20 Mitos dan Fakta tentang COVID-19

Selasa, 27 Oktober 2020

20 Mitos dan Fakta tentang COVID-19

Penanganan pandemi COVID-19 di seluruh dunia, termasuk Indonesia, banyak dipengaruhi oleh informasi seputar virus corona yang beredar. Hanya saja masih banyak informasi palsu yang menyesatkan, sehingga masyarakat sulit membedakan antara informasi berisi fakta dan informasi palsu. Jika dibiarkan terus-menerus, wilayah yang rentan terpapar virus corona akhirnya terjangkit juga.

Jangka waktu penularan sangat bervariasi pada setiap wilayah. Dalam kasus yang parah, penularan virus corona bisa terjadi dalam waktu singkat, sehingga jumlah pasien positif COVID-19 meningkat drastis dan tidak terkendali di wilayah tersebut. Pada akhirnya kondisi ini hanya mempersulit penanganan pasien. Oleh karena itu, masyarakat harus bisa membedakan antara informasi berisi fakta dan informasi palsu.

Mitos dan Fakta Virus Corona

Baik masyarakat awam maupun tenaga medis harus mengetahui informasi ini, terutama tenaga medis yang tidak berkaitan langsung dengan penanganan COVID-19. Penelitian lebih lanjut masih terus dilakukan oleh para ilmuwan untuk memahami secara menyeluruh tentang virus corona.

Dikumpulkan dari situs resmi WHO dan informasi yang berkembang di masyarakat, berikut ini mitos dan fakta seputar virus corona, di antaranya:


1. Sinar Matahari Bisa Membunuh Virus Corona

Dikatakan bahwa sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari bisa membunuh virus corona. Padahal tidak ada bukti yang mendukung pernyataan tersebut. Pada dasarnya sinar matahari bermanfaat untuk memproduksi vitamin D di dalam tubuh agar daya tahan tubuh terhadap serangan virus bisa meningkat.


2. Pengering Tangan Bisa Membunuh Virus Corona

Meski pengering tangan yang biasanya terdapat di samping wastafel dapat menghasilkan panas, tapi alat ini tidak bisa membunuh virus corona.


3. Semprotan Desinfektan Tidak Berbahaya

Ada orang yang beranggapan bahwa semprotan desinfektan tidak berbahaya bagi tubuh. Padahal bahan-bahan yang terkandung di dalam desinfektan tergolong berbahaya, apalagi jika sering terkena tubuh. WHO sendiri tidak merekomendasikan penggunaan desinfektan yang disemprotkan ke tubuh manusia.


4. Lolos Pemeriksaan Suhu Berarti Negatif COVID-19

Jika ada orang yang lolos pemeriksaan suhu, bukan berarti mereka negatif COVID-19. Suhu tubuh yang tinggi hanya salah satu dari beberapa gejala khas virus corona. Diperlukan swab test untuk memastikan apakah orang tersebut benar-benar negatif COVID-19.


5. Minum Alkohol dapat Mencegah Penularan Virus Corona

Faktanya tidak ada bukti akurat yang menunjukkan bahwa minum alkohol dapat mencegah penularan virus corona. Kandungan alkohol hanya disarankan sebagai bahan pembuathand sanitizer saat tidak ada akses untuk mencuci tangan pakai air bersih dan sabun.


6. Virus Corona Menyebar Lewat Paket Kiriman

Benar bahwa virus corona bisa menempel pada permukaan benda, tetapi tidak bertahan selamanya. Demi keamanan Anda dan anggota keluarga, usahakan membuka paket di luar rumah, buang bungkus kemasan, dan segera mencuci tangan pakai air dan sabun sampai bersih.


7. Hewan Peliharaan Bisa Menularkan Virus Corona

Hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa penyebaran virus corona bisa terjadi lewat hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.


8. Vaksin Virus Corona sudah Ditemukan di China

Penelitian oleh para ilmuwan untuk menemukan obat atau vaksin virus corona masih terus dilakukan di banyak negara, termasuk Indonesia. Sudah ditemukannya obat atau vaksin virus corona di China hanya mitos yang berkembang di masyarakat.

9. Virus Corona Bisa Disembuhkan dengan Obat Malaria

Ini merupakan mitos, karena obat malaria klorokuin berbeda dengan obat corona yang tidak efektif untuk menyembuhkan pasien terjangkit virus corona.


10. Pasien Positif COVID-19 dengan Penyakit Penyerta akan Meninggal

Tidak semua pasien positif COVID-19 pasti meninggal karena memiliki penyakit penyerta. Virus corona menyerang sistem pernapasan yang menyebabkan penderitanya mengalami gagal napas hingga meninggal dunia.


11. Air Laut bisa Membasmi Virus Corona

Meskipun sedang berenang di laut atau piknik di pantai, Anda tetap berisiko terpapar virus corona dari penderita positif COVID-19. Itulah mengapa pernyataan bahwa air laut bisa membasmi virus corona hanya mitos.


12. Membunuh Virus Corona dengan Obat Kumur

Faktanya belum ada penelitian yang membuktikan bahwa obat kumur bisa membunuh virus corona.


13. Meletakkan Bawang di Sudut Ruangan Dapat Mencegah Corona

Pernyataan ini hanya mitos, karena belum ada bukti yang menunjukkan bahwa meletakkan bawang di sudut-sudut ruangan dapat mencegah penyebaran virus corona.


14. Minyak Wijen Bisa Mencegah Tubuh Terinfeksi Virus Corona

Faktanya minyak wijen tidak bisa membunuh dan mencegah virus corona masuk ke dalam tubuh.


15. Pasien COVID-19 Berusia Muda Hanya Perlu Isolasi Mandiri di Rumah

Perlu diketahui bahwa isolasi mandiri di rumah hanya direkomendasikan bagi penderita dengan gejala yang tidak berat dan sesuai dengan protokol kesehatan. Sehingga belum tentu pasien COVID-19 yang berusia muda bisa pulih tanpa menjalani perawatan intensif di rumah sakit.


16. Antibiotik Efektif untuk Mencegah Virus Corona

Faktanya, antibiotik hanya efektif untuk melawan bakteri, bukan virus.


17. Virus Corona Bisa Melayang di Udara

Menurut mitos yang berkembang di masyarakat, virus corona bisa melayang-layang di udara. Padahaldropletdari batuk atau bersin akan jatuh ke permukaan. Penting bagi Anda untuk menjaga jarak setidaknya 2 meter dengan orang lain.


18. Virus Corona Bisa Menyebar lewat Sinyal Telepon Seluler

Sejauh ini belum pernah ditemukan virus yang menyebar lewat telepon seluler. Virus corona dapat menyebar lewatdropletpenderita yang batuk atau bersin.


19. Virus Corona Bisa Dibunuh dengan Minum Air Putih

Belum ada bukti yang menunjukkan bahwa minum air putih bisa membunuh virus corona.


20. Orang yang Sembuh dari Virus Corona Tidak Akan Terinfeksi Lagi

Meski kemungkinannya lebih kecil, tetapi orang yang sudah terinfeksi virus corona dan sudah sembuh masih memiliki potensi terjangkit untuk kedua kalinya.

Itu dia mitos seputar virus corona yang perlu diluruskan kebenarannya. Dengan mengetahui mana saja informasi fakta dan mitos, serta menyebarkan fakta kepada masyarakat, berarti Anda turut berkontribusi dalam mencegah bertambahnya kasus positif COVID-19.

Setelah mengetahui fakta virus corona, diharapkan masyarakat menjadi sadar betapa pentingnya untuk menjaga kesehatan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar dari penyakit berbahaya ini.

Jika Anda merasa memiliki gejala COVID-19, segera hubungi Primaya Hospital terdekat melalui aplikasi LinkSehat untukrapid test,tes PCR, dan sejumlah pemeriksaan lainnya. Download di sini.

Disusun ulang berdasarkan artikel “20 Mitos dan Fakta Virus Corona Wajib Kamu Tahu” olehdr Andi Kurniawan, Sp.PD, FINASIM, dokter spesialis penyakit dalam di Primaya Hospital Karawang.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)
Author Tim LinkSehat Tim LinkSehat
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Yang Terjadi pada Tubuh Saat Terinfeksi COVID-19

Per hari Kamis (26/3) kemarin, jumlah kasus positif di Indonesia mencapai 893 orang dengan 780 masih Baca Selengkapnya...

Perbedaan Rapid Test dan Swab Test atau PCR

Ada dua tes yang sering digunakan untuk mendeteksi COVID-19, yaitu rapid test dan swab test atau Baca Selengkapnya...