Penyakit A-Z

Cegukan

Cegukan

Cegukan (singultus) adalah suara “hik” yang muncul akibat kontraksi diafragma dan tertutupnya pita suara secara mendadak. Meski bukanlah masalah serius, namun, cegukan yang berlangsung lama dapat mengganggu aktivitas makan, tidur, berbicara, serta menghambat proses penyembuhan luka pasca operasi (jika cegukan muncul setelah operasi).

Gejala cegukan

Cegukan bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu kondisi yang mendasarinya.

Biasanya cegukan berlangsung singkat (hanya beberapa detik) sehingga jika terjadi terus-menerus, Anda disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter, terlebih jika cegukan mulai mengganggu aktivitas.

Penyebab cegukan

Berikut ini penyebab cegukan yang paling sering :

  • Sering konsumsi minuman bersoda, alkohol, dan/atau panas
  • Makanan yang pedas
  • Makan terlalu cepat dan menelan udara bersama makanan
  • Perubahan suhu mendadak
  • Faktor emosional (terlalu gembira, kecemasan, ataupun stres)
  • Efek samping prosedur operasi yang melibatkan organ perut

Jika cegukan berlangsung lama (lebih dari 48 jam), Anda dicurigai mengalami masalah kesehatan berikut:

  • Iritasi atau kerusakan sistem saraf yang terhubung dengan otot diafragma, misalnya akibat adanya rambut di telinga yang menyentuh gendang telinga, radang tenggorokan, gondongan, kista di leher, tumor, atau stroke.
  • Gangguan sistem saraf pusat, misalnya akibat radang otak,meningitis, multiple sclerosis, cedera otak, tumor, dan stroke.
  • Gangguan metabolisme dan obat-obatan,diantaranya akibat diabetes, konsumsi alkohol berlebih, ketidakseimbangan elektrolit, penyakit ginjal, konsumsi obat penenang atau steroid.

Diagnosis cegukan

Selama pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan pemeriksaan sistem saraf untuk memeriksa keseimbangan dan koordinasi, kekuatan otot, refleks, serta fungsi indra peraba dan penglihatan. Apabila cegukan dicurigai karena masalah kesehatan tertentu, pemeriksaan penunjang berikut dapat dilakukan:

  • Pemeriksaan laboratorium, sampel darah Anda diperiksa untuk mengidentifikasi adanya infeksi, diabetes, atau penyakit ginjal.
  • Pemindaian (rontgen dada, CT scan, MRI) untuk mendeteksi kelainan anatomi yang mungkin memengaruhi sarafvagus, saraffrenikus, atau diafragma.
  • Endoskopiuntuk memeriksa masalah di kerongkongan atau tenggorokan.

Pengobatan cegukan

Cegukan dapat hilang dengan sendirinya tanpa penanganan khusus. Namun biasanya, sebagian orang melakukan cara ini untuk mengatasi cegukan meskipun belum terbukti manfaatnya :

  • Tahan napas selama beberapa detik
  • Berkumur dengan air es
  • Minum segelas air dingin secara perlahan
  • Ambil sebuah kantong kertas, lalu coba tarik dan ambil napas di dalamnya
  • Menghisap lemon
  • Duduk dan condongkan tubuh ke depan di atas lutut Anda

Namun jika cara tersebut belum berhasil mengatasi cegukan, dokter mungkin akan meresepkan Anda obat atau suntikan anestesi untuk memblokir saraffrenikus. Pilihan lain adalah dengan menanamkan alat yang dioperasikan dengan baterai untuk memberikan stimulasi listrik ringan ke sarafvagus Anda. Pengobatan alternatif (hipnosis, akupuntur) juga dapat dipertimbangkan untuk mengatasi cegukan.

Sama seperti orang dewasa, cegukan pada bayi juga bukan merupakan masalah serius. Apabila Si Kecil tiba-tiba cegukan saat menyusui, segera hentikan aktivitas menyusui sampai cegukan hilang.

Bila perlu, ubah posisi Si Kecil sambil menenangkannya dan/atau berusaha membuatnya sendawa. Terkadang, melanjutkan pemberian makan akan menghentikan cegukan. Jika Si Kecil sering cegukan saat menyusui, beri ia makan saat sudah rileks atau belum terlalu lapar. Hubungi dokter jika cegukan anak tidak kunjung membaik.

Pencegahan cegukan

Cegukan tidak selalu bisa dicegah, namun risikonya dapat dikurangi dengan cara berikut:

  • Makan secara perlahan dan secukupnya
  • Hindari konsumsi makanan yang menghasilkan gas
  • Batasi minuman bersoda dan/atau alkohol

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.
Author Novi Sulistia Wati, S.KM Novi Sulistia Wati, S.KM
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Batuk Pilek

Batuk pilek termasuk infeksi virus yang ringan dan dapat sembuh sendiri. Untuk mempercepat Baca Selengkapnya...

Batuk Rejan

Batuk rejan dapat menyebar dengan mudah, tetapi pemberian vaksin DTP (difteri, tetanus, dan Baca Selengkapnya...

Bau Mulut

Bau mulut memang merupakan keluhan yang umum, tetapi tidak semua orang menyadari bahwa ia Baca Selengkapnya...

Navigation Pengertian Gejala Penyebab Diagnosis Pengobatan Pencegahan