Kapan Bayi Tabung Harus Dilakukan?

Senin, 31 Mei 2021

Kapan Bayi Tabung Harus Dilakukan?

LinkSehat - Menentukan kapan bayi tabung harus dilakukan merupakan keputusan besar. Program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) membutuhkan biaya yang cukup tinggi dan prosedurnya kompleks. Anda harus yakin bahwa Anda dan pasangan menginginkan keturunan.

Bayi tabung menjadi pilihan ketika pengobatan infertilitas lainnya tidak berhasil. Berikut ini waktu yang tepat untuk bayi tabung yang bisa menjadi pertimbangan Anda dan pasangan. 

Kapan Bayi Tabung Harus Dilakukan?

Waktu yang tepat untuk menjalani program bayi tabung yaitu ketika kemungkinan hamil dengan IUI rendah, tetapi relatif lebih tinggi dengan bayi tabung. Ini termasuk rusaknya tuba falopi, endometriosis sedang sampai berat, adhesi panggul, dan faktor ketidaksuburan (infertilitas) ringan pada pria.

IUI atau intrauterine insemination adalah perawatan kesuburan yang relatif sederhana, dapat dilakukan dengan atau tanpa obat kesuburan. IUI melibatkan pemindahan air mani yang telah dicuci dan dikonsentrasikan langsung ke dalam rahim melalui kateter tipis. Prosedur ini dilakukan sekitar waktu ovulasi atau ketika Anda menggunakan obat kesuburan untuk meningkatkan kemungkinan pembuahan.

Anda dapat memilih bayi tabung jika hanya memiliki waktu singkat untuk program hamil alami karena faktor usia, cadangan ovarium berkurang, ketika ada kebutuhan PGT (preimplantation genetic testing), dan ketika ada kebutuhan donor sel telur. 

Konsultasi Dokter Online jika Anda sebelum memutuskan untuk melakukan IUI atau bayi tabung. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan ahli endokrinologi reproduksi berpengalaman yang dapat menyediakan semua jenis pengobatan, termasuk untuk stimulasi ovarium, IUI, pembedahan, dan IVF.

Menentukan perawatan kesuburan yang tepat sesuai kondisi Anda bisa menjadi tantangan yang kompleks. Namun, menginvestasikan waktu dan uang Anda akan terbayarkan untuk memiliki calon buah hati kelak. 

Pertimbangan Sebelum Bayi Tabung

Embrio yang tidak digunakan dalam percobaan pertama bayi tabung Anda dapat dibekukan, sehingga bisa digunakan di kemudian hari. Jika Anda tidak menginginkan sisa embrio tersebut, Anda dapat mendonorkannya kepada pasangan lain yang mengalami gangguan kesuburan. Anda juga bisa meminta klinik untuk menghancurkan embrio tersebut. Namun, Anda dan pasangan harus setuju sebelum klinik mendonorkan atau menghancurkan embrio.

Berapa Tingkat Keberhasilan Bayi Tabung?

Tingkat keberhasilan bayi tabung tergantung pada sejumlah faktor, termasuk penyebab gangguan kesuburan, di mana Anda menjalani prosedur, dan usia Anda. 

Usia wanita merupakan faktor utama keberhasilan bayi tabung. Wanita yang berusia di bawah 35 tahun dan menjalani program bayi tabung memiliki peluang 39,6% untuk melahirkan, sedangkan wanita di atas usia 40 memiliki peluang 11,5%. Namun, CDC menemukan bahwa tingkat keberhasilan program bayi tabung meningkat di setiap kelompok usia, karena tekniknya disempurnakan dan dokter lebih berpengalaman.

IVF biasanya tidak direkomendasikan untuk wanita di atas usia 42 tahun, karena kemungkinan kehamilan dianggap terlalu rendah. Dilansir dalam NHS, di antara tahun 2014 dan 2016, persentase perawatan bayi tabung yang menghasilkan kelahiran hidup adalah:

  • 29% untuk wanita di bawah 35 tahun.
  • 23% untuk wanita berusia 35 hingga 37 tahun.
  • 15% untuk wanita berusia 38 hingga 39 tahun.
  • 9% untuk wanita berusia 40 hingga 42 tahun.
  • 3% untuk wanita berusia 43 hingga 44 tahun.
  • 2% untuk wanita berusia di atas 44 tahun.

Angka di atas merupakan hasil dari wanita yang menggunakan sel telur mereka sendiri dan sperma pasangannya.

Adakah Risiko Bayi Tabung?

Ketahui apa saja risiko bayi tabung sebelum memulai prosedurnya, seperti:

1. Kelahiran kembar

Menjalani program bayi tabung meningkatkan risiko kelahiran kembar jika ada lebih dari satu embrio yang dipindahkan ke rahim. Kehamilan dengan banyak janin memiliki risiko persalinan dini dan berat lahir rendah yang lebih tinggi daripada kehamilan dengan janin tunggal.

2. Persalinan prematur dan berat lahir rendah

Penelitian menunjukkan bahwa bayi tabung sedikit meningkatkan risiko bayi lahir lebih awal atau dengan berat badan lahir rendah.

3. Keguguran

Tingkat keguguran pada wanita yang hamil lewat prosedur bayi tabung dengan embrio segar serupa dengan wanita yang hamil secara alami, yakni sekitar 15% hingga 25%. Angka tersebut akan meningkat seiring usia ibu.

4. Kehamilan ektopik

Sekitar 2% hingga 5% wanita yang menggunakan IVF akan mengalami kehamilan ektopik. Sel telur yang telah dibuahi tidak dapat bertahan hidup di luar rahim, sehingga kehamilan tidak bisa dilanjutkan.

5. Cacat lahir

Usia ibu adalah faktor risiko utama perkembangan cacat lahir. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengetahui apakah bayi yang dikandung lewat prosedur IVF dapat meningkatkan risiko cacat lahir tertentu.

6. Sindrom hiperstimulasi ovarium

Penggunaan obat suntik kesuburan, seperti human chorionic gonadotropin (HCG), untuk menginduksi ovulasi dapat menyebabkan sindrom hiperstimulasi ovarium, yaitu kondisi ketika ovarium bengkak dan nyeri.

Gejala biasanya berlangsung seminggu, seperti sakit perut ringan, kembung, mual, muntah, dan diare. Jika Anda hamil, gejala mungkin berlangsung selama beberapa minggu. Terkadang kondisi ini dapat berkembang lebih parah yang menyebabkan penambahan berat badan signifikan dan sesak napas.

7. Komplikasi prosedur pengambilan sel telur

Penggunaan aspirasi jarum untuk mengumpulkan sel telur kemungkinan dapat menyebabkan perdarahan, infeksi, atau kerusakan pada usus, kandung kemih atau pembuluh darah. Ada pun risiko juga terkait sedasi dan anestesi umum jika digunakan.

8. Kanker

Beberapa penelitian awal menunjukkan hubungan antara pengobatan tertentu yang digunakan untuk merangsang pertumbuhan sel telur dengan perkembangan jenis tumor ovarium tertentu, tapi penelitian baru tidak mendukung temuan ini. Tidak ada peningkatan risiko kanker payudara, kanker endometrium, kanker serviks, atau kanker ovarium secara signifikan setelah bayi tabung.

9. Menguras fisik dan emosi

Prosedur bayi tabung dapat menguras finansial, fisik, dan emosi Anda. Dukungan dari konselor, keluarga, dan teman dapat membantu Anda dan pasangan melewati suka duka perawatan infertilitas.

Gangguan Kesuburan Apa saja yang Dapat Ditangani dengan Bayi Tabung?

Bayi tabung bukanlah langkah pertama dalam pengobatan infertilitas, kecuali dalam kasus penyumbatan tuba falopi. Prosedur bayi tabung disediakan untuk kasus-kasus ketika metode lain seperti obat kesuburan, pembedahan, dan inseminasi buatan tidak berhasil.

Program bayi tabung mungkin menjadi pilihan Anda atau pasangan setelah didiagnosis memiliki:

  • Endometriosis.
  • Ovulasi bermasalah.
  • Kualitas sel telur buruk.
  • Jumlah sperma rendah.
  • Penyakit genetik ibu atau ayah.
  • Rahim atau saluran tuba falopi bermasalah.
  • Antibodi membahayakan sperma atau sel telur.
  • Ketidakmampuan sperma untuk menembus atau bertahan di lendir serviks.
  • Masalah kesuburan yang tidak bisa dijelaskan.

Untuk mengetahui kapan bayi tabung harus dilakukan, Konsultasi Dokter Online dengan dokter kandungan ahli fertilitas melalui aplikasi LinkSehat. Dokter akan membantu Anda dan pasangan menentukan perawatan infertilitas terbaik, sehingga meningkatkan kemungkinan hamil. Download Sekarang.

Jika Anda sedang mencari Rumah Sakit Bayi Tabung di Indonesia, Penang, Singpura, atau negara lain, hubungi Medical Consultant LinkSehat melalui WhatsApp 0857 8000 8707 atau isi formulir konsultasi gratis di sini.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Program Bayi Tabung

Program bayi tabung diperuntukkan bagi pasangan yang sulit memiliki anak karena adanya permasalahan Baca Selengkapnya...

4 Pilihan Rumah Sakit Bayi Tabung di Penang

Banyak orang Indonesia datang ke Penang untuk melakukan bayi tabung di beberapa rumah sakit ini.

Rumah Sakit Bayi Tabung di Indonesia

Praktek bayi tabung di Indonesia paling banyak dilakukan oleh pasangan yang berusia kurang dari 35 Baca Selengkapnya...

Daftar Rumah Sakit Bayi Tabung di Singapura

Jika Anda dan pasangan sudah mencoba banyak cara untuk hamil tapi tak kunjung membuahkan hasil, Baca Selengkapnya...