Penyakit A-Z

Bell's Palsy

Bell's Palsy

Bell’s palsy adalah gangguan pada saraf yang bersifat akut dan terjadi secara tiba-tiba, biasa ditandai dengan kelumpuhan (paralisis) atau kelemahan (parese) dari satu saraf. Saraf yang paling sering terkena adalah saraf wajah.

Bell’s palsy diambil dari nama seorang anatomis bernama Sir Charles Bell.

Gejala Bell’s palsy

Bell's palsy ditandai dengan gejala kelemahan atau kelumpuhan dari saraf wajah secara tiba-tiba danunilateral (terjadi hanya pada sebelah sisi). Hal ini menyebabkan otot-otot terganggu sehingga sebagian atau seluruh otot pada sisi wajah yang terkena tidak dapat digerakan.

Gejala lain Bell’s palsy yang dapat muncul, antara lain :

  • Salah satu sisi mulut tidak bisa digerakkan, air liur terkadang keluar
  • Kesulitan untuk mengunyah makanan
  • Menurunnya kemampuan untuk mengecap rasa
  • Kelopak mata tidak bisa ditutup dengan sempurna sehingga mungkin menyebabkan luka pada mata
  • Satu sisi wajah yang tampak lebih “jatuh”
  • Nyeri pada telinga sekitar 1-2 hari sebelum ada kelemahan pada wajah

Jika Anda mengalami keluhan seperti di atas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan selanjutnya.

Penyebab Bell’s palsy

Penyebab Bell’s palsy tidak diketahui (idiopatik). Namun, beberapa infeksi virus (seperti virus herpes simplex) dicurigai sebagai penyebab akut dari kelumpuhan wajah. Peradangan dan pembengkakan pada saraf wajah juga berperan penting dalam terjadinya Bell’s palsy.

Diagnosis Bell’s palsy

Tidak ada pemeriksaan spesifik untuk mendiagnosis Bell’s palsy. Biasanya akan dilakukan wawancara terkait keluhan, lalu melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang untuk menegakkan diagnosis.

Dokter akan meminta Anda untuk menggerakkan otot-otot wajah dengan cara menutup kedua mata, mengangkat kedua alis, menyeringai/menunjukkan gigi, dan gerakan lainnya.

Perlu diketahui bahwa kondisi lain seperti stroke, infeksi, atau tumor dapat memiliki gejala yang serupa dengan Bell’s palsy (seperti kelemahan otot wajah). Sehingga jika penyebab dari gejala yang muncul tidak diketahui dengan pasti, dokter akan menyarankan beberapa pemeriksaan berikut:

  • EMG (elektromiografi), yaitu pemeriksaan untuk mengkonfirmasi kerusakan saraf dan derajat keparahannya. EMG mengukur aktivitas elektrik pada otot yang mendapat stimulasi impuls elektrik dari saraf.
  • MRI atau CT Scan dapat menyingkirkan kemungkinan penyebab lain yang menekan saraf wajah seperti tumor atau gangguan pada tulang tengkorak.

Pengobatan Bell’s palsy

Sebagian besar penderita Bell’s palsy dapat sembuh sendiri, baik dengan atau tanpa pengobatan. Tujuan dari pengobatan Bell’s palsy adalah untuk memperbaiki fungsi saraf wajah dan mempercepat pemulihan.

Tidak ada pengobatan yang sama untuk setiap individu. Dokter Anda akan menyarankan pengobatan bergantung pada kondisi Anda. Namun secara umum, berikut ini pilihan pengobatan untuk mengatasi Bell’s palsy :

  • Pemberian obat-obatan, misalnya obat anti radang untuk mengurangi pembengkakan pada saraf wajah dan obat antiviral. Konsumsi obat anti radang dapat bekerja maksimal jika dikonsumsi pada saat awal gejala muncul. Penggunaan obat-obatan sebaiknya sesuai dengan anjuran dokter.
  • Terapi fisik. Otot-otot yang mengalami kelumpuhan dapat mengerut dan memendek sehingga menyebabkan terjadinyakontraktur yang bersifat permanen. Terapi fisik seperti pijatan atau latihan khusus untuk otot wajah dapat mencegah kontraktur.
  • Operasi. Pada beberapa kasus Bell’s palsy, tindakan operasi dibutuhkan untuk mengurangi sisa gejala jangka panjang.

Semua pasien dengan Bell’s palsy membutuhkan perawatan mata dengan seksama untuk mencegah kornea mata menjadi kering dan terluka karena kelopak mata yang tidak dapat ditutup dengan sempurna.

Bisakah Bell’s Palsy sembuh total?

Bell’s palsy merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri. Sebagian besar pasien dapat sembuh total dalam waktu beberapa bulan sampai tahun. Namun sepertiga pasien memiliki gangguan saraf wajah yang kronis dan permanen. Untuk pasien seperti ini, tindakan operasi dan suntikanbotulinum toxin dapat dianjurkan untuk mengurangi sisa gejala jangka panjang.

Pencegahan bell’s palsy

Bell’s palsy tidak dapat dicegah atau dihindari karena penyebabnya belum diketahui.

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.
Author dr. Nathania Tjuwatja dr. Nathania Tjuwatja
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Penyakit Parkinson

Parkinson membuat penderitanya sulit mengendalikan pergerakan tubuh akibat penurunan fungsi saraf.

Disfagia, Kondisi Sulit Menelan

Disfagia membuat proses penyaluran makanan/minuman dari mulut ke lambung lebih sulit karena butuh Baca Selengkapnya...

Anosmia

Pada beberapa orang, anosmia dapat terjadi secara permanen sebagai tanda dari penyakit lain, salah Baca Selengkapnya...

Navigation Pengertian Gejala Penyebab Diagnosis Pengobatan Pencegahan