Influenza dan COVID-19: Perbedaan, Persamaan, dan Manfaat Vaksinasi

Rabu, 10 Februari 2021

Influenza dan COVID-19: Perbedaan, Persamaan, dan Manfaat Vaksinasi

Ada banyak alasan mengapa Anda harus mendapatkan vaksin influenza (flu) setiap tahun. Saat ini pandemi COVID-19 sedang berlangsung, mendapatkan vaksin flu selama tahun 2020-2021 lebih penting dari sebelumnya. Vaksin flu tidak dapat mencegah COVID-19, tetapi dapat mengurangi penyakit flu, kemungkinan rawat inap, dan kematian, serta menghemat sumber daya medis yang merawat pasien terkonfirmasi positif COVID-19.

Simak perbedaan dan persamaan antara influenza dan COVID-19, serta manfaat vaksin influenza dan COVID-19 di masa pandemi seperti saat ini.

Perbedaan Influenza dan COVID-19

Terdapat perbedaan antara influenza dan COVID-19, dari segi kecepatan penularan virus, kelompok orang yang rentan terinfeksi, hingga jumlah kasus kematian. Berikut ini beberapa perbedaannya:


1. Kecepatan Penularan Virus

Kecepatan penularan virus merupakan hal penting yang membedakan antara influenza dan COVID-19. Influenza memiliki masa inkubasi median yang lebih pendek (waktu sejak infeksi hingga muncul gejala) dan interval serial yang lebih pendek (waktu antara terjadinya kasus berturut-turut) daripada virus COVID-19. Interval untuk virus COVID-19 membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 6 hari, sedangkan virus influenza sekitar 3 hari. Ini menunjukkan bahwa virus influenza bisa menyebar lebih cepat daripada virus penyebab COVID-19.

Penularan yang terjadi dalam 3 hingga 5 hari pertama penyakit atau kemungkinan penularan virus sebelum muncul gejala merupakan faktor utama penularan influenza. Sebaliknya, hingga saat ini masih dipelajari bahwa ada orang yang dapat menularkan virus COVID-19 dalam 24 hingga 48 jam sebelum muncul gejala, namun hal ini diperkirakan bukanlah metode penularan yang utama.


2. Jumlah Infeksi Sekunder

Angka infeksi sekunder dari satu individu yang terinfeksi COVID-19 diketahui antara 2 dan 2,5, angkanya lebih lebih tinggi daripada influenza. Namun, perkiraan untuk virus COVID-19 dan influenza sangat bergantung pada konteks dan waktu, sehingga lebih sulit membuat perbandingan langsung.


3. Orang yang Rentan Terinfeksi

Anak-anak adalah kelompok penting penularan virus influenza di masyarakat. Untuk virus COVID-19, data awal menunjukkan bahwa anak-anak lebih sedikit terpengaruh daripada orang dewasa dan tingkat serangan klinis pada kelompok usia 0 sampai 19 tahun lebih rendah. Data awal dari studi di China yang menunjukkan bahwa anak-anak terinfeksi dari orang dewasa, bukan sebaliknya.

Mereka yang paling berisiko terkena infeksi influenza parah adalah anak-anak, wanita hamil, lansia, orang yang memiliki kondisi medis kronis, dan orang yang mengalami imunosupresi. Untuk COVID-19, orang yang rentan terinfeksi yaitu orang yang lebih tua dan orang dengan kondisi medis yang mendasarinya dapat meningkatkan risiko infeksi parah.


4. Gejala Infeksi

Meskipun rentang gejala kedua virus tersebut serupa, fraksi dengan penyakit parah tampaknya berbeda. Untuk COVID-19, data hingga saat ini menunjukkan bahwa 80% infeksi ringan atau asimtomatik, 15% infeksi berat, membutuhkan oksigen dan 5% infeksi kritis, memerlukan ventilasi. Bagian dari infeksi parah dan kritis pada COVID-19 akan lebih tinggi daripada infeksi influenza.


5. Jumlah Kasus Kematian

Kasus kematian akibat COVID-19 lebih tinggi daripada influenza, terutama flu musiman. Meskipun kematian akibat COVID-19 membutuhkan waktu untuk dapat dipahami sepenuhnya, data sejauh ini menunjukkan bahwa rasio kematian kasar (jumlah kematian yang dilaporkan dibagi dengan kasus yang dilaporkan) yakni antara 3% sampai 4%, angka kematian akibat infeksi (jumlah kematian yang dilaporkan dibagi dengan jumlah infeksi) tampaknya akan lebih rendah. Untuk flu musiman, angka kematian biasanya jauh di bawah 0,1%. Kematian sebagian besar ditentukan oleh akses layanan kesehatan dan kualitas perawatan.


Persamaan Influenza dan COVID-19

Virus penyebab COVID-19 dan influenza memiliki gejala penyakit yang serupa. Keduanya menyebabkan penyakit pernapasan yang muncul dalam berbagai macam tingkatan penyakit, dari asimtomatik/tanpa gejala, gejala ringan, penyakit parah, hingga kematian.

Kedua virus ditularkan melalui kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif terinfeksi, tetesan cairan (droplet), dan fomites (benda-benda). Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti menjaga kebersihan tangan dan etika pernapasan yang baik, seperti menutup mulut dan hidung dengan siku atau tisu saat batuk dan bersin, merupakan tindakan penting yang dapat dilakukan semua untuk mencegah infeksi.


Gejala COVID-19 dan Influenza

Baik COVID-19 maupun flu memiliki berbagai tingkat tanda dan gejala, mulai dari tanpa gejala (asimtomatik) hingga gejala yang parah. Gejala umum COVID-19 dan flu meliputi:

  • Demam atau tubuh terasa panas atau menggigil.
  • Batuk.
  • Kelelahan.
  • Sakit kepala.
  • Sakit tenggorokan.
  • Nyeri otot atau nyeri tubuh.
  • Hidung berair atau tersumbat.
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas.
  • Beberapa orang mungkin mengalami muntah dan diare, tapi lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa.

Munculnya Gejala Setelah Terinfeksi

Baik untuk COVID-19 dan flu membutuhkan waktu 1 hari atau lebih untuk seseorang terinfeksi dan ketika mulai mengalami gejala penyakit.


Kecepatan Penyebaran Virus

Untuk COVID-19 dan flu, virus dapat menyebar setidaknya selama 1 hari sebelum mengalami gejala apa pun.


Cara Penyebaran Virus

Virus penyebab COVID-19 dan flu dapat menyebar dari orang ke orang, antara orang-orang yang melakukan kontak dekat satu sama lain dalam jarak sekitar 6 kaki atau 2 meter. Keduanya menyebar terutama melalui tetesan cairan (droplet) yang dibuat saat penderita penyakit COVID-19 atau flu saat batuk, bersin, atau berbicara. Tetesan ini bisa mendarat di mulut atau hidung orang yang ada di dekatnya, juga mungkin terhirup ke dalam paru-paru.

Ada kemungkinan seseorang tertular melalui kontak fisik manusia seperti berjabat tangan atau dengan menyentuh permukaan dan benda yang sudah terpapar virus lalu menyentuh mulut, hidung, atau mata mereka sendiri.

Virus penyebab flu maupun virus yang menyebabkan COVID-19 dapat disebarkan ke orang lain sebelum orang yang terinfeksi mulai menunjukkan gejala, oleh orang dengan gejala ringan, dan oleh orang yang tidak pernah mengalami gejala (asimtomatik).


Vaksin Influenza dan COVID-19

Penting untuk mendapatkan vaksin influenza (flu) di tahun 2020-2021. Simak ringkasan manfaat vaksinasi influenza dan COVID-19 di bawah ini:

  • Vaksinasi flu dapat menghindarkan Anda dari penyakit flu.
  • Vaksinasi flu merupakan alat pencegahan yang penting bagi orang dengan kondisi kesehatan kronis.
  • Vaksinasi flu dapat mengurangi risiko rawat inap terkait flu untuk anak-anak, orang dewasa usia kerja, dan orang dewasa yang lebih tua.
  • Vaksin flu bisa menyelamatkan nyawa anak-anak.
  • Vaksinasi flu membantu melindungi wanita selama dan setelah kehamilan.
  • Telah dibuktikan dalam beberapa penelitian bahwa vaksin flu dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit pada orang yang divaksinasi namun tetap sakit.
  • Mendapatkan vaksinasi sendiri juga dapat melindungi orang-orang di sekitar Anda, termasuk mereka yang lebih rentan terhadap penyakit flu serius, seperti bayi dan anak kecil, orang tua, dan orang dengan kondisi kesehatan kronis tertentu.

Jika Anda atau keluarga memiliki gejala COVID-19 atau pernah melakukan kontak dengan orang terkonfirmasi positif COVID-19, segera hubungi penyedia layanan kesehatan melalui aplikasi LinkSehat agar segera mendapat penanganan yang tepat. Downloadaplikasinya di sini.

Untuk mendaftar swab antigen atau swab PCR, Anda dapat menghubungi WhatsApp kami di 0858 9000 8500

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)
Author Tim LinkSehat Tim LinkSehat
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Mengenal Coronavirus Jenis Baru, 2019-nCoV

Infeksi coronavirus jenis baru ini ditandai dengan demam, batuk, dan sesak napas. Gejala dapat Baca Selengkapnya...

Perbedaan Rapid Test dan Swab Test atau PCR

Ada dua tes yang sering digunakan untuk mendeteksi COVID-19, yaitu rapid test dan swab test atau Baca Selengkapnya...

Mengenal 6 Jenis Vaksin COVID-19 di Indonesia

Vaksinasi hanya akan dilaksanakan setelah vaksin dinyatakan aman dan ampuh serta mendapatkan izin Baca Selengkapnya...