Penyakit A-Z

Serangan jantung - seorang wanita mengalami nyeri dada tiba-tiba duduk dan ditolong oleh teman sebelahnya

Serangan Jantung

Link Sehat - Serangan jantung adalah gangguan jantung serius yang terjadi ketika otot jantung tidak mendapat aliran darah. Akibatnya, fungsi jantung dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh menjadi terganggu.

Gejala serangan jantung

Berikut ini gejala serangan jantung yang perlu diwaspadai:

  • Nyeri dada dan perut bagian atas
  • Nyeri menyebar ke lengan, bahu, leher, rahang
  • Keringat dingin
  • Mual, muntah
  • Wajah pucat
  • Perasaan gelisah
  • Takut

Pada wanita, penderita diabetes, atau orang tua, gejala serangan jantung meliputi: napas pendek, kelelahan, pusing, dan nyeri dada.

Penyebab serangan jantung

Serangan jantung terjadi ketika pasokan darah ke otot jantung terganggu. Akibatnya, otot-otot jantung akan rusak dan tidak dapat mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu penyakit jantung koroner, penyalahgunaan NAPZA, dan kurangnya oksigen dalam darah (hipoksia).

Penyebab seseorang berisiko tinggi mengalami serangan jantung, diantaranya adalah memiliki riwayat keluarga dengan serangan jantung, berusia lanjut, jarang berolahraga, merokok, mengalami obesitas, stres berkepanjangan, serta menderita hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes.

Segera periksakan diri ke unit gawat darurat di rumah sakit jika Anda mengalami nyeri dada berkepanjangan yang disertai sesak napas dan keringat dingin.

Diagnosis serangan jantung

Serangan jantung didiagnosis melalui EKG serta tes darah. Pemeriksaan penunjang lain mungkin diperlukan untuk menilai kondisi secara umum dan menentukan penanganan selanjutnya.

Pengobatan serangan jantung

Penderita serangan jantung perlu menjalani rawat inap untuk mencegah komplikasi penyakit jantung yang lebih serius.

Pada kasus yang parah, operasi akan dilakukan untuk mengembalikan aliran darah secepatnya, sehingga kerusakan jantung yang lebih parah dapat dicegah. Operasi yang dimaksud meliputi pemasangan ring jantung (stent) atau operasi bypass jantung.

Setelah mendapatkan penanganan medis akibat serangan jantung, Anda perlu menjalani pemulihan (rehabilitasi). Proses ini dimulai sejak Anda berada di rumah sakit hingga beberapa minggu setelah pulang ke rumah. Rehabilitasi bertujuan untuk mengembalikan kebugaran fisik agar dapat beraktivitas, termasuk untuk mencegah komplikasi dan serangan jantung di kemudian hari.

Program rehabilitasi pasca serangan jantung terdiri dari pemulihan fisik, pemulihan psikologis, dan peningkatan gaya hidup.

  • Pemulihan fisik meliputi aktivitas fisik dan olahraga (seperti lari, aerobik, berenang)
  • Pemulihan psikologis dengan adanya dukungan dari psikiater dan keluarga
  • Perbaikan gaya hidup, seperti bergerak lebih banyak, konsumsi makanan sehat, menurunkan berat badan (jika berlebih), tidak merokok, dan minum obat sesuai yang dianjurkan

Setelah serangan jantung, sangat penting untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, diantaranya dengan:

  • Tidak merokok
  • Tidak konsumsi alkohol
  • Kelola stres yang dihadapi
  • Jaga berat badan tetap ideal sesuai indeks massa tubuh (IMT)
  • Rutin berolahraga, lamanya sesuai hasil penilaian tingkat kemampuan fisik pasca serangan jantung

Jika seseorang di sekitar Anda mengalami gejala serangan jantung, berikut ini pertolongan pertama pada serangan jantung yang harus secepatnya dilakukan:

1. Cek kondisi dan telepon ambulans

Anda perlu memastikan apakah seseorang yang mengalami serangan jantung dalam kondisi sadar atau pingsan. Jika masih sadar, tenangkan ia terlebih dahulu dan segera hubungi Rumah Sakit terdekat untuk meminta bantuan.

Sambil menunggu ambulans, ajak pasien yang masih sadarkan diri untuk baringkan ke lantai atau tempat datar untuk berjaga-jaga saat ia pingsan. Bantu ia untuk menenangkan diri sambil melonggarkan semua pakaian yang dikenakannya sampai bantuan datang. Namun, jika kondisi penderita tidak sadar, Anda harus segera menghubungi RS terdekat atau ambulans gawat darurat (119), sambil memeriksa kondisi nadi dan pernafasan penderita, dan lakukan resusitasi jantung paru (RJP).

