Penyakit A-Z

Anosmia - Seorang pria sedang mencium aroma keju

Anosmia

Link Sehat - Anosmia adalah kondisi hilangnya kemampuan seseorang untuk mencium bau. Bagi sebagian besar orang, anosmia dapat terjadi sementara akibat hidung tersumbang karena flu. Setelah hidung tidak tersumbat, kemampuan untuk mencium akan kembali normal.

Namun pada beberapa orang, termasuk lansia, anosmia dapat terjadi secara permanen sebagai tanda dari penyakit lain yang lebih serius.

Gejala anosmia

Saat mengalami anosmia, Anda tidak dapat merasakan aroma atau bau. Kondisi ini dapat membahayakan diri Anda, karena misalnya akibat anosmia membuat Anda tidak bisa mencium bau dari gas yang bocor, asap akibat kebakaran, maupun susu basi.

Jika Anda merasakan hilangnya kemampuan untuk mencium bau yang tidak berhubungan dengan hidung tersumbat akibat flu atau alergi serta tidak membaik dalam waktu 1-2 minggu, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan selanjutnya.

Penyebab anosmia

Penyebab anosmia yang paling sering adalah hidung tersumbat akibatflu, reaksi alergi, infeksi sinus, atau polusi udara. Namun, anosmia juga dapat disebabkan oleh kondisi serius lainnya, seperti:

  • Usia tua, dimana kemampuan melihat, mendengar, serta mencium bau berkurang.
  • Paparan terhadap zat kimia beracun seperti pestisida.
  • Efek pengobatan seperti antibiotik, obat anti depresi, anti radang, dan lain-lain.
  • Penggunaan kokain yang berlebihan.
  • Masalah kesehatan seperti penyakit Alzheimer, Parkinson, kekurangan nutrisi, penyakit bawaan atau gangguan hormon, polip nasal, hingga trauma kepala yang menyebabkan luka pada hidung atau saraf penciuman.
  • Pernah mendapatkan terapi radiasi untuk kanker kepala dan leher.

Diagnosis anosmia

Dokter akan melakukan wawancara mengenai keluhan Anda.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama pada hidung. Dokter menggunakan alat khusus untuk membantu melihat ke dalam hidung apakah terdapat polip atau infeksi yang menyebabkan gangguan penciuman.

Jika penyebab anosmia belum dapat ditentukan dengan tepat, maka pemeriksaan selanjutnya akan dilakukan oleh dokter spesialis telinga hidung dan tenggorokan. Pemeriksaan seperti CT Scan mungkin dibutuhkan untuk melihat area hidung lebih jelas.

Pengobatan anosmia

Pengobatan anosmia sangat bergantung kepada penyebabnya. Anosmia yang disebabkan oleh flu atau reaksi alergi mungkin tidak membutuhkan penanganan khusus karena keluhan akan segera membaik. Menggunakan obat jangka pendek seperti dekongestan dapat membuat hidung tersumbat mereda dan Anda dapat bernafas lebih mudah. Namun bila rasa tersumbat pada hidung tidak membaik, segera hubungi dokter.

Jika terdapat polip yang menyumbat hidung, penanganan yang mungkin ditawarkan adalah operasi untuk mengangkat sumbatan dan mengembalikan fungsi penciuman.

Jika obat-obatan tertentu yang menyebabkan anosmia, silakan hubungi dokter untuk mengganti obat-obatan dengan obat yang tidak mengganggu penciuman. Namun, jangan menghentikan pengobatan tanpa memberi tahu dokter Anda terlebih dahulu.

Jika penyebab anosmia adalah akibat infeksi tertentu, Anda mungkin membutuhkan antibiotik atau penanganan spesifik lain sesuai dengan infeksinya.

Bisakah anosmia sembuh total?

Anosmia yang disebabkan oleh flu atau reaksi alergi akan segera membaik dan kemampuan untuk mencium bau dapat kembali dengan normal. Namun pada beberapa kasus (terutama lansia), kemampuan penciuman mungkin tidak dapat diobati.

Untuk menghindari risiko bahaya akibat anosmia, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Tidak merokok.
  • Memasang alat pendeteksi asap atau kebakaran di rumah atau tempat kerja.
  • Mengganti kompor gas dengan kompor elektronik.
  • Selalu mengecek tanggal kadaluarsa dari makanan yang akan dikonsumsi.
  • Baca dengan teliti kandungan zat kimia yang terdapat pada produk seperti pembersih lantai, pestisida, atau bahan kimia yang kuat.
  • Pada beberapa orang yang mengalami anosmia, nafsu makan akan menurun sehingga penting untuk tetap menjaga nutrisi yang seimbang. Bila perlu, buat pengingat waktu makan agar tubuh tetap sehat.

Pencegahan anosmia

Anosmia selain akibat efek samping pengobatan bisa dicegah dengan menghindari faktor risikonya, yakni tidak merokok, tidak menyalahgunakan NAPZA, dan membatasi paparan zat kimia tertentu.

Saat ini anosmia menjadi salah satu gejala COVID-19. Jika Anda mengalami gejala anosmia, lakukan telekonsultasi gratis dengan dokter melalui aplikasi LinkSehat di sini.

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.

Medline Plus. (2019). Smell-impaired.


Author dr. Nathania Tjuwatja dr. Nathania Tjuwatja
Reviewed by dr. Winner NG dr. Winner NG

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Influenza

Influenza mudah menular ke orang lain, terutama pada 3-4 hari pertama setelah penderitanya Baca Selengkapnya...

Batuk Pilek

Batuk pilek termasuk infeksi virus yang ringan dan dapat sembuh sendiri. Untuk mempercepat Baca Selengkapnya...

FAQ Seputar Covid-19

Buat yang masih penasaran soal Covid-19, berikut fakta yang perlu diketahui.

Navigation Pengertian Gejala Penyebab Diagnosis Pengobatan Pencegahan