Penyakit A-Z

Ebola

Ebola

Ebola adalah penyakit akibat virus mematikan yang banyak ditemukan di daerah Afrika sub-Sahara. Hingga saat ini belum pernah ada kasus ebola di Indonesia.

Manusia dapat terkena virus ebola jika melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau kontak dengan manusia yang sudah terinfeksi virus ebola (termasuk mayat penderita).Food and Drug Administration (FDA) sudah menyetujui vaksin ebola rVSV-ZEBOV dengan nama dagang Ervebo untuk mencegah penyakit ebola. Vaksin ini diketahui aman dan dapat memberikan perlindungan terhadap spesies virus ebola.

Gejala penyakit ebola

Biasanya gejala ebola muncul kurang lebih 8 - 10 hari setelah terinfeksi virus, berupa gejala kering (demam, nyeri, pegal, lemas) yang kemudian berkembang menjadi basah (diare, muntah). Selain itu, ebola juga ditandai dengan gejala berikut :

  • Perdarahan tanpa sebab yang jelas (mimisan atau memar)
  • Mata merah
  • Ruam pada kulit
  • Cegukan
  • Kerusakan ginjal dan hati (pada kasus yang parah)

Virus ebola akan menghasilkan imun atau antibodi yang dapat dideteksi selama 10 tahun setelah dinyatakan sembuh.

Penyebab penyakit ebola

Ebola disebabkan oleh virus yang dicurigai dibawa oleh kelelawar buah dari pohon keluargaPteropodidae.

Ebola kemudian diketahui dapat menyebar ke manusia melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, organ dari hewan yang terinfeksi (seperti kelelawar buah, simpanse, gorila, dan monyet). Ebola juga dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau darah dan benda-benda yang terkontaminasi dengan darah atau cairan tubuh seperti pakaian atau handuk.

Diperkirakan bahwa virus ebola masih terdapat pada ASI, meskipun ibu hamil yang terinfeksi telah dinyatakan sembuh. Hal ini berpotensi menularkan ebola pada bayi.

Diagnosis penyakit ebola

Mendiagnosis ebola langsung setelah infeksi cukup sulit dilakukan. Gejala awal ebola seperti demam, nyeri kepala dan lemas sangat tidak khas untuk ebola dan serupa dengan infeksi virus/penyakit lain (seperti tifoid dan malaria).

Untuk mendiagnosis ebola, dibutuhkan kombinasi antara gejala dan keterangan paparan dalam 21 hari sebelum muncul gejala. Paparan yang dimaksud bisa berupa :

  • Cairan tubuh dan darah dari penderita
  • Benda yang terkontaminasi cairan tubuh dan darah penderita
  • Kontak dengan kelelawar atau hewan primata
  • Air mani dari laki-laki yang sudah sembuh dari ebola

Jika dicurigai ebola, darah pasien akan diperiksa untuk mengkonfirmasi ada atau tidaknya infeksi. Virus ebola sudah ada di dalam darah setelah muncul gejala, namun baru mencapai kadar terdeteksi setelah tiga hari kemudian.

Pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) merupakan metode diagnosis yang sering digunakan karena mampu mendeteksi virus ebola meskipun kadarnya sedikit. Pemeriksaan lain yang digunakan untuk menunjang diagnosis dan menentukan pengobatan adalah pemeriksaan jumlah sel darah putih, enzim hati, dan jumlah trombosit.

Pengobatan penyakit ebola

Hingga saat ini belum diketahui cara efektif untuk mengobati ebola. Pengobatan yang dilakukan selama ini hanya untuk mengurangi gejala dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meliputi :

  • Pemberian obat antivirus
  • Pemberian oksigen tambahan dan cairan infus
  • Konsumsi obat untuk menjaga tekanan darah, mengurangi muntah, serta mengatasi diare, demam, dan nyeri. Obat lainnya juga dapat diberikan, terutama jika penderita ebola memiliki infeksi lain.

Pencegahan penyakit ebola

Pencegahan berikut sangat disarankan jika Anda ingin bepergian ke negara endemis ebola :

Di Indonesia, penyakit ebola adalah penyakit yang sangat langka dan hanya terjadi di negara lain. Jika ingin bepergian ke negara endemis Ebola, maka ada beberapa cara untuk melindungi diri dan mencegah Ebola:

  • Hindari kontak dengan kelelawar dan darah primata bukan manusia, cairan atau daging mentah dari hewan tersebut
  • Hindari kontak dengan darah dan cairan tubuh dari orang sakit (seperti urine, feses, air liur, keringat, muntah)
  • Tidak menyentuh barang milik penderita, karena dicurigai dapat terpapar darah atau cairan tubuhnya (seperti pakaian, selimut, jarum, dan barang lain)
  • Vaksinasi ebola sebanyak dua kali
  • Periksa dan pantau kesehatan selama 21 hari setelah kembali dari negara endemis
  • Segera ke dokter jika muncul gejala yang mencurigakan

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.
Author dr. Kezia Christy dr. Kezia Christy
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

FAQ Seputar Covid-19

Buat yang masih penasaran soal Covid-19, berikut fakta yang perlu diketahui.

Middle East Respiratory Syndrome (MERS)

MERS awalnya ditemukan di Arab Saudi pada tahun 2012, kemudian dilaporkan menyebar ke 27 negara di Baca Selengkapnya...

Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)

SARS pertama kali dilaporkan di Guangdong, China pada tahun 2002, tetapi baru teridentifikasi pada Baca Selengkapnya...

Navigation Pengertian Gejala Penyebab Diagnosis Pengobatan Pencegahan