Prostatektomi

Rabu, 23 Desember 2020

Prostatektomi

Link Sehat - Prostatektomi adalah tindakan operasi pengangkatan baik sebagian atau seluruh kelenjar prostat. Kelenjar prostat hanya didapatkan pada pria, terletak di bawah kandung kemih, tepatnya di dalam rongga panggul, berfungsi untuk menghasilkan cairan yang memberi nutrisi dan membantu transportasi sperma.

Siapa yang perlu menjalani prostatektomi?

Prostatektomi (radikal) merupakan salah satu terapi untuk kanker prostat yang masih terlokalisir. Namun, prostatektomi (sederhana) digunakan untuk terapi BPH. Prostatektomi dapat mengurangi keluhan berkemih, diantaranya:

  • Tidak dapat buang air kecil
  • Harus mengejan saat buang air kecil
  • Rasa tidak lampias setelah buang air kecil
  • Sering terbangun dari tidur untuk buang air kecil pada malam hari (nocturia)
  • Sulit memulai buang air kecil
  • Rasa ingin buang air kecil terus-menerus.

Prostatektomi juga perlu dijalankan agar tidak terjadi komplikasi akibat pembesaran prostat yang menyumbat saluran kemih, diantaranya:

  • Infeksi saluran kemih berulang
  • Batu saluran kemih
  • Gangguan fungsi ginjal

Bagaimana cara kerja prostatektomi?

Sebelum operasi, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk meneropong ke dalam saluran kencing menggunakan alat khusus. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengukur seberapa parah sumbatan prostat ke dalam saluran kemih. Pemeriksaan lain seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan urin, dan USG juga dilakukan.

Dokter juga akan meminta Anda menghentikan konsumsi obat pengencer darah (seperti warfarin, clopidogrel) serta obat-obatan penghilang rasa sakit (seperti aspirin, ibuprofen) beberapa hari sebelum operasi untuk mengurangi risiko perdarahan saat operasi.

Berdasarkan kondisi Anda, prostatektomi dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu:

Prostatektomi radikal.Dokter bedah mengangkat seluruh kelenjar prostat dan pembuluh limfa di sekitarnya. Tindakan prostatektomi ini menjadi terapi untuk laki-laki dengan kanker prostat yang terlokalisir. Teknik dari prostatektomi radikal yang biasa digunakan adalah :

  • Prostatektomi radikal yang dibantu dengan robot. Dokter bedah Anda akan membuat beberapa insisi kecil pada perut bawah Anda untuk mengangkat prostat, kemudian menggunakan alat yang disambungkan ke robot (mesin mekanik) untuk membantu gerakan dokter bedah dalam proses pembedahan.
  • Prostatektomi radikal terbuka. Dokter bedah akan membuat insisi yang lebih besar pada perut bawah Anda untuk mengangkat prostat, disebut juga dengan operasi retropubic.
  • Prostatektomi radikal laparoskopi. Dokter bedah menggunakan alat yang disebut dengan laparoskop untuk dimasukkan ke dalam perut Anda dan dipakai untuk mengangkat prostat.

Prostatektomi sederhana.Prosedur ini dilakukan pada pria dengan keluhan berkemih yang diakibatkan oleh membesarnya kelenjar prostat (selain karena kanker prostat). Pembesaran kelenjar prostat ini sangat sering dialami pria di atas umur 60 tahun, disebut juga BPH ataubenign prostatic hyperplasia. Pada prostatektomi sederhana prostat tidak diangkat seluruhnya, namun hanya bagian prostat yang mengganggu atau menghambat aliran kemih yang diangkat.

Adakah efek samping prostatektomi?

Prostatektomi dapat menimbulkan efek samping, sehingga Anda perlu berdiskusi dengan dokter terkait kemungkinan tersebut.

Risiko pada prostatektomi radikal, antara lain:

  • Perdarahan
  • Infeksi saluran kencing
  • Tidak bisa menahan buang air kecil
  • Gangguan ereksi (impotensi)
  • Penyempitan uretra (striktur)
  • Pembentukan kista yang berisi cairan limfa
  • Trauma pada rectum (jarang)

Prostatektomi sederhana juga memiliki risiko berikut:

  • Perdarahan
  • Luka pada struktur di sekitarnya
  • Tidak bisa menahan buang air kecil
  • Orgasme tanpa mengeluarkan cairan mani
  • Gangguan ereksi (impotensi)
  • Penyempitan uretra

Tindakan prostatektomi memiliki risiko dan efek samping, silakan berkonsultasi dengan dokter bedah Anda untuk menentukan terapi yang terbaik.

Bagaimana proses pemulihan pasca prostatektomi?

Sebagian besar pria menginap di rumah sakit untuk 1-3 hari setelah menjalani prostatektomi. Kateter untuk berkemih dipasang selama operasi, dan beberapa pria mungkin membutuhkan kateter setelah pulang dari rumah sakit sampai beberapa hari atau minggu.

Rasa sakit setelah menjalani prostatektomi dapat dikontrol dengan obat-obatan anti nyeri. Dibutuhkan waktu beberapa minggu sampai bulan agar fungsi berkemih dan seksual kembali seperti semula.

Setelah prosedur prostatektomi, diharapkan tetap melakukan kontrol ulang teratur dengan dokter Anda untuk memastikan penyakit sebelumnya (seperti kanker prostat) tidak muncul kembali.

Di mana bisa mendapatkan perawatan prostatektomi?

Prostatektomi dilakukan di rumah sakit yang memiliki kamar operasi, dokter bedah dan dokter anestesi untuk melakukan operasi. Jika Anda membutuhkan rekomendasi dokter/rumah sakit yang telah berpengalaman dalam menjalani perawatan prostatektomi, hubungi Medical Consultant LinkSehat melalui WhatsApp 0857 8000 8707 atau isi formulir konsultasi gratis di sini.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)


Author dr. Nathania Tjuwatja dr. Nathania Tjuwatja
Reviewed by Tim LinkSehat Tim LinkSehat

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Infeksi Saluran Kemih

Pernahkan Anda merasakan nyeri saat berkemih, kencing sedikit-sedikit tapi sering, tidak merasa puas Baca Selengkapnya...

Kanker Prostat

Biasanya kanker prostat tumbuh dengan perlahan dan tidak menimbulkan gejala berat. Kanker prostat Baca Selengkapnya...

Batu Kandung Kemih

Batu kandung kemih adalah sekumpulan mineral yang bersatu menjadi batu di dalam kandung kemih.