Penyakit Autoimun

Senin, 15 Juni 2020

Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh Anda menyerang jaringan dan/atau organ tubuh sendiri. Pada kasus ini, sel tubuh yang sehat dianggap sebagai organisme asing oleh sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh menghasilkan antibodi untuk menyerangnya.

Gangguan autoimun bisa terjadi pada bagian tubuh mana saja, termasuk saluran pencernaan, otak, saraf, otot, kulit, sendi, mata, jantung, paru-paru, ginjal, kelenjar, dan pembuluh darah. Hingga saat ini sudah diketahui terdapat kurang lebih 80 jenis penyakit autoimun.

Gejala penyakit autoimun

Gejala penyakit autoimun bisa berbeda-beda, tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Namun secara umum, penyakit autoimun biasanya ditandai dengan:

  • Nyeri perut
  • BAB berdarah
  • Pegal otot
  • Kelelahan
  • Ruam kulit
  • Rambut rontok
  • Demam ringan
  • Sulit tidur
  • Sulit berkonsentrasi
  • Kesemutan di tangan dan/atau kaki

Terdapat juga gejala yang lebih khusus, misalnya pada penyakit autoimun diabetes tipe 1, gejalanya bisa berupa sering merasa haus, tubuh lemas, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Gejala-gejala ini sama dengan penyakit diabetes mellitus yang sudah lebih umum dikenal oleh masyarakat, hanya saja untuk tipe 1 ini penyebabnya adalah autoimun dan mulai muncul sejak masa kanak-kanak.

Gejala penyakit autoimun bisa memburuk secara tiba-tiba dengan derajat berat, kondisi ini disebutflare, yang misalnya dipicu oleh kelelahan, stres, infeksi, atau paparan sinar matahari terlalu lama.

Penyebab penyakit autoimun

Hingga saat ini belum diketahui penyebab penyakit autoimun secara pasti. Namun, beberapa faktor berikut diduga bisa meningkatkan risiko Anda mengalami gangguan autoimun:

  • Riwayat keluarga dengan gangguan autoimun
  • Terpapar sinar UV matahari dan/atau bahan kimia dalam waktu lama
  • Terinfeksi virus atau bakteri penyebab gangguan autoimun

Diagnosis penyakit autoimun

Beberapa tes dilakukan untuk menetapkan diagnosis penyakit autoimun, antara lain berupa tesantinuclear antibody(ANA) dan tes lain untuk mengetahui peradangan yang mungkin timbul akibat gangguan autoimun.

Pengobatan penyakit autoimun

Kebanyakan kasus penyakit autoimun belum bisa disembuhkan. Meski begitu, pengobatan tetap perlu dilakukan untuk mengurangi gejala dan menekan aktivitas sistem imun, antara lain:

  • Konsumsi obat aspirin atau ibuprofen
  • Konsumsi obat penekan sistem kekebalan tubuh, seperti kortikosteroid
  • Terapi pengganti hormon (jika gangguan autoimun menghambat produksi hormon tubuh, seperti pada penderita diabetes tipe 1)

Pencegahan penyakit autoimun

Belum diketahui cara mencegah penyakit autoimun, sehingga hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah segera temui dokter jika mengalami gejala mirip penyakit autoimun.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)

Healthline. (2017). Autoimmune diseases: types, symptoms, causes and more.
WebMD
. (2016). What are autoimmune disease.


Author Tim LinkSehat Tim LinkSehat
Reviewed by dr. Winner NG dr. Winner NG

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Diabetes Tipe 1

Berbeda dengan diabetes tipe 2 yang terjadi akibat gangguan produksi atau kerja insulin, diabetes Baca Selengkapnya...

Penyakit Rematik

Rematik sering menjadi keluhan orang yang berusia lanjut, meski bisa juga menyerang orang dewasa, Baca Selengkapnya...

Lupus

Lupus merupakan gangguan autoimun yang bisa menyerang kulit, ginjal, persendian, sel darah, otak, Baca Selengkapnya...