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)


Author dr. Nathania Tjuwatja dr. Nathania Tjuwatja
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Depresi

Depresi bukan hanya memengaruhi suasana hati, melainkan juga cara berpikir dan bertindak Baca Selengkapnya...

Kepribadian Ganda

Kepribadian ganda merupakan gangguan psikologis kompleks yang disebabkan karena banyak faktor Baca Selengkapnya...