Tanya Dokter Seputar Program Hamil saat Covid-19

Jumat, 10 September 2021

Tanya Dokter Online Seputar Program Hamil saat Covid-19

LinkSehat - Wanita hamil termasuk kelompok yang rentan mengalami perkembangan kondisi yang buruk saat terinfeksi Covid-19. Meski disarankan untuk tetap aman di rumah, mereka tetap harus menjalani pemeriksaan kandungan rutin agar tumbuh kembang janinnya dapat terpantau.

Jika saat ini Anda sedang merencanakan program hamil, sebaiknya tanya dokter online terlebih dahulu.

Apa itu program hamil?

Program hamil adalah program kesehatan yang berfokus pada persiapan sebelum dan selama kehamilan untuk meningkatkan peluang memiliki bayi yang sehat. Beberapa wanita membutuhkan waktu beberapa tahun untuk mempersiapkan tubuh sebelum hamil. Sedangkan wanita lainnya mungkin membutuhkan waktu lebih lama. 

Cari tahu apa saja cara meningkatkan peluang hamil secara alami. Ini mencakup kesehatan tubuh secara keseluruhan, pola makan, dan gaya hidup Anda. Hitung pula masa subur wanita. Lakukan hubungan intim pada satu atau dua hari sebelum ovulasi. Berhubungan seksual secara teratur selama dua hingga tiga kali seminggu akan meningkatkan peluang hamil. 

Selain itu, Anda juga bisa meningkatkan peluang hamil dengan bantuan medis. Metode ini termasuk program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF). Ada pun alternatif selain bayi tabung, yaitu in vitro maturation (IVM), intrauterine insemination (IUI), injeksi sperma intrasitoplasma (ICSI), gamete intrafallopian transfer (GIFT), zygote intrafallopian transfer (ZIFT), dan tubal embryo transfer (TET). 

Kapan program hamil sebaiknya dimulai?

Secara teknis, kehamilan hanya mungkin terjadi jika Anda dan pasangan melakukan hubungan seks selama lima hari sebelum ovulasi atau pada hari ovulasi (masa subur). Namun, masa subur yang paling baik yaitu tiga hari menjelang ovulasi dan pada hari ovulasi. Ini merupakan waktu yang tepat untuk hamil. 

Ovulasi adalah kondisi ketika sel telur yang matang dilepaskan dari ovarium, kemudian bergerak ke saluran tuba falopi untuk dibuahi. Jika sperma berada di saluran tuba falopi saat sel telur dilepaskan, kemungkinan besar sel telur akan dibuahi. 

Hampir tidak ada peluang hamil jika Anda dan pasangan berhubungan seks sebelum atau sesudah masa subur. Ini karena sel telur tidak lagi berada di tuba falopi, tepatnya pada 12 hingga 24 jam setelah ovulasi berakhir. 

Bagaimana cara program hamil yang tepat?

Selain memilih program hamil yang sesuai dengan kondisi Anda, baik itu alami maupun dengan bantuan medis, ketahuilah ada beberapa hal penting yang perlu dilakukan atau justru dihindari selama masa kehamilan.

1. Memantau kondisi medis

Pastikan kondisi medis Anda terkendali dan sedang mendapatkan perawatan, contohnya penyakit menular seksual (PMS), diabetes, hipertensi, dan penyakit kronis lainnya.

2. Gaya hidup

Merokok, minum alkohol, dan menggunakan obat-obatan tertentu dapat menyebabkan banyak masalah selama kehamilan bagi ibu dan bayi, seperti kelahiran prematur, cacat lahir, dan kematian.

Bicarakan dengan dokter jika Anda merokok, minum alkohol, atau menggunakan obat-obatan tertentu, hidup di lingkungan yang penuh tekanan, atau tinggal di sekitar zat beracun. Mereka akan membantu Anda lewat sesi konseling, perawatan, dan layanan dukungan lainnya.

3. Obat-obatan

Menggunakan obat-obatan tertentu selama kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir yang serius. Ini termasuk beberapa resep dan obat bebas dan suplemen makanan atau herbal. 

Jika Anda sedang program hamil, diskusikan kebutuhan obat apa pun dengan dokter dan pastikan Anda hanya mengonsumsi obat-obatan yang diperlukan.

4. Vaksinasi

Beberapa vaksinasi dianjurkan sebelum Anda hamil, selama kehamilan, atau setelah melahirkan. Mendapat vaksinasi pada waktu yang tepat dapat membantu Anda tetap sehat dan menjaga bayi agar tidak sakit parah atau mengalami masalah kesehatan jangka panjang. 

5. Sehat secara mental

Terkadang Anda merasa khawatir, cemas, sedih, atau stres. Namun, jika perasaan ini tidak hilang dan mengganggu aktivitas sehari-hari, segera dapatkan bantuan profesional. Bicarakan dengan dokter Anda atau ahli kesehatan lain tentang perasaan dan pilihan pengobatan Anda.

Kapan harus tanya dokter saat program hamil?

Lakukan kunjungan rutin ke dokter saat sedang menjalani program hamil untuk kehamilan yang sehat. Berikut ini rekomendasi jadwal kunjungan dokter saat hamil:

  • Minggu ke-4 hingga ke-28, satu kunjungan sebulan. 
  • Minggu ke-28 hingga ke-36, satu kunjungan setiap 2 minggu. 
  • Minggu ke-36 hingga ke-40, satu kunjungan setiap minggu. 

Jika Anda hamil anak kembar, dokter akan menyarankan kunjungan lebih sering. Anda mungkin juga memerlukan tes tambahan di antara kunjungan, seperti USG untuk memeriksa pertumbuhan bayi dan jumlah cairan ketuban.

Rekomendasi jadwal di atas bisa berubah. Dokter akan menentukan seberapa sering Anda harus memeriksakan kandungan tergantung kondisi kesehatan Anda. 

Apakah aman program hamil saat Covid-19?

Wanita hamil tampaknya tidak berisiko lebih tinggi terkena Covid-19. Namun, penelitian menunjukkan adanya peningkatan risiko mengembangkan Covid-19 yang parah jika mereka terinfeksi, dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil pada usia yang sama. 

Covid-19 selama kehamilan juga dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan kelahiran prematur, persalinan caesar, dan adanya kemungkinan bayi dirawat di NICU (neonatal intensive care unit).

Wanita hamil yang berusia lebih tua, kelebihan berat badan, atau memiliki kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti hipertensi dan diabetes yang terinfeksi Covid-19 memiliki risiko serius.

Jika sedang menjalankan program hamil, lakukan tindakan pencegahan untuk melindungi diri dari Covid-19. Jika kondisinya buruk seperti demam, batuk, atau kesulitan bernapas, sebaiknya wanita hamil harus segera mencari bantuan medis dari petugas kesehatan.

Apakah bisa tanya dokter online untuk program hamil?

Tanya dokter online untuk program hamil bisa dilakukan. Apalagi pandemi Covid-19 belum berakhir hingga saat ini. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merilis pernyataan bahwa perawatan prenatal rutin dibatasi untuk sementara guna mencegah penyebaran Covid-19. 

Mereka merekomendasikan dokter spesialis obstetri dan ginekologi, serta penyedia perawatan lainnya untuk memaksimalkan penggunaan tanya dokter lewat telekonsultasi. Pilihan yang terbaik untuk saat ini yaitu melakukan konsultasi online lewat telepon, video call, atau email. 

Prosedur tanya dokter online untuk program hamil

Karena sebaiknya tetap berada di rumah, Anda bisa memanfaatkan platform tanya dokter online untuk program hamil selama masa pandemi Covid-19. Berikut ini panduannya untuk Anda:

  • Download aplikasi LinkSehat di PlayStore atau klik di sini.
  • Daftar akun (sign up) dan sign in.
  • Pilih menu ‘Konsultasi Sekarang’ atau ‘Buat Janji’
  • Pilih dokter spesialis kandungan dan kebidanan (obgyn).
  • Tentukan tanggal dan waktu konsultasi.
  • Lakukan pembayaran dan verifikasi.
  • Mulai konsultasi (durasi maksimal 30 menit).
Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)
Reviewed by dr. Thomas Malonda, Sp.OG dr. Thomas Malonda, Sp.OG

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Program Bayi Tabung

Program bayi tabung diperuntukkan bagi pasangan yang sulit memiliki anak karena adanya permasalahan Baca Selengkapnya...

Tingkat Keberhasilan Program Bayi Tabung

Program bayi tabung menawarkan kesempatan bagi Anda dan pasangan yang memiliki masalah kesuburan dan Baca Selengkapnya...

7 Penyebab Utama Program Bayi Tabung Gagal

Ada banyak penyebab bayi tabung gagal dan kemungkinan besar di luar kendali Anda.