Ilustrasi serviks dengan backgroung merah untuk menggambarkan lokasi pap smear

Kamis, 09 Januari 2020

Pap smear

Link Sehat - Pap smear adalah suatu prosedur untuk mendeteksi kanker serviks secara dini. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengusapkan alat swab pada mulut rahim untuk mengambil sampel sel mulut rahim, lalu akan diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat ada atau tidaknya sel kanker mulut rahim.

Pap smear diperuntukkan bagi semua wanita usia produktif. Anda disarankan untuk melakukan skrining sejak usia 21 tahun. Pada usia tertentu, pemeriksaan pap smear dilakukan bersamaan dengan skrining human papilloma virus (HPV).

Anda tetap disarankan untuk melakukan pap smear setelah menjalani operasi pengangkatan rahim atau mulut rahim. Sebab walaupun mulut rahim telah seluruhnya diangkat, masih ada kemungkinan sel kanker muncul di pangkal vagina.

Berikut rekomendasi waktu pelaksanaan pap smear:

  • Wanita berusia 21-29 tahun, disarankan untuk skrining 3 tahun sekali tanpa tes HPV
  • Wanita berusia 30-65 tahun, disarankan untuk skrining 5 tahun sekali dengan tes HPV. Atau, pap smear 3 tahun sekali tanpa cek HPV
  • Pap smear perlu dilakukan lebih sering jika Anda mengalami penyakit autoimun, kelainan imunologi, atau HIV

Meskipun sudah mendapat vaksin HPV, Anda tetap perlu melakukan pap smear secara rutin.

Anda boleh berhenti melakukan pap smear setelah usia 65 tahun, jika:

  • Tidak ditemukan sel yang berpotensi tumbuh menjadi kanker selama pap smear
  • Tidak terdeteksi sel kanker selama pap smear
  • Hasil tiga tes pap smear terakhir normal secara berurutan
  • Hasil dua tes HPV terakhir negatif secara berurutan

Pap smear dilakukan untuk skrining kanker serviks. Semakin dini kanker dideteksi, maka semakin tinggi kemungkinan untuk sembuh.

Bagaimana pap smear dilakukan?

Pap smear tidak memiliki efek samping sehingga aman untuk dilakukan.

1. Persiapan

Dua hari sebelum pap smear Anda disarankan untuk:

  • Mencuci vagina menggunakan air dan/atau sabun
  • Tidak berhubungan intim
  • Tidak sedang menstruasi, menggunakan antibiotik, atau mengalami infeksi vagina

2. Pelaksanaan

Saat prosedur berlangsung, Anda akan diminta untuk berganti pakaian yang sudah disediakan. Selanjutnya, Anda perlu berbaring di meja pemeriksaan dengan posisi seperti akan melahirkan (disebut posisi litotomi).

Dokter akan memasang alat untuk melebarkan vagina dan melakukan swab/ usapan pada mulut rahim. Kemudian, hasilswabakan dilihat di bawah mikroskop untuk melihat adanya kelainan pada sel mulut rahim.

Anda dapat mengambil hasil pemeriksaan beberapa hari setelahnya.

3. Setelah tindakan

Setelah tindakan, Anda mungkin akan mengalami flek dari vagina. Jika flek berlangsung lama dan disertai dengan keluarnya cairan berbau, nyeri, dan demam, sebaiknya segera bicara ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Di Indonesia, saat ini pap smear mulai rutin dikerjakan. Anda dapat ke puskesmas atau dokter kandungan untuk mendapatkan informasi terkait pelayanan ini. Hubungi Medical Consultant kami di sini jika Anda sedang mencari rekomendasi Rumah Sakit untuk pap smear.

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.

CDC. (2019). What should I know about screening?.
Johns hopkins medicine. Treatments, tests, and therapies. Pap test.
Mayo Clinic. Patient care & health information. Tests & procedure. Pap smear.
The american college of obstetrician and gynecologist. (2017). Cervical cancer screening.


Author dr. Felicia Gunawan dr. Felicia Gunawan
Reviewed by dr. Winner NG dr. Winner NG

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Berbagai Pilihan Pengobatan Kanker

Bersama dengan dokter, Anda dapat menimbang manfaat dan risiko dari setiap pilihan perawatan kanker.

Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang dapat disembuhkan jika terdeteksi dini dan Baca Selengkapnya...