Imunisasi Tambahan untuk Anak

Selasa, 19 November 2019

Imunisasi Tambahan untuk Anak

Link Sehat - Selain vaksin yang dahulu dikategorikan wajib, ada juga beberapa imunisasi tambahan untuk anak yang dianjurkan. Masih mengacu pada Permenkes No. 12 tahun 2017, berikut ini beberapa imunisasi tambahan untuk anak yang bisa diberikan sesuai kebutuhannya:

Daftar imunisasi tambahan untuk anak

1. Vaksin MMR

Vaksin MMR diberikan untuk mencegah penyakit campak (measles), gondongan (mumps), dan rubella (campak Jerman). Vaksin MMR diberikan saat usia anak 12-18 bulan.

2. Vaksin tifoid

Vaksin tifoid bisa mencegah Si Kecil dari infeksi bakteriSalmonella typhipenyebab penyakit tifus. Vaksin ini sebaiknya diberikan pada anak berusia 24 bulan dan perlu diulang setiap 3 tahun sekali (booster) agar perlindungan tubuhnya maksimal.

3. Vaksin rotavirus

Vaksin rotavirus bisa mencegah infeksi rotavirus, suatu virus penyebab diare yang sering menjadi penyebab kematian pada bayi dan balita jika tidak ditangani dengan tepat.

Terdapat dua jenis vaksin rotavirus, yakni vaksin monovalen dan pentavalen. Keduanya bisa diberikan secara oral dengan jadwal pemberian yang berbeda-beda.

  • Vaksin monovalen diberikan dua kali saat usia anak 6-12 minggu, dengan jarak waktu pemberian selama 8 minggu.
  • Vaksin pentavalen diberikan tiga kali saat usia anak 2 bulan, dengan jarak pemberian per 4-10 minggu. Vaksin ini terakhir maksimal diberikan saat usianya 8 bulan.

Kedua vaksin tersebut sebaiknya sudah selesai dilengkapi saat Si Kecil mencapai 1 tahun.

4. Vaksin pneumokokus (PCV)

Vaksin PCV diberikan untuk melindungi Si Kecil dari infeksi pneumokokus, yakni bakteri penyebab radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), dan infeksi telinga.

Vaksin biasanya diberikan saat anak berusia 7-12 bulan sebanyak dua kali, dengan jarak pemberian dua bulan. Jika Si Kecil berusia lebih dari 2 tahun, vaksin PCV cukup diberikan sebanyak satu kali.

5. Varicella

Vaksin varicella, virus penyebab cacar air, bisa mencegah cacar air yang rentan terjadi pada anak-anak. Vaksin perlu diberikan sebanyak 2 kali, yakni ketika anak usianya 12-15 bulan dan 4-6 tahun. Vaksin ini juga bisa diberikan pada orang dewasa yang belum pernah mengalami cacar air.

6. Vaksin influenza

Vaksin influenza idealnya diberikan setiap tahun. Pemberian vaksin bisa dimulai sejak Si Kecil berusia 6 bulan.

7. Vaksin hepatitis A

Hepatitis A disebabkan oleh infeksi virus yang menyebar melalui makanan atau feses penderitanya. Vaksin hepatitis A diberikan saat Si Kecil berusia 2 tahun sebanyak dua kali, dengan jarak pemberian 6-12 bulan sekali.

Vaksin bisa diberikan 2-3 kali per 6-12 bulan jika Si Kecil berusia lebih dari 2 tahun. Bagi anak yang lebih tua atau orang dewasa, pemberian vaksin perlu diulang setiap 10 tahun sekali.

8. Vaksin human papilloma virus (HPV)

Vaksin HPV diberikan untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap infeksi HPV, virus penyebab kanker serviks (kanker leher rahim). Oleh karena virus ini masuk ke dalam tubuh melalui hubungan intim, maka pemberian vaksin HPV sebaiknya dilakukan pada usia anak-anak, sebelum adanya kemungkinan kemasukan virus akibat hubungan intim.

Pasalnya, vaksin HPV akan berkurang efek perlindungannya apabila diberikan pada orang yang sudah dewasa dan sudah menikah karena ada kemungkinan virusnya sudah masuk lebih dahulu ke dalam tubuh.

Vaksin HPV idealnya diberikan saat Si Kecil berusia 9-12 tahun, Namun jika belum menerima vaksin secara lengkap saat usia tersebut, Anda bisa mendapatkan vaksin saat berusia 13-26 tahun. Yang perlu diingat adalah, pemberian vaksin tidak bisa mengobati infeksi HPV yang sedang terjadi.

Itulah daftar imunisasi tambahan untuk anak yang perlu para orangtua ketahui. Hubungi dokter kami di sini jika Anda punya pertanyaan seputar vaksinasi anak.

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.

Kemenkes RI. Permenkes No. 12 tahun 2017 tentang penyelenggaraan imunisasi.


Author Novi Sulistia Wati, S.KM Novi Sulistia Wati, S.KM
Reviewed by dr. Winner NG dr. Winner NG

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Pentingnya Imunisasi bagi Anak

Imunisasi bukan hanya untuk menjaga kesehatan Si Kecil, melainkan juga kesehatan orang lain di Baca Selengkapnya...

Imunisasi Tambahan untuk Anak

Masih mengacu pada Permenkes No. 12 tahun 2017, ada beberapa imunisasi tambahan yang bisa Anda Baca Selengkapnya...