Ketuban Pecah Dini - Gambar Ibu Hamil

Selasa, 04 Agustus 2020

Ketuban Pecah Dini

Link Sehat - Ketuban pecah dini adalah kondisi ketuban pecah sebelum proses persalinan dimulai. Jika ketuban pecah dini terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu, maka disebut ketuban pecah dini pada kehamilan preterm (preterm premature rupture of membrane / PPROM).

Ketuban pecah dini terjadi pada 8-10 persen dari seluruh kehamilan sedangkan PPROM terjadi pada 1 dari 3 kelahiran preterm. Sebanyak 85 persen kematian bayi disebabkan karena kelahiran prematur.

Gejala ketuban pecah dini

Ketuban pecah dini bisa diketahui dari gejala berikut:

  • Mengalirnya air dari vagina. Aliran air dapat berupa merembes, bisa juga mengalir deras dan tiba tiba. Biasanya wanita salah menyangka hal tersebut adalah pipis. Bedanya, cairan ketuban tidak berwarna dan memiliki bau yang berbeda dari pipis.

  • Celana dalam yang basah secara konstan

Penyebab ketuban pecah dini

Pecahnya ketuban yang terjadi di akhir usia kehamilan biasa dikarenakan melemahnya membran ketuban secara natural akibat adanya dorongan kontraksi. Selain itu juga dikarenakan sel pada membran ketuban akan terprogram untuk mati dan mengaktivasi enzim katabolisme sehingga menghasilkan pecahnya ketuban.

Ketuban pecah dini dapat terjadi tanpa ada tanda persalinan sebelumnya seperti mulas. Ketuban pecah dini juga bisa disebabkan oleh peradangan pada membran ataupun infeksi pada rahim.

Faktor lainnya yang berhubungan dengan ketuban pecah dini yaitu:

  • Kondisi sosial ekonomi rendah sehingga tidak kontrol kehamilan secara rutin

  • Infeksi menular seksual seperti klamidia dan gonorrhea

  • Riwayat melahirkan prematur pada kehamilan sebelumnya

  • Perdarahan vagina

  • Panjang serviks yang pendek

  • Merokok selama kehamilan

  • Infeksi saluran kemih

  • Indeks massa tubuh rendah

  • Penyebab yang tidak diketahui

Diagnosis ketuban pecah dini

Ketuban pecah dini didiagnosa dengan mengumpulkan data riwayat medis secara lengkap serta pemeriksaan. Pemeriksaan yang bisa dilakukan yaitu:

  • Pemeriksaan kondisi serviks

  • Pemeriksaan kadar keasaman (pH) pada cairan yang keluar

  • Melihat cairan vagina melalui mikroskop

  • Ultrasound melihat jumlah cairan ketuban

Pengobatan ketuban pecah dini

Penanganan dan pengobatan ketuban pecah dini tergantung dari kondisi kesehatan, riwayat kehamilan dan riwayat medis, kondisi kehamilan, kondisi janin, dan kemampuan tubuh ibu dalam menjalani pengobatan ketuban pecah dini untuk mempertahankan kehamilan.

Penanganan dan pengobatan yang biasa dilakukan yaitu:

  • Konsumsi antibiotik dan tokolitik (obat ini berguna untuk mengurangi kontraksi persalinan)

  • Rawat inap agar dipantau lebih lanjut kondisi rembesan air ketuban

  • Pada beberapa kasus PPROM, membran dapat menutup secara sendirinya sehingga kebocoran air ketuban berhenti

  • Monitor tanda infeksi seperti demam, nyeri, denyut nadi janin meningkat, dan hasil lab

  • Memberikan obat kortikosteroid untuk membantu pengembangan paru janin, namun penggunaan obat tersebut bisa menyamarkan gejala infeksi pada rahim

  • Jika memungkinkan, dokter akan mempertahankan kehamilan minimal hingga usia kehamilan 34 minggu. Jika didapati adanya infeksi plasenta, atau gangguan janin, maka kelahiran tidak dapat ditunda.

Pengobatan tersebut tidak dilakukan semuanya. Penentuan pengobatan yg diberikan tergantung dari usia kehamilan:

  • Usia kehamilan ≥37 minggu: persiapkan persalinan, antibiotik

  • Usia kehamilan 34-37 minggu: persiapkan persalinan, antibiotik

  • Usia kehamilan 24-34 minggu: pertahankan kehamilan, kortikosteroid, antibiotik

  • Usia kehamilan ≤24minggu: persalinan, antibiotik. Tidak perlu kortikosteroid, tokolitik, dan magnesium sulfat.

Dalam mempertahankan kehamilan, maka perlu dilakukan pemeriksaan darah secara rutin serta pemeriksaan USG. Tindakan dan pengobatan yang diambil bisa berubah tergantung dari kondisi ibu dan janin

Pencegahan ketuban pecah dini

Hingga saat ini belum diketahui cara yang efektif dapat mencegah ketuban pecah dini. Namun, kondisi ini erat dengan kebiasaan merokok sehingga ibu hamil disarankan untuk berhenti merokok.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)

Children’s hospital of philadelphia. Premature rupture of membranes (PROM)/ preterm premature rupture of membranes (PPROM).Premature Rupture of Membranes (PROM)/Preterm Premature Rupture of Membranes (PPROM) | Children's Hospital of Philadelphia.
Medscape. 2018. Premature rupture of membranes.Premature Rupture of Membranes: Overview, Premature Rupture of Membranes (at Term), Premature Preterm Rupture of Membranes.
NCBI. 2019. Premature rupture of membranes.Premature Rupture Of Membranes - StatPearls.


Author dr. Kezia Christy dr. Kezia Christy
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Keguguran

Meski banyak dikhawatirkan para ibu hamil, tidak ada langkah spesifik untuk mencegah keguguran Baca Selengkapnya...

Kehamilan Ektopik

Jika tidak segera ditangani, kehamilan ektopik dapat membahayakan ibu dan janin dalam kandungan.