Mengenal GeNose, Alat Baru untuk Skrining COVID-19

Senin, 22 Februari 2021

Mengenal GeNose, Alat Baru untuk Skrining COVID-19

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta membuat sebuah inovasi baru, yaitu GeNose untuk skrining COVID-19. Alat ini berfungsi untuk mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang diproduksi akibat infeksi COVID-19 secara instan dan akurat.

Sejak 5 Februari 2021, tes GeNose mulai diterapkan untuk calon penumpang Kereta Api Jarak Jauh. Namun, ada beberapa pro dan kontra terkait penggunaan GeNose sebagai alat untuk mendeteksi COVID-19. Alat ini dianggap belum menunjukkan bukti secara ilmiah dan rawan menyebarkan virus corona.

Apa Itu GeNose C19?

GeNose adalah alat yang dikembangkan oleh UGM untuk mendeteksi dan mendiagnosis seseorang yang terinfeksi COVID-19 melalui napas. Inovasi orisinil Indonesia ini mampu memperoleh hasil diagnosis secarareal-time.

Alat inovatif ini berfungsi untuk mendeteksiVolatile Organic Compound(VOC) secara instan dan akurat. VOC terbentuk akibat infeksi COVID-19 yang menyebar melalui napas seseorang. Napas yang diskrining melalui sensor, kemudian datanya diproses dengan bantuan kecerdasan buatan untuk hasil deteksinya. Terlepas dari kecepatan dan akurasi GeNose, alat ini dirancang senyaman mungkin untuk dioperasikan secara mandiri di rumah.

GeNose dapat bekerja secara paralel melalui proses diagnosis terpusat dalam sistem untuk memberikan validitas data ke semua perangkat yang terhubung. Data yang sudah dikumpulkan dapat digunakan untuk memetakan, melacak, dan memantau penyebaran pandemi COVID-19.

Uji kalibrasi GeNose telah memperoleh 600 sampel data yang valid di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID Bambanglipuro Yogyakarta. Hasilnya menunjukkan tingkat akurasi GeNose mencapai 97%.

Selain itu, GeNose memasuki tahap uji klinis dan disebarluaskan ke beberapa rumah sakit di Indonesia. Keaslian alat, akurasi data, dan validitas metode yang diterapkan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pengguna untuk segera menggunakan GeNose untuk skrining COVID-19.

Tes GeNose Dapat Mendeteksi COVID-19 dalam 2 Menit

Alat inovasi dari peneliti UGM ini mampu mendeteksi virus corona baru dalam tubuh manusia dengan waktu yang cepat. Anda bisa melihat hasil tes tidak kurang dari 2 menit setelah tes. Dari hasil tersebut akan terlihat apakah Anda diduga positif atau negatif COVID-19.

Dilansir dari laman resmi UGM, salah satu anggota tim peneliti GeNoseKuwat Triyono, menyampaikan bahwa sebelumnya butuh waktu sekitar 3 menit untuk mendeteksi COVID-19. Namun, saat tim peneliti memeriksa GeNose di BIN, hasilnya bisa lebih cepat 80 detik.

Peneliti GeNose lainnya,Dian Kesumapramudya Nurputra, menjelaskan bahwa GeNose berfungsi untuk mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk akibat infeksi COVID-19 yang keluar melalui pernapasan, kemudian sampelnya dimasukkan ke dalam kantung khusus. Selain itu terdapat sensor untuk mengidentifikasi data dan akan dilanjutkan untuk diolah dengan kecerdasan buatan.

Harga Tes GeNose

Selain lebih cepat mendeteksi dan memiliki akurasi yang tinggi, biaya penggunaan GeNose jauh lebih terjangkau daripada tes PCR. Harga satu unit alat GeNose diperkirakan 40 juta rupiah dan bisa digunakan untuk 100 ribu inspeksi. Saat ini kapasitas produksi sekitar 50 ribu unit per bulan.

Sementara untuk harga tes COVID-19 menggunakan GeNose cukup terjangkau, yakni sekitar Rp15.000 hingga Rp25.000. Pengambilan tes embusan napas dianggap lebih nyaman digunakan daripada metodeswab.

GeNose Mulai Digunakan untuk Penumpang Kereta Api

GeNose untuk skrining COVID-19 yang dibuat oleh UGM mulai diterapkan untuk umum, yakni kepada warga yang hendak bepergian dengan Kereta Api Jarak Jauh. Tes GeNose sudah diberlakukan sejak 5 Februari 2021. Layanan ini tersedia di dua stasiun, yaitu Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Pasar Senen.

Sebelum Anda memilih Kereta Api Jarak Jauh sebagai moda transportasi, ketahui cara menggunakan GeNose terlebih dahulu. Ada pun beberapa tahapan yang perlu dilakukan oleh sejumlah penumpang saat pemeriksaan COVID-19 dengan tes GeNose, yaitu:

  • Tarik napas melalui hidung dan embuskan melalui mulut sebanyak 3 kali.
  • Langkah penggunaannya sebanyak 2 kali di awal dengan mengambil napas dan embuskan di dalam masker.
  • Orang yang diperiksa dengan GeNose diminta mengembuskan napas ke dalam tabung khusus pada embusan napas ke-3.
  • Sensor di dalam tabung akan mendeteksi VOC, kemudian datanya akan diolah dengan bantuan kecerdasan buatan.
  • Hasil tes akan diberikan secepat mungkin.

GeNose Dianggap Rawan Penularan COVID-19

Ada banyak pro dan kontra terkait penggunaan GeNose untuk skrining COVID-19. Salah satunyaTri Yunis Miko Wahyono, Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM UI), menilai bahwa penggunaan GeNose sebagai alat deteksi COVID-19 di stasiun masih belum teruji secara ilmiah dan rawan penyebaran virus corona. Inilah yang membuat penggunaannya masih diragukan.

Dilansir dalam CNN Indonesia, Yunis menyampaikan tanggapan bahwa GeNose memang bisa mendeteksi senyawa VOC yang muncul akibat infeksi COVID-19. GeNose belum dapat membuktikan secara ilmiah adanya kandungan VOC di setiap infeksi COVID-19.

Yunis meminta kepada penemu GeNose untuk membuktikan secara ilmiah apakah infeksi COVID-19 menghasilkan senyawa VOC, karena bukti itulah yang ditunggu oleh para ahli. Saat ini banyak ahli yang tidak menyepakati penggunaan GeNose untuk skrining COVID-19 tanpa kepastian data tersebut.

Perbandingan Tes Genose dengan Tes Antibodi

Yunis menyampaikan dalamCNN Indonesia, memang tes antibodi mempunyai akurasi yang lebih rendah bila dibandingkan dengan GeNose, namun antibodi yang ditemukan adalah antibodi yang berasal dari virus, berbeda dengan GeNose, saat ini GeNose belum dapat membuktikan apakah benar infeksi Covid menghasilkan VOC.

Rapid test antibodi adalah tes untuk mendeteksi seseorang memiliki respons imun (antibodi) terhadap virus. Jika Anda terinfeksi virus, sistem kekebalan tubuh khususnya antibodi akan berusaha untuk melawannya. Tes ini dilakukan untuk mendeteksi antibodi tersebut.

Tes antibodi tidak dapat mendiagnosis infeksi virus corona aktif, melainkan hanya memberi tahu apakah Anda pernah terinfeksi di masa lalu, bahkan jika itu terjadi beberapa bulan yang lalu.

Saat ini tes COVID-19 menggunakan GeNose di Indonesia sudah berlaku sejak 5 Februari 2021. Alat ini digunakan untuk skrining COVID-19 jika Anda bepergian menggunakan kereta api. Berdasarkan pantauan timCNN Indonesia, warga yang menggunakan KA Jarak Jauh lebih memilih menggunakan tes GeNose daripada tes antigen.

Menurut Yunis, hasil tes GeNose untuk pelaku perjalanan tidak bisa berlaku seperti swab antigen atau tes PCR. Hasil tes GeNose hanya berlaku satu kali perjalanan di hari yang sama, sehingga Anda harus tes lagi sebelum perjalanan pulang. Ini tentu berbeda dengan hasil swab antigen dan tes PCR yang berlaku selama 3 hari jika Anda hendak melakukan perjalanan jauh.

Apabila Anda mengalami gejala COVID-19, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi LinkSehat. Download sekarang. Atau jika Anda membutuhkan swab antigen dan PCR, hubungi kami melalui WhatsApp 0858 9000 8500 untuk mendaftar.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)
Author Tim LinkSehat Tim LinkSehat
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Perbedaan Rapid Test dan Swab Test atau PCR

Ada dua tes yang sering digunakan untuk mendeteksi COVID-19, yaitu rapid test dan swab test atau Baca Selengkapnya...

Mengenal 6 Jenis Vaksin COVID-19 di Indonesia

Vaksinasi hanya akan dilaksanakan setelah vaksin dinyatakan aman dan ampuh serta mendapatkan izin Baca Selengkapnya...

Keamanan Vaksin COVID-19: Manfaat dan Efek Samping

Ada banyak hal yang mungkin Anda pertimbangkan sebelum mendapatkan vaksin COVID-19, terutama tentang Baca Selengkapnya...