Penyakit A-Z

Stunting - Bayi sedang cek berat badan

Stunting

Link Sehat - Stunting adalah kondisi kekurangan gizi kronis yang menyebabkan kegagalan tumbuh kembang anak. Ini merupakan permasalahan serius dan menjadi prioritas negara karena jika dibiarkan, kondisi ini dapat merugikan masa depan anak-anak.

Pada tahun 2019, sebuah survei menyebutkan bahwa jumlah anak dengan stunting di Indonesia mencapai 30 persen jumlah balita.

Gejala stunting

Selain memiliki tubuh pendek, anak denganstunting juga memiliki ciri-ciri berikut :

  • Pertumbuhan fisik dan gigi terhambat
  • Wajah tampak lebih muda dibanding anak seusianya
  • Kemampuan kognitif rendah (sulit fokus dan mengingat) sehingga memengaruhi kecerdasan dan prestasinya di sekolah
  • Saat usianya 8-10 tahun, ia akan lebih pendiam dan cenderung tidak mau melakukan kontak mata dengan orang di sekitarnya

Penyebab stunting

Stunting terjadi karena kekurangan gizi (malnutrisi), terutama pada 1000 hari pertama kehidupannya. Berikut ini beberapa penyebab terjadinyastunting pada anak dari sisi ibu :

  • Memiliki tubuh pendek
  • Indeks massa tubuh rendah dan kenaikan berat badan yang kurang saat hamil
  • Hamil pada usia remaja (berisiko tinggi mengalamimaternal stunting)
  • Jarak antar kelahiran yang dekat
  • Kurangnya pengetahuan mengenai asupan gizi yang baik sebelum hamil, saat hamil, dan setelah melahirkan

Sedang dari sisi anak, berikut ini faktor yang membuatnya berisiko terkenastunting:

  • Intrauterine growth restriction atau pertumbuhan janin terhambat, kondisi ini terjadi ketika berat janin di bawah 10 persentil sesuai usia kehamilan
  • Berat bayi lahir rendah (BBLR)
  • Kebutuhan nutrisi (terutama pada usia 0-2 tahun) tidak terpenuhi dengan baik
  • Tidak mendapatkan ASI eksklusif dan kualitas MPASI yang kurang baik
  • Terbatasnya akses pelayanan kesehatan (termasuk layanan kehamilan dan setelahnya) dan sanitasi yang baik (misalnya, air bersih).
  • Infeksi berulang atau kronis pada bayi

Anak dengan stunting akan mengalami gangguan perkembangan otak, kecerdasan, pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme. Apabila kondisi ini dibiarkan, stunting dapat berdampak pada menurunnya kemampuan kognitif otak serta daya tahan tubuh dan kesehatannya sehingga rentan mengalami penyakit metabolik (seperti kegemukan, penyakit jantung).

Diagnosis stunting

Setiap anak akan dipantau tumbuh kembangnya secara rutin (setidaknya sebulan sekali pada usia 0-1 tahun, 3 bulan sekali pada usia 1-3 tahun, dan 6 bulan sekali pada usia 3-6 tahun) dengan mengukur berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala.

Seorang anak dikategorikanstunting jika tinggi dan berat badannya berada di bawah kurva tumbuh kembang normal (underweight BB/U di bawah -2SD atauwasting BB/TB <-2SD) sesuai standar yang ditetapkan oleh badan kesehatan dunia/WHO.

Selain pemeriksaan antropometri, pemeriksaan penunjang dibutuhkan untuk mengonfirmasi adanya infeksi atau penyakit lain yang menyebabkanstunting:

  • Pemeriksaan tanda vital (suhu, nadi, laju napas)
  • Pemeriksaan fisik sesuai keluhan anak (misalnya, tanda infeksi dan anemia)
  • Pemeriksaan tumbuh kembang anak
  • Pemeriksaan darah lengkap, urine, feses rutin, usia tulang

Penanganan stunting

Stunting dapat ditangani dengan pemberian gizi spesifik dan gizi sensitif. Yang dimaksud gizi spesifik adalah upaya untuk memberikan gizi terbaik pada 1000 hari pertama kehidupan anak, meliputi :

  • Pemberian makanan tambahan dan tablet penambah darah pada ibu hamil
  • Pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) setelah melahirkan
  • Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan
  • Pemberian ASI didampingi oleh MPASI pada usia anak 6-24 bulan
  • Imunisasi lengkap untuk anak

Sedangkan yang dimaksud intervensi gizi sensitif meliputi : penyediaan akses ke pelayanan kesehatan dan Keluarga Berencana (KB), akses air bersih, akses sanitasi yang baik, edukasi ke orangtua atau pendamping anak, serta memberikan pendidikan mengenai kesehatan seksual, reproduksi, dan gizi pada remaja.

Pencegahan stunting

Kunci utama pencegahan stunting adalah dengan pemberian gizi yang baik pada 1000 hari pertama kehidupan anak (0-2 tahun). Berikut ini beberapa cara untuk mencegah stunting:

  • Hindari paparan asap rokok
  • Rutin periksa kehamilan, minimal 4 kali
  • Penuhi asupan nutrisi yang baik selama masa kehamilan
  • Mengikuti program imunisasi, terutamai munisasi dasar untuk anak
  • Berikan ASI eksklusif sampai usia anak 6 bulan dan MPASI yang sehat setelahnya
  • Pantau tumbuh kembang anak dengan rutin datang ke Posyandu atau ke fasilitas kesehatan
  • Menerapkan pola hidup bersih dan sehat, misalnya cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan memiliki sanitasi yang baik di rumah

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.

Beal T, Tumilowicz A, Sutrisna A, Izwardy D, Neufeld LM. A review of child stunting determinants in Indonesia.Matern Child Nutr. 2018;14(4):e12617. doi:10.1111/mcn.12617.
Kementerian PPN/Bappenas. 2018.Pedoman pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi di kabupaten atau kota.
UNICEF.Malnutrition in Children.
WHO. 2013.Childhood Stunting: Context, Causes and Consequences [PDF].


Author Novi Sulistia Wati, S.KM Novi Sulistia Wati, S.KM
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Pentingnya Imunisasi bagi Anak

Imunisasi bukan hanya untuk menjaga kesehatan Si Kecil, melainkan juga kesehatan orang lain di Baca Selengkapnya...

Imunisasi Dasar untuk Anak

Imunisasi memperkuat sistem imun anak dalam melawan berbagai penyakit.

Imunisasi Tambahan untuk Anak

Masih mengacu pada Permenkes No. 12 tahun 2017, ada beberapa imunisasi tambahan yang bisa Anda Baca Selengkapnya...

Navigation Pengertian Gejala Penyebab Diagnosis Pengobatan Pencegahan