Gambar gunting, pinset, dan peralatan operasi lain sebagai simbol operasi pengangkatan rahim (histerektomi)

Kamis, 05 Maret 2020

Histerektomi, Operasi Pengangkatan Rahim

Link Sehat - Histerektomi adalah prosedur bedah untuk mengangkat rahim (uterus) dari dalam perut wanita. Selain rahim, dokter dapat mengangkat saluran telur (tuba falopi) dan indung telur (ovarium) dalam operasi yang sama. Setelah melakukan prosedur histerektomi, Anda tidak akan mengalami menstruasi dan tidak bisa hamil.

Dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani operasi pengangkatan rahim jika memiliki salah satu dari kondisi berikut ini:

  • Perdarahan abnormal dari vagina yang banyak dan sulit dikontrol
  • Nyeri panggul berkepanjangan
  • Tumor jinak dalam rahim (fibroid)
  • Infeksi serius di daerah panggul yang bermula dari rahim
  • Endometriosis dan adenomiosis (kondisi tumbuhnya lapisan dalam rahim di tempat yang tidak seharusnya, kondisi ini menyebabkan perdarahan tanpa henti)
  • Prolaps rahim, yaitu kondisi kelemahan otot panggul yang menyebabkan rahim “jatuh” keluar lewat leher rahim sehingga tampak di vagina
  • Kanker pada sistem reproduksi, seperti kanker rahim (uterus), indung telur (ovarium), leher rahim (serviks), atau saluran telur (tuba falopi)

Histerektomi merupakan operasi besar sehingga ini dilakukan sebagai pilihan terakhir jika pilihan terapi lainnya tidak berhasil. Anda perlu menjalani prosedur ini untuk mengatasi kondisi yang menyebabkan kelainan yang ada pada sistem reproduksi Anda yang tidak teratasi dengan pilihan cara pengobatan lainnya.

Bagaimana prosedur histerektomi dilakukan?

Dokter akan memilih apakah perlu mengangkat rahim saja, atau beserta dengan beberapa organ reproduksi dan jaringan sekitar rahim berdasarkan alasan dilakukannya histerektomi. Berikut merupakan tipe histerektomi yang dapat dokter lakukan:

  • Histerektomi total, yaitu pengangkatan rahim dan leher rahim
  • Histerektomi subtotal, yaitu hanya bagian rahim yang diangkat dan leher rahim tetap ada pada tempatnya
  • Histerektomi total dengan salpingo-ooforektomi bilateral, yakni pengangkatan rahim, leher rahim, serta kedua saluran telur dan kedua indung telur (ovarium)
  • Histerektomi radikal, yakni pengangkatan lebih luas dari histerektomi total, termasuk jaringan kelenjar limfa sekitar rahim, jaringan lemak, kedua saluran telur, kedua indung telur, hingga sebagian vagina

Prosedur akan diawali dengan pemberian bius umum hingga Anda tertidur. Khusus untuk histerektomi vaginal, dokter bisa memberikan bius umum atau lokal (bius di lokasi operasi sehingga Anda tidak tertidur namun tidak merasa sakit). Terdapat beberapa cara untuk melakukan histerektomi, antara lain sebagai berikut:

  • Histerektomi laparoskopi. Dokter akan membuat beberapa luka kecil di perut, lalu memasukkan selang laparoskopi (yang dilengkapi kamera video) untuk melihat langsung organ dalam. Alat bedah lainnya akan dimasukkan melalui lubang kecil lain untuk memotong rahim hingga potongan-potongan kecil, lalu mengeluarkannya.
  • Histerektomi vaginal. Dokter akan memotong ligamen (otot) yang menahan rahim pada posisinya, lalu rahim diangkat melalui luka kecil di bagian atas vagina sehingga tidak ada luka di perut.
  • Histerektomi abdominal. Rahim diangkat melalui luka di bagian bawah perut. Setelah rahim keluar, luka akan dijahit.

Semakin tidak invasif metodenya, maka semakin pendek waktu yang diperlukan untuk pemulihan serta semakin kecil risiko munculnya komplikasi pasca histerektomi.

Histerektomi laparoskopi merupakan metode yang paling tidak invasif, diikuti dengan metode vaginal dan terakhir abdominal. Histerektomi abdominal dipilih jika ukuran rahim sangat besar (karena fibroid), ada perlengketan dengan jaringan sekitar, terdapat tumor panggul, atau dokter berencana untuk mengangkat rahim disertai ovarium.

Adakah efek samping histerektomi?

Histerektomi dapat menimbulkan efek samping, sehingga Anda perlu berdiskusi dengan dokter terkait kemungkinan tersebut.

Setelah menjalani histerektomi, Anda beresiko mengalami beberapa hal berikut ini:

  • Infeksi luka operasi
  • Sulit menahan kencing
  • Perdarahan
  • Luka pada organ sekitar lokasi bedah
  • Rasa nyeri berkepanjangan (kronis)

Setelah menjalani prosedur, Anda akan dirawat inap di rumah sakit selama beberapa hari. Lama rawat inap tergantung jenis histerektomi apa yang Anda jalani. Semakin kecil pembukaan luka operasi (tidak invasif), semakin cepat waktu pemulihan Anda.

Selama masa pemulihan di rumah, dokter akan menyarankan Anda beberapa hal berikut:

  • Tidak boleh berhubungan seksual
  • Cukup istirahat dan tidak melakukan pekerjaan rumah yang berat
  • Berjalan kaki diperbolehkan, namun tidak mengangkat beban berat

Secara umum Anda akan diperbolehkan berkegiatan seperti semula setelah 6 minggu. Histerektomi dikatakan berhasil jika keluhan Anda berkurang dan menghilang, seperti keluhan nyeri atau banyak darah menstruasi.

Menopause pasca histerektomi dapat terjadi jika...

Setelah menjalani histerektomi, Anda akan mengalami menopause jika ovarium Anda juga diambil. Jika ovarium tidak diangkat, Anda akan mengalami menopause dalam waktu lebih cepat daripada usia normal. Tanda-tanda menopause diantaranya adalahmood swing (perubahanmood secara drastis), perasaan panas disertai kulit kemerahan, serta keinginan seks berkurang dan vagina mengering.

Hal lain yang perlu diperhatikan pasca pengangkatan rahim adalah, Anda dapat merasa kehilangan setelahnya. Anda akan merasa sedih atas kondisi tersebut dan tidak dapat memiliki anak sendiri. Sebaiknya Anda segera menghubungi dokter dan terapis kejiwaan saat mengalami kondisi ini.

Histerektomi dapat dilakukan pada rumah sakit yang memiliki dokter spesialis kandungan dan ginekologi. Untuk mendapatkan rekomendasi dokter/Rumah Sakit yang berpengalaman dalam melakukan prosedur pengangkatan rahim, Anda dapat menghubungi Medical Consultant kami di sini.

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). (2018). Hysterectomy.
NHS. (2019). Health A to Z. Hysterectomy.
WebMD. Hysterectomy.


Author dr. Diryati Widyantari dr. Diryati Widyantari
Reviewed by dr. Winner NG dr. Winner NG

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang dapat disembuhkan jika terdeteksi dini dan Baca Selengkapnya...

Miom, Tumor Jinak di Rahim

Miom biasa muncul pada wanita dengan usia reproduktif, dapat tumbuh di bagian dalam atau luar rahim.

Histeroskopi untuk Pemeriksaan Rahim

emua wanita dapat melakukan histeroskopi untuk pemeriksaan umum, tetapi pemeriksaan ini diwajibkan Baca Selengkapnya...