Imunisasi Dasar untuk Anak

Selasa, 19 November 2019

Imunisasi Dasar untuk Anak

Link Sehat - Imunisasi seharusnya diberikan pada bayi dan balita, agar ia terhindari dari risiko penyakit yang berpotensi mengancam nyawanya. Dengan imunisasi, tubuh Si Kecil akan membentuk antibodi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh saat melawan patogen penyakit, seperti kuman, bakteri, jamur, virus, dan lainnya.

Sebenarnya Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tidak lagi mengelompokkan jenis imunisasi wajib atau tidak wajib, tetapi menyarankan seluruh jenis imunisasi untuk diberikan sesuai jadwal. Namun demikian, berikut ini beberapa imunisasi anak yang setidaknya wajib diberikan sebelum Si Kecil berusia 1 tahun, menurut Permenkes No. 12 tahun 2017.

1. Vaksin hepatitis B

Hepatitis B adalah infeksi menular yang menyerang hati. Penyakit ini bisa berkembang menjadi kanker hati atau sirosis.

Vaksin hepatitis B diberikan segera setelah bayi baru lahir, paling lambat 12 jam setelah kelahirannya. Sebelum vaksin diberikan, suntikan vitamin K1 akan diberikan, tepatnya 30 menit sebelum divaksin.

Pemberian vaksin akan diulang hingga dua kali, yakni saat ia telah berusia 1 bulan dan terakhir saat usianya mencapai 6 bulan. Pengulangan (booster) ini bertujuan untuk memperbarui jangka waktu perlindungan dan memperkuat sistem imun.

2. Vaksin polio

Indonesia pernah dinobatkan sebagai negara bebas polio oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1995. Namun sejak tahun 2005, virus penyebab polio kembali muncul di area Sukabumi dan terus menyebar ke berbagai area di Indonesia.

Polio adalah penyakit menular yang menyerang sistem saraf pusat di otak. Penyakit ini menyebabkan penderitanya lumpuh hingga kematian. Itu sebabnya, bayi perlu mendapat vaksin polio sebelum ia genap berusia 1 tahun.

Vaksin polio diberikan sebanyak empat kali, yaitu segera setelah lahir, saat usia 2 bulan, 4 bulan, dan terakhir saat usianya mencapai 6 bulan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan agar imunisasi polio dilanjutkan saat anak berusia 18-24 bulan.

3. Vaksin BCG

Vaksin BCG adalah imunisasi untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC) dengan menyerang bakteri Mycobacterium tuberculosisyang menginfeksi paru-paru dan selaput otak. Vaksin ini diberikan satu kali sebelum anak berusia 3 bulan, paling optimal diberikan pada usia 2 bulan.

4. Vaksin campak

Campak termasuk penyakit yang rentan dialami anak-anak. Penyakit ini menyerang saluran pernapasan dan bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia.

Vaksin campak diberikan sebanyak dua kali, yakni saat anak berusia 9 bulan dan 1 tahun. Namun, vaksin kedua tidak perlu diberikan jika ia sudah mendapatkan vaksin MMR saat usianya 15 bulan.

5. Vaksin pentavalen (DPT-HB-HiB)

Vaksin kombinasi ini diberikan untuk mencegah lima penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, dan infeksi bakteriHaemophilus influenzae(penyebab radang paru dan radang selaput otak). Vaksin pentavalen diberikan sebanyak 4 kali, yaitu saat anak berusia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan.

Kelima vaksin wajib tersebut disediakan secara gratis oleh pemerintah. Anda bisa mendapatkannya di Posyandu, Puskesmas, atau rumah sakit daerah terdekat.

Itulah lima imunisasi dasar anak yang perlu Anda ketahui. Jika punya pertanyaan seputar imunisasi anak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kami di sini.

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.

Depkes. (2014). Lindungi ibu dan bayi dengan imunisasi.
IDAI. (2014). Jadwal imunisasi anak umur 0-18 tahun.
Kemenkes RI. Permenkes No. 12 tahun 2017 tentang penyelenggaraan imunisasi.


Author Novi Sulistia Wati, S.KM Novi Sulistia Wati, S.KM
Reviewed by dr. Winner NG dr. Winner NG

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Pentingnya Imunisasi bagi Anak

Imunisasi bukan hanya untuk menjaga kesehatan Si Kecil, melainkan juga kesehatan orang lain di Baca Selengkapnya...

Imunisasi Tambahan untuk Anak

Masih mengacu pada Permenkes No. 12 tahun 2017, ada beberapa imunisasi tambahan yang bisa Anda Baca Selengkapnya...