Penyakit A-Z

Periokarditis

Periokarditis

Perikarditis adalah pembengkakan dan peradangan pada perikardium, yaitu 2 lapisan tipis seperti kantung yang melingkupi jantung. Fungsi dari perikardium adalah untuk menjaga jantung tetap pada tempatnya dan memudahkan jantung bekerja. Di dalam perikardium, terdapat sejumlah kecil cairan yang memisahkan kedua lapisan sehingga tidak terjadi gesekan antara kedua lapisan tersebut saat jantung berdetak.

Gejala perikarditis

Gejala perikarditis yang paling sering ditemukan adalah nyeri dada akibat kedua lapisan yang meradang dan bergesekan dengan jantung. Nyeri dada yang dirasakan dapat menyerupai nyeri dada akibatserangan jantung, yaitu:

  • Terasa seperti disayat.
  • Menjalar ke bahu kiri dan leher.
  • Bertambah nyeri ketika batuk, berbaring, atau menarik nafas dalam.
  • Berkurang ketika duduk dan membungkuk ke depan.
Gejala perikarditis lain yang dapat ditemukan, antara lain:

  • Sesak nafas.
  • Jantung berdebar-debar.
  • Demam.
  • Rasa lemas.
  • Batuk.
  • Bengkak pada perut atau kaki.

Jika Anda mengalami gejala di atas, segera hubungi layanan gawat darurat terdekat atau bawa ke Unit Gawat Darurat pada rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan selanjutnya.

Penyebab perikarditis

Sebagian besar kasus perikarditis tidak dapat ditentukan penyebabnya, tetapi diduga akibat infeksi virus. Perikarditis juga dapat muncul setelah seseorang mengalami gagal jantung dan mengalami kerusakan otot-otot jantung. Penyebab perikarditis lain, yakni:

  • Penyakit penyerta seperti lupus, arthritis rheumatoid, gagal ginjal, HIV/AIDS, tuberkulosis dan kanker.
  • Trauma pada jantung atau dada akibat kecelakaan.

Perikarditis dapat dialami oleh orang dari berbagai usia, tetapi laki-laki berusia 20-50 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena perikarditis.

Diagnosis perikarditis

Dokter Anda akan melakukan wawancara mengenai riwayat kesehatan Anda dan menanyakan lebih lanjut mengenai keluhan Anda. Setelah itu, dokter Anda akan melakukan pemeriksaan fisik dan mendengarkan suara jantung Anda menggunakan stetoskop. Melalui stetoskop, dokter Anda dapat mendengar suara gesekan dari kedua lapisan perikardium. Suara khas ini disebut jugapericardial rub.

Untuk mengkonfirmasi diagnosis, dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan tambahan seperti:

  • Pemeriksaan darah rutin
  • EKG (elektrokardiogram)
  • Rontgen dada
  • Echocardiogram
  • CT Scan dan MRI

Pengobatan perikarditis

Tujuan pengobatan perikarditis adalah untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan pada perikardium. Berikut ini pilihan obat-obatan untuk mengatasi perikarditis:

  • Anti-nyeri
  • Colchicine, untuk mengurangi peradangan (tidak dianjurkan bagi penderita gagal ginjal dan gangguan liver)
  • Steroid (kortikosteroid, prednison)
  • Antibiotik (bila perikarditis disebabkan oleh infeksi bakteri)

Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi obat-obatan tersebut.

Bisakah perikarditis sembuh total?

Pada kasus perikarditis akut, rasa nyeri dapat bertahan sampai beberapa minggu. Namun sekitar 15-30 persen dari kasus perikarditis akut yang diobati, nyeri dapat terjadi berulang dalam beberapa bulan setelah kasus pertama.

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.

American Heart Association. (2016).What is pericarditis?.
Mayo Clinic. (2018).Pericarditis.


Author dr. Nathania Tjuwatja dr. Nathania Tjuwatja
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Angina Pektoris

Angina pektoris terasa seperti rasa berat yang menekan di tengah dada, rasa sakit dapat meluas ke Baca Selengkapnya...

Aritmia, Ketika Detak Jantung Tidak Beraturan

Detak jantung tidak beraturan akibat aritmia perlu diwaspadai jika terjadi terus-menerus, karena Baca Selengkapnya...

Penyakit Jantung

Setiap orang berisiko mengalami penyakit jantung, terutama bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga Baca Selengkapnya...

Navigation Pengertian Gejala Penyebab Diagnosis Pengobatan Pencegahan