Penyakit A-Z

Hipertensi

Hipertensi

Hipertensi adalah sebuah kondisi ketika tekanan darah berada pada nilai 140/90 mmHg atau lebih. Sementara itu, tekanan darah disebut normal-tinggi jika berada pada angka 130-139/85-89 mmHg.

Pada kondisi ini, jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, penderita hipertensi rentan mengalami gagal ginjal, stroke, hingga gagal jantung, maupun komplikasi lainnya.

Gejala hipertensi

Meski jarang menimbulkan gejala, tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menimbulkan:

  • Sakit kepala
  • Lemas
  • Masalah penglihatan
  • Nyeri dada
  • Sesak nafas
  • Aritmia
  • Mual dan muntah

Kapan penderita hipertensi perlu ke dokter?

Penapisan dan deteksi hipertensi direkomendasikan untuk semua pasien berusia > 18 tahun, sementara itu pada pasien yang berusia >50 tahun, frekuensi penapisan hipertensi sebaiknya ditingkatkan sehubungan dengan kemungkinan adanya peningkatan tekanan darah.

Apabila Anda telah mempunyai tekanan darah tinggi sebelumnya, sebaiