Anak Susah Minum Obat? Ini Tipsnya

Rabu, 13 Januari 2021

Anak Susah Minum Obat? Ini Tipsnya

Anak susah minum obat menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Dokter setuju bahwa membujuk anak untuk minum obat, terutama jika mereka memiliki kondisi kronis, membutuhkan perjuangan.

Ketika anak sakit, Anda perlu mencari cara agar mereka meminum obat yang dianjurkan oleh dokter. Berikut ini tips dan trik agar anak mau minum obat atau hubungi dokter spesialis anak melalui aplikasi LinkSehat jika membutuhkan bantuan.

Jenis Alat Ukur Dosis Obat

Sekotak obat sirup biasanya sudah berisi cangkir, sendok, atau alat suntik sendiri untuk memastikan Anda memberikan obat dalam dosis yang tepat.

Dr. Tolcher menyarankan untuk selalu menggunakan alat ukur dosis yang disertakan dengan obat. Alat tersebut lebih akurat daripada sendok dapur yang ukurannya bisa bervariasi dan membuat takarannya tidak konsisten dan tidak akurat.

Jika Anda kehilangan alat tersebut, Anda dapat menggunakan alat dari obat yang berbeda atau membeli penggantinya di apotek. Pastikan alat yang baru memiliki tanda dengan satuan yang dibutuhkan, seperti mililiter, sendok teh, atau keduanya.

Beberapa alat ukur dosis yang bisa Anda gunakan yaitu:

  • Cangkir dosis.Untuk anak-anak yang cukup besar untuk minum dari cangkir dan tidak tumpah, gunakan cangkir dosis yang memiliki nomor di sampingnya untuk membantu menuangkan obat dalam jumlah yang tepat.
  • Sendok takar. Bentuknya seperti tabung reaksi dengan sendok di ujungnya dan paling cocok digunakan untuk anak-anak yang bisa minum dari cangkir, tapi kemungkinan besar akan tumpah.
  • Dropper.Alat ini digunakan untuk bayi dan anak kecil yang tidak bisa minum dari cangkir. Setelah memasukkan obat sesuai jumlah yang dianjurkan dokter, segera berikan pipet kepada anak karena dapat menetes.
  • Suntikan.Alat ini memungkinkan Anda menyemprotkan obat ke bagian belakang mulut bayi atau anak kecil, di tempat yang kecil kemungkinannya untuk tumpah. Beberapa alat suntik dilengkapi dengan tutup untuk mencegah kebocoran. Namun, tutup suntikan berisiko menyebabkan anak tersedak. Pastikan Anda sudah melepas tutup suntikan sebelum memasukkannya ke dalam mulut anak.

Anda juga bisa menggabungkan dua alat ukur dosis menjadi satu. Misalnya Anda mengukur jumlah obat menggunakan suntikan, karena dapat mengukur dengan akurat. Lalu, masukkan obat dari suntikan ke dalam cangkir jika itu yang disukai anak-anak.

Tips Agar Anak Mau Minum Obat

Jika sudah menyiapkan obat sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter, sekarang saatnya memberikan obat tersebut kepada anak. Namun, beberapa anak susah minum obat dan Anda harus melalui drama yang membuat frustasi.

Anda tidak perlu khawatir. Ikuti tips dan trik agar anak mau minum obat di bawah ini.

1. Tunjukkan Sikap Positif

Dilansir dalam Everyday Health, seorang dokter anak di Cleveland Clinic Children's di Ohio,Kimberly Giuliano, M.D., menyarankan saat memberikan obat kepada anak, Anda perlu menunjukkan sikap yang positif.

Anak-anak yang berusia lebih besar sering menanggapi alasan mengapa mereka harus minum obat, sedangkan anak-anak yang berusia lebih kecil akan melihat isyarat dari emosi. Anak-anak dapat menangkap nada negatif dan bahasa tubuh. Semakin Anda frustasi saat memberikan obat, anak akan semakin menolak Anda.

Sebaiknya anak yang berusia 10 bulan tidak melihat obatnya. Alissa Robinson, dari Colorado Springs, menemukan caranya, yakni dengan membaringkan anak, menutup matanya beberapa kali sambil bermain ciluk ba, lalu menutup matanya lagi saat Anda memasukkan obat ke mulutnya. Anak akan menelan obat sebelum menyadari apa yang sedang terjadi.

2. Berikan Anak Kendali

Ketika anak sakit, mereka merasa kehilangan kendali. Meskipun minum obat bukanlah pilihan, Anda bisa memberi mereka pilihan sederhana dan biarkan mereka berlatih memberi obat pada boneka atau mainannya.

Untuk anak-anak yang sudah cukup besar, jelaskan mengapa mereka perlu minum obat. Jelaskan bagaimana cara kerja obat untuk menyembuhkan penyakit mereka. Jika ada pilihan rasa obat, biarkan anak yang memilih. Berikut ini pilihan sederhana yang bisa Anda ajukan:

  • Bagaimana cara minum obat? Dari jarum suntik atau cangkir?
  • Kapan minum obat? Sebelum atau sesudah berpakaian?
  • Di mana tempat minum obat? Di meja makan atau duduk di sofa sambil menonton televisi?

Anak mungkin lebih suka minum obat sendirian atau mungkin membutuhkan bantuan Anda. Terlepas dari pilihan mereka, selalu pastikan anak Anda diawasi saat minum obat.

3. Meminta Bantuan Dokter

Guiliano menyarankan sebaiknya meminta bantuan dokter jika Anda mengalami masalah saat anak susah minum obat. Dokter mungkin dapat memilih obat yang rasanya lebih enak atau lebih pekat dan lebih jarang diminum.

Minta dokter meresepkan beberapa obat dengan konsentrasi yang lebih tinggi, sehingga obat yang perlu diminum oleh anak lebih sedikit, kataChristopher Tolcher, M.D., asisten profesor pediatri di University of Southern California.

Misalnya, alih-alih memberikan satu sendok teh obat dengan konsentrasi 50 mg, anak Anda hanya perlu minum setengah sendok teh dari konsentrasi 100 mg. Itu sama dengan jumlah obat dalam dosis yang lebih kecil.

4. Pertimbangkan Obat Rasa Manis

Beberapa produsen obat menambahkan rasa seperti pisang, anggur, dan semangka ke dalam obat sirup anak-anak secara gratis. Rasa manis tersebut menjadi pengalaman menyenangkan bagi anak-anak yang sudah cukup besar untuk memilih sendiri.

Mungkin ada pilihan rasa untuk beberapa jenis obat. Apoteker dapat menggunakan produk yang disebut FLAVORx untuk membuat obat terasa lebih enak. Jika anak susah minum obat, tanyakan kepada dokter tentang pilihan tersebut.

FLAVORx adalah penyedap farmasi yang digunakan oleh apoteker dan dokter hewan untuk meningkatkan rasa cairan yang dijual bebas dan obat resep.

5. Hangatkan Obat

Obat tetes mata sulit diberikan, terutama saat anak kecil tersentak dan menggeliat. Tips memberikan obat mata kepada anak yakni pegang botol di tangan Anda selama dua hingga tiga menit untuk menghangatkannya dengan suhu tubuh. Terkadang obat tetes mata yang dingin tidak nyaman.

Setelah itu, baringkan anak dan teteskan obat ke sudut dalam matanya. Meskipun matanya tertutup, sebagian tetesan obat akan mengalir ke dalam saat anak membuka mata. Anda mungkin membutuhkan bantuan orang dewasa lain untuk menahannya.

6. Jujur Kepada Anak

Ketika nalar anak mulai berkembang pada usia 3 tahun atau lebih tua, jangan berbohong kepada anak. Beri tahu mereka bahwa obat yang akan diminum memiliki rasa yang tidak enak. Jangan pula menyebut obat sebagai permen. Anda tentu tidak ingin anak mencari obat dan berisiko mengalami overdosis, kata Dr. Tolcher.

Daripada berbohong, lebih baik Anda membujuk anak dengan sikap positif. Berikan pujian kepada anak saat mereka berhasil minum obat tanpa kesulitan. Hal ini dilakukan agar anak Anda menyadari bahwa minum obat bukanlah hukuman. Jangan pernah mengancam akan memberi suntikan jika anak tidak meminum obatnya.

Selalu ada solusi untuk menghadapi anak yang susah minum obat. Ikuti beberapa tips di atas atau hubungi dokter spesialis anak melalui aplikasi LinkSehat jika Anda butuh bantuan. Download sekarang.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)
Author Tim LinkSehat Tim LinkSehat
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Pentingnya Imunisasi bagi Anak

Imunisasi bukan hanya untuk menjaga kesehatan Si Kecil, melainkan juga kesehatan orang lain di Baca Selengkapnya...

Imunisasi Dasar untuk Anak

Imunisasi memperkuat sistem imun anak dalam melawan berbagai penyakit.

Imunisasi Tambahan untuk Anak

Masih mengacu pada Permenkes No. 12 tahun 2017, ada beberapa imunisasi tambahan yang bisa Anda Baca Selengkapnya...