Penyakit A-Z

Gambar seseorang berbaju putih sedang mengecek perubahan ukuran tangan kananannya sebagai simbol salah satu gejala akromegali

Akromegali

Link Sehat - Akromegali adalah penyakit kronis akibat tubuh memproduksi hormon pertumbuhan (growth hormone – GH) secara berlebih. Penyakit ini ditandai dengan kelainan pada berbagai macam organ di dalam tubuh dan meningkatnya resiko kematian pada penderitanya.

Sebagian besar penderita akromegali berusia paruh baya. Namun, anak-anak juga dapat terkena penyakit berlebihnya hormon pertumbuhan (disebut gigantisme).

Gejala akromegali

Gejala penyakit akromegali hampir tidak terlihat sehingga seringkali terlambat didiagnosis. Perubahan pada tubuh akibat berlebihnya produksi hormon pertumbuhan terjadi secara perlahan, biasanya lebih dari satu tahun. 

Gejala akromegali yang bisa diamati meliputi:

  • Membesarnya kaki dan tangan (bisa dilihat dari perubahan ukuran cincin atau sepatu)
  • Bibir, rahang, hidung, lidah berubah menjadi lebih lebar dan kasar
  • Rambut tumbuh kasar dan kaku
  • Suara menjadi lebih kasar dan dalam
  • Tekanan darah meningkat
  • Menebalnya lapisan kulit, disertai kulit mengelupas
  • Berkeringat banyak, kulit menjadi lebih berminyak
  • Nyeri kepala
  • Mendengkur saat tidur atau berhenti bernafas saat tidur (sleep apnea)
  • Mudah lelah
  • Rendahnya hasrat berhubungan seksual
  • Gangguan ereksi pada pria
  • Gangguan siklus menstruasi pada wanita

Gejala penyakit akromegali pada setiap orang bisa sangat berbeda. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala-gejala di atas untuk mendapatkan diagnosa serta penanganan selanjutnya.

Penyebab akromegali

Penyakit akromegali umumnya disebabkan karena adenoma pituitari, yaitu suatu tumor jinak pada kelenjar pituitari (kelenjar penghasil hormon pertumbuhan di dalam tengkorak), tepatnya di bagian dasar atau bawah otak dekat daerah pangkal hidung. Tumor tersebut membuat kelenjar pituitari memproduksi hormon pertumbuhan secara berlebih.

Diagnosis akromegali

Semakin cepat penyakit akromegali terdiagnosa, semakin baik. Ketika Anda berobat, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan, melakukan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

Salah satu pemeriksaan penunjang adalah pemeriksaan darah untuk melihat kadar hormon pertumbuhan dan hormon IGF-1. Jika hasil menunjukkan kadar hormon tidak normal, dokter mungkin menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan MRI otak untuk menilai adakah tumor atau adenoma pituitari.

Pengobatan akromegali

Anda perlu berdiskusi dengan dokter untuk menentukan pengobatan yang tepat sesuai dengan usia, kondisi kesehatan terkini, serta tingkat keparahan penyakit akromegali.

Secara garis besar, ada tiga cara untuk mengobati penyakit akromegali, yakni:

1. Operasi

Operasi merupakan pilihan pengobatan pertama untuk orang dengan tumor berukuran besar, terutama jika tumor berada dekat dengan area vital (seperti area saraf penglihatan). Dokter bedah Anda akan mengangkat tumor dengan membuat sayatan kecil di dalam rongga hidung atau dari sisi dalam bibir atas Anda. Pada beberapa kasus, Anda akan diberikan obat-obatan terlebih dahulu untuk mengecilkan ukuran tumor.

2. Obat-obatan

Setelah operasi, dokter Anda akan kembali melakukan pemeriksaan darah untuk melihat kadar hormon dan MRI pada area tumor yang telah diangkat. Jika keluhan Anda mulai membaik beberapa hari kemudian, dokter akan menyarankan beberapa obat untuk membantu kadar hormon kembali normal.

3. Terapi radiasi

Radiasi dilakukan untuk membuang sisa tumor yang tidak dapat terangkat saat operasi. Radiasi juga bisa membuat tumor berhenti tumbuh dan mencegah kelenjar pituitari menghasilkan hormon pertumbuhan secara berlebihan.

Target pengobatan akromegali adalah mengembalikan kadar hormon pertumbuhan menjadi normal, mengatur pertumbuhan tumor, serta tetap menjaga fungsi kelenjar pituitari, meringankan keluhan yang dirasa, serta mengembalikan angka harapan hidup penderitanya.

Pencegahan akromegali

Penyakit akromegali tidak dapat dicegah. Namun, deteksi dini dan penanganan yang efektif dapat mencegah akromegali memburuk serta terhindar dari komplikasi.

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.

AACE. (2011). AACE Medical Guidelines for Clinical Practice for the Diagnosis and Treatment of Acromegaly.
Endocrine Society. (2014). Clinical practice guideline. Acromegaly.
WebMD. Health A to Z. Acromegaly facts and treatment.


Author dr. Nathania Tjuwatja dr. Nathania Tjuwatja
Reviewed by dr. Winner NG dr. Winner NG

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Migrain, si Penyebab Sakit Kepala Sebelah

Serangan migrain tidak boleh dianggap sepele, karena bisa berlangsung selama beberapa waktu hingga Baca Selengkapnya...

Obesitas

Obesitas meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung, diabetes, tekanan darah, dan kanker Baca Selengkapnya...

Disfungsi Ereksi (Impotensi)

Impotensi membuat pria kesulitan mengalami ereksi saat berhubungan seksual dengan pasangan.

Navigation Pengertian Gejala Penyebab Diagnosis Pengobatan Pencegahan