Penyakit A-Z

Delirium

Delirium

Delirium adalah kondisi dimana seseorang secara tiba-tiba mengalami kebingungan, tidak dapat fokus atau berpikir dengan jelas. Kondisi ini dapat menjadi tanda dari banyak masalah kesehatan.

Delirium berbeda dengan demensia yang menunjukkan perubahan gejala dalam hitungan bulan atau tahun. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, baik usia tua ataupun muda.

Gejala delirium

Gejala delirium dapat berbeda-beda pada tiap orang.

Sebagian penderita delirium menjadi pendiam dan menarik diri (disebut dengandelirium hipoaktif), sedangkan beberapa lainnya mengalami kegelisahan atau rasa kesal (disebutdelirium hiperaktif) maupun kombinasi keduanya.

Gejala delirium lain yang dapat muncul, antara lain :

  • Sulit fokus
  • Tampak seperti kebingungan
  • Bergumam atau berbicara tidak masuk akal
  • Tidak mengenal orang atau tempat mereka berada (disorientasi)
  • Mudah marah untuk alasan yang tidak jelas
  • Melihat hal-hal yang tidak nyata (halusinasi)
  • Mengalami gangguan tidur
  • Mudah cemas, marah, dan paranoid
  • Perubahanmood yang tidak dapat diprediksi
  • Perubahan kepribadian

Gejala delirium tersebut dapat muncul secara tiba-tiba, lalu menghilang atau bertambah buruk seiring waktu. Jika Anda, teman, atau anggota keluarga mengalami gejala delirium, segera berkonsultasi dengan dokter.

Penyebab delirium

Delirium terjadi ketika sinyal yang dihantarkan dan diterima otak mengalami gangguan. Gangguan ini disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor yang membuat aktivitas otak terganggu. Beberapa faktor tersebut diantaranya :

  • Berusia lebih dari 65 tahun
  • Kecanduan alkohol atau NAPZA
  • Keracunan zat kimia tertentu, seperti karbon monoksida dan sianida
  • Kekurangan natrium atau kalsium pada tubuh
  • Kekurangan gula darah (terutama pada penderita diabetes)
  • Malnutrisi (kekurangan nutrisi) atau dehidrasi
  • Mengalami penyakitParkinson, demensia, kejang, stroke, kanker, serta masalah pada jantung, ginjal, hati, paru-paru, dan tiroid
  • Infeksi tertentu terutama pada anak-anak

Diagnosis delirium

Dokter mendiagnosisdelirium dengan melakukan wawancara terkait keluhan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan khusus seperti berikut :

  • Pemeriksaan status mental. Dokter akan mulai dengan mengevaluasi tingkat kesadaran, perhatian / minat (atensi), dan kemampuan berpikir seseorang. Hal ini dilakukan dengan melakukan percakapan sehari-hari atau menggunakan panduan pertanyaan khusus yang dapat melihat kemampuan persepsi dan ingatan seseorang. Informasi tambahan dari anggota keluarga akan sangat membantu.
  • Pemeriksaan saraf untuk melihat fungsi penglihatan, keseimbangan, koordinasi, dan refleks pada tubuh seseorang. Pemeriksaan ini dapat menentukan apakahstrokeatau penyakit gangguan saraf lain menjadi penyebabdelirium.
  • Pemeriksaan penunjang lain untuk memeriksa darah rutin, urin, dan pemindaian otak dapat dilakukan apabila diagnosis masih belum bisa ditegakkan dari pemeriksaan sebelumnya.

Pengobatan delirium

Tujuan utama dari pengobatandelirium adalah untuk mengetahui penyebab atau faktor yang dapat memicu kondisi ini. Pengobatan lainnya dapat berfokus untuk menciptakan lingkungan yang baik untuk proses pemulihan otak.

1. Perawatan suportif

Perawatan ini dapat membantu mencegah komplikasi daridelirium. Perawatan ini juga biasa dilakukan saat rawat inap di Rumah Sakit untuk :

  • Menjaga agar jalur napas tetap terbuka
  • Memberikan terapi cairan dan nutrisi
  • Mencegah perubahan lingkungan sebisa mungkin
  • Memberikan semangat dan dukungan kepada anggota keluarga

2. Menghindari obat-obatan

Penggunaan obat-obatan yang dapat memicu gejaladelirium sebaiknya dihindari atau dikurangi. Namun, ada beberapa obat yang harus diberikan pada situasi tertentu, misalnya ketika penderita mengalami gejala yang membahayakan diri sendiri atau orang lain.

Pencegahan delirium

Pencegahan terbaik adalah dengan menghindari faktor risiko atau penyebabnya. Namun, jika Anda atau kenalan Anda pernah memiliki riwayatdelirium sebelumnya, hal-hal di bawah ini dapat membantu mencegah terjadinyadelirium kembali, yaitu:

  • Menerapkan gaya hidup sehat
  • Mencatat hal-hal yang harus dilakukan kembali jika terjadidelirium
  • Membawa data diri atau nomor yang bisa dihubungi agar mudah dikenali jika penderitadelirium tersesat saat berada di luar rumah
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dengan dokter Anda untuk memantau kondisi kesehatan dan evaluasi obat-obatan yang dikonsumsi

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.
Author dr. Nathania Tjuwatja dr. Nathania Tjuwatja
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Demensia

Penyakit demensia tidak dapat disembuhkan, tetapi ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk Baca Selengkapnya...

Penyakit Alzheimer

Penyakit alzheimer merupakan penyebab umum demensia, yakni penurunan progresif dalam kemampuan Baca Selengkapnya...

Navigation Pengertian Gejala Penyebab Diagnosis Pengobatan Pencegahan