Penyakit A-Z

Polio

Polio

Polio adalah penyakit saraf yang bisa menyebabkan kelumpuhan hingga kematian. Meski bersifat sangat menular, penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi.

Diperkirakan bahwa polio pertama kali muncul sekitar 6000 tahun lalu. Penyakit polio pernah menjadi wabah di Amerika dan negara lain pada tahun 1940 - 1950an sampai akhirnya vaksin ditemukan. Dan sejak tahun 1988, kejadian polio sangat berkurang hingga beberapa negara telah dinyatakan bebas polio, salah satunya Indonesia.

Gejala penyakit polio

Berikut ini gejala penyakit polio yang dapat diamati:

  • Demam
  • Tenggorokan kering
  • Sakit kepala
  • Mual, muntah
  • Mudah lelah
  • Otot-otot tubuh mengecil
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sulit bernafas atau menelan makanan
  • Timbul rasa sakit dan nyeri pada sendi
  • Timbul rasa kejang pada otot
  • Tangan atau kaki sulit digerakan
  • Refleks tangan dan kaki berkurang
  • Rasa kaku/nyeri pada seluruh bagian leher atau punggung
  • Cara jalan berubah

Jika Anda mengalami beberapa gejala berikut lebih baik segera memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab penyakit polio

Penyakit polio disebabkan oleh virus polio yang menyebar melalui udara serta kontaminasi pada makanan dan minuman. Virus ini juga bisa bertahan pada kotoran manusia dan air yang tidak mengalir selama berminggu-minggu.

Seseorang yang sudah terinfeksi virus polio, bahkan meskipun tanpa gejala, tetap dapat menularkan virus ke orang lain.

Anda berisiko tinggi terinfeksi polio jika:

  • Tidak pernah mendapatkan imunisasi polio
  • Sedang hamil
  • Bepergian atau tinggal di daerah endemis polio
  • Berdekatan langsung dengan penderita polio
  • Memiliki sistem imun yang lemah
  • Pernah menjalani prosedur operasi amandel (tonsilektomi)
  • Sedang stres berat dalam waktu lama

Diagnosis penyakit polio

Dalam melakukan diagnosis penyakit polio, Anda mungkin akan menjalani pemeriksaan berikut:

  • Wawancara mengenai gejala dan riwayat kesehatan
  • Pemeriksaan fisik
  • Pengambilan cairan tubuh, seperti air ludah, kotoran dan cairan penyelubung otak

Pengobatan penyakit polio

Penyakit polio tidak dapat disembuhkan, sehingga pengobatan yang dilakukan hanya untuk mengurangi gejala. Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengobati polio:

  • Istirahat cukup
  • Konsumsi antibiotik, obat penghilang rasa nyeri, obat anti kejang
  • Pakai ventilator untuk membantu pernapasan
  • Gunakan handuk hangat untuk meredakan nyeri otot
  • Rehabilitasi paru untuk meningkatkan fungsi paru
  • Lakukan terapi fisiologi (jika terjadi perubahan cara berjalan) atau terapi untuk menyesuaikan cara bernapas yang baik

Pengobatan dilakukan atas anjuran dokter yang memeriksa dan sesuai dengan kondisi pasien.

Mungkinkah polio muncul kembali setelah sembuh?

Setelah sembuh dari polio, Anda tetap berpotensi terinfeksi lagi. Kondisi ini disebut sindrom pasca-polio yang dapat terjadi 15-40 tahun setelah infeksi pertama terjadi. Tanda dan gejala infeksi polio berulang, antara lain:

  • Lemah otot dan nyeri sendi
  • Mudah lelah
  • Otot menyusut dan terasa semakin nyeri
  • Sulit bernapas dan menelan
  • Sulit mengingat dan konsentrasi

Pencegahan penyakit polio

Cara terbaik untuk mencegah polio adalah dengan vaksinasi.

Vaksin polio dapat diberikan sebanyak empat kali, yakni pada saat anak berusia 2 bulan, 4 bulan, antara 6-18 bulan, dan antara 4-6 tahun. Jika setelah vaksinasi polio Si Kecil menunjukkan reaksi alergi atau timbul efek samping lain (seperti demam, sakit kepala, muntah, nyeri otot), segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Anda disarankan untuk vaksinasi polio jika belum mendapatkannya saat kecil. Namun jika sudah, Anda tidak perlu melakukannya lagi.

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.

Mayo Clinic. 2017. Polio.
Healthline. 2016. Polio.


Author dr. Hambrian Wijaya dr. Hambrian Wijaya
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Influenza

Influenza mudah menular ke orang lain, terutama pada 3-4 hari pertama setelah penderitanya Baca Selengkapnya...

Infeksi Coronavirus

Infeksi coronavirus termasuk penyakit menular yang perlu diwaspadai, karena dapat menyebar melalui Baca Selengkapnya...

Middle East Respiratory Syndrome (MERS)

MERS awalnya ditemukan di Arab Saudi pada tahun 2012, kemudian dilaporkan menyebar ke 27 negara di Baca Selengkapnya...

Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)

SARS pertama kali dilaporkan di Guangdong, China pada tahun 2002, tetapi baru teridentifikasi pada Baca Selengkapnya...

Navigation Pengertian Gejala Penyebab Diagnosis Pengobatan Pencegahan