Jangan meninggalkan pasien sendirian untuk mencari obat resep atau mencoba membawanya ke Rumah Sakit dengan upaya mandiri.

2. Berikan obat (jika ada)

Jika ada anggota keluarga yang mengalami penyakit jantung, pastikan Anda mengetahui obat yang rutin dikonsumsi. Sebab saat terjadi serangan jantung, Anda bisa memberikan obat tersebut sebagai pertolongan pertama.

Misalnya obat nitrogliserin yang sebaiknya segera diletakkan di bawah lidah pada pasien serangan jantung. Atau jika tersedia, berikan aspirin 300 mg dan minta pasien untuk mengunyahnya secara perlahan. Namun sebelum memberikan aspirin, pastikan ia tidak punya riwayat alergi/perdarahan.

Jika pasien tidak responsif / sadar, jangan memberikan obat apapun ke dalam mulutnya.

3. Lakukan resusitasi jantung paru (RJP)

Bagi yang sudah mendapatkan pelatihan RJP, Anda bisa melakukannya dengan bantuan napas. Namun jika belum, jangan memaksakan diri. Anda hanya perlu melakukan tindak kompresi dada pada pasien serangan jantung. Caranya:

  • Letakkan tumit tangan pada bagian tengah dada di antara garis puting.
  • Letakkan tumit tangan yang satunya di atas tangan Anda yang pertama.
  • Pertahankan lengan Anda tetap tegak dan siku lurus.
  • Tekan dada dengan kuat, minimal dengan kedalaman 5 cm.
  • Tekan dengan kuat dan cepat.
  • Biarkan dada kembali (recoil) secara sempurna setelah setiap kali kompresi.
  • Kecepatan kompresi minimal 100 kali/menit, tidak boleh terlalu sering terinterupsi dan interupsi tidak boleh lebih dari 10 detik.
  • Setelah setiap 2 menit, penolong harus bergantian. Hal ini dapat meminimalisir kelelahan penolong yang dapat mengurangi kecepatan dan/atau kedalaman kompresi meskipun tidak disadari. Pergantian harus dalam waktu kurang dari 5 detik.

Sebagian Anda bergantian dengan orang lain jika mulai kelelahan saat melakukan RJP.

4. Pantau kondisi pasien

Sambil menunggu ambulans dan melakukan pertolongan, pastikan untuk selalu memeriksa pernapasan, denyut nadi, dan tingkat respons pasien.

Pertolongan pertama serangan jantung harus diketahui, terutama bagi Anda yang berada dekat dengan penderita penyakit jantung. Ini karena cara ini dapat menolong sekaligus menyelamatkan seseorang yang Anda cintai.

Pencegahan serangan jantung

Meski mengancam nyawa, kemunculan serangan jantung sebenarnya dapat dicegah dengan cara berikut:

  • Memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat (seperti nasi merah, gandum utuh, sayuran) dan lemak sehat (seperti ikan, alpukat, biji-bijian)
  • Mengurangi konsumsi gula (maksimal 6-9 sendok teh) dan garam (maksimal 1 sendok teh) harian
  • Tidak merokok
  • Rutin berolahraga
  • Mengelola stres
  • Mengatasi diabetes dan hipertensi (bagi yang mengalaminya)
Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.

Chest Heart & Stroke Scotland. Heart attack. What happens in the first few days after a heart attack.
Mayo Clinic. (2018). Diseases & Conditions. Heart attack.
NHS. (2016). Health A to Z. Heart attack.


Author Novi Sulistia Wati, S.KM Novi Sulistia Wati, S.KM
Reviewed by dr. Winner NG dr. Winner NG

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Rehabilitasi Pasca Serangan Jantung

Setelah mendapatkan penanganan medis, Anda perlu menjalani pemulihan (rehabilitasi). Berikut ini Baca Selengkapnya...

Operasi Bypass Jantung

Operasi bypass jantung diperuntukkan bagi Anda yang mengalami masalah pada jantung dan pembuluh Baca Selengkapnya...

Angioplasti: Kateter Jantung, Pasang Ring Jantung

Jika Anda terbukti mengalami penyumbatan pembuluh darah jantung (bukan di bagian jantung kiri Baca Selengkapnya...

Navigation Pengertian Gejala Penyebab Diagnosis Pengobatan Pencegahan