10 Fakta Seputar Bau Badan dan Cara Mengatasinya

Kamis, 11 Februari 2021

10 Fakta Seputar Bau Badan dan Cara Mengatasinya

Bau badan dapat menurunkan kepercayaan diri, meskipun ada banyak orang yang mengalami masalah yang sama. Biasanya bau badan tidak perlu dikhawatirkan, kecuali jika Anda memiliki kondisi hiperhidrosis, yaitu kelebihan keringat.

Anda dapat melakukan langkah-langkah untuk membantu meminimalisir dan mencegah bau badan, serta ketahui apa saja fakta seputar bau badan yang perlu diperhatikan. Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Penyebab Bau Badan

Tubuh Anda dipenuhi kelenjar keringat, karena keringat merupakan fungsi penting yang membantu mendinginkan tubuh. Ada dua jenis utama kelenjar keringat, yaitu ekrin dan apokrin.

Kelenjar ekrin menutupi sebagian besar tubuh Anda dan terbuka langsung di permukaan kulit. Sebaliknya, kelenjar apokrin terletak di area yang banyak mengandung folikel rambut, seperti selangkangan dan ketiak.

Saat suhu tubuh Anda memanas, kelenjar ekrin akan melepaskan keringat untuk mendinginkan tubuh Anda. Biasanya keringat dari kelenjar ekrin tidak berbau sampai bakteri di kulit Anda mulai memecahnya. Makanan dan minuman tertentu yang Anda konsumsi, serta jenis obat tertentu juga dapat menimbulkan bau pada kelenjar ekrin.

Kelenjar apokrin mengeluarkan cairan tak berbau, tapi cairan ini mulai mengeluarkan bau saat bersentuhan dengan bakteri di kulit Anda. Kelenjar ini baru bekerja saat pubertas, itulah sebabnya saat pubertas Anda mulai mencium bau badan.

Meskipun kondisi ini normal, beberapa orang berkeringat lebih banyak dari biasanya yang disebut hiperhidrosis. Orang dengan hiperhidrosis akan berkeringat secara berlebihan, terutama dari tangan, kaki, dan ketiak. Jika dokter menduga Anda memiliki hiperhidrosis, ada tes yang dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis dan mendapat perawatan yang tepat.

Fakta Seputar Bau Badan

Berikut ini fakta seputar bau badan yang perlu Anda perhatikan.


1. Kelenjar Keringat Apokrin dan Ekrin

Kelenjar keringat apokrin membuat campuran lipid dan asam amino yang tidak berbau, serta feromon yang dimetabolisme oleh bakteri untuk membuat bau keringat.

Kelenjar keringat apokrin akan menghasilkan lebih sedikit keringat daripada kelenjar ekrin. Keringat dari kelenjar ekrin ini tidak berbau.


2. Kelenjar Keringat Apokrin Banyak Diproduksi di Ketiak

Ketiak memiliki kepadatan kelenjar keringat apokrin tertinggi dan terbesar di tubuh. Kelenjar keringat apokrin tidak aktif sampai masa pubertas. Selain ketiak, kelenjar keringat apokrin juga diproduksi di kulit kepala, daerah anogenital, kelopak mata, saluran telinga, dan kelenjar susu. Kelenjar apokrin lebih sedikit ditemukan di wajah dan perut.

Pria memiliki kelenjar keringat apokrin yang lebih besar di area ketiak daripada wanita, itulah sebabnya mengapa bau badan pria lebih menyengat.


3. Bau Badan untuk Menghindari Perkawinan Sedarah

Fakta seputar bau badan yang berikutnya adalah bau badan manusia dapat membantu memilih pasangan, yakni dengan menghindari perkawinan sedarah dan menilai status kesehatan calon pasangan.

Bau keringat seseorang mengandung gen sistem kekebalan seseorang, yaitu antigen leukosit manusia. Sedangkan untuk kesehatan, bau keringat akan berubah jika mengidap penyakit dan infeksi.


4. Makanan Menyebabkan Perubahan Bau Badan

Makanan yang Anda makan terkadang dapat menyebabkan perubahan bau badan secara tiba-tiba dan sementara. Misalnya, banyak orang tiba-tiba mencium bau yang kuat dari urine setelah makan asparagus. Bau akan hilang setelah makanan dimetabolisme, kecuali jika dimakan setiap hari.

Makanan tertentu juga dapat menyebabkan Anda menghasilkan lebih banyak gas yang dapat menyebabkan bersendawa atau perut kembung. Tergantung pada jenis makanan dan seberapa banyak gas yang Anda hasilkan, hal ini dapat menimbulkan bau tidak sedap. Beberapa makanan yang dapat menyebabkan bau gas yaitu brokoli, kembang kol, kubis, asparagus, dan bok choy.


5. Daya Tarik

Bau keringat lebih penting dalam penilaian daya tarik yang dibuat oleh wanita daripada yang dibuat oleh pria. Wanita memiliki indra penciuman yang lebih baik daripada pria.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih menyukai bau pria yang mengonsumsi makanan sehat seperti telur, keju, kedelai, buah, dan sayuran dibandingkan pria yang diet daging merah.


6. Kelenjar Apokrin Akan Hilang Sebagian saat Berkeringat

Fakta seputar bau badan berikutnya yaitu saat memproduksi keringat, sel-sel di kelenjar apokrin akan hilang sebagian karena keringat, dengan kata lain, keringat juga mengandung sel.


7. Warna Kulit Kekuningan

Warna kulit kekuningan dihipotesiskan sebagai cerminan dari diet yang kaya buah dan sayuran atau diet sehat lainnya. Warna kekuningan ini berasal dari karotenoid yang terkandung pada buah dan sayuran. Telur menjadi satu-satunya produk hewani yang mengandung karotenoid.

Makanan karotenoid dianggap mampu memberikan manfaat kesehatan dalam menurunkan risiko penyakit, terutama kanker dan penyakit mata tertentu.


8. Bau Badan Mencerminkan Penyakit

Bau badan kemungkinan mencerminkan persepsi kerentanan terhadap suatu penyakit. Ingatlah bahwa keringat akan mengubah bau berdasarkan paparan patogen yang menurunkan daya tarik bagi wanita.


9. Bakteri Menyebabkan Perbedaan Bau

Setiap orang menyimpan bakteri yang berbeda di ketiak dan celah tubuh lainnya. Jenis bakteri yang berbeda ini dapat menghasilkan bau yang berbeda, seperti bau asam, daging, bawang, atau telur busuk.


10. Deodoran

Deodoran bekerja dengan berbagai cara, yakni dengan membunuh bakteri, menutupi bau badan dengan parfum, dan menurunkan produksi keringat. Menggunakan deodoran yang dijual bebas setiap hari setelah mandi, karena dapat membantu mengatasi bau ketiak. Terkadang Anda perlu mencoba jenis yang berbeda untuk melihat produk yang paling cocok untuk Anda.

Deodoran dapat mengatasi bau keringat, tetapi tidak menghentikan produksi keringat itu sendiri. Produk deodoran yang dijual di pasaran umumnya berbahan dasar alkohol, sehingga membuat kulit Anda menjadi asam dan menghambat pembentukan bakteri yang menyebabkan bau keringat.

Jika penggunaan deodoran yang dijual bebas di pasaran tidak efektif mengatasi bau badan Anda, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan.


Cara Mencegah Bau Badan

Ada cara mencegah bau badan yang bisa Anda coba. Mandi setiap hari dengan sabun, serta mandi setelah melakukan aktivitas berat seperti berolahraga dapat menghilangkan bakteri dan keringat yang menyebabkan bau badan.

Sebaiknya kenakan pakaian yang longgar seperti katun, linen, dan campuran bahan yang menyerap kelembapan , terutama jika Anda banyak berkeringat. Bahan kain yang longgar akan membuat tubuh Anda tetap dingin daripada pakaian ketat yang terbuat dari kain dengan sirkulasi udara yang buruk.

Sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa mencukur atauwaxingketiak secara signifikan dapat mengurangi bau ketiak. Alasannya karena proses pembersihan lebih efektif pada kulit yang dicukur atau di-waxing.

Manajemen stres dan teknik pengurangan kecemasan dapat membantu Anda mengatasi stres dan meminimalisir respons tubuh berkeringat. Ini karena reaksi stres dapat memicu kelenjar keringat mengeluarkan keringat.

Itu dia fakta seputar bau badan. Jika Anda memiliki masalah bau badan yang tak kunjung hilang dengan pengobatan alami di rumah atau setelah menggunakan deodoran, sebaiknya konsultasikan dengan dokter melalui aplikasi LinkSehat di sini untuk mendapatkan penanganan yang efektif.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)
Author Tim LinkSehat Tim LinkSehat
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Cegah Bau Mulut Saat Puasa dengan 5 Cara Ini

Meski tampak sepele, bau mulut ternyata bisa memengaruhi rasa percaya diri, terutama saat berbicara Baca Selengkapnya...

Bau Mulut

Bau mulut memang merupakan keluhan yang umum, tetapi tidak semua orang menyadari bahwa ia Baca Selengkapnya...

Bau Vagina, Normal atau Ada Infeksi?

Bau vagina muncul secara alami pada wanita dan dapat bervariasi selama siklus menstruasi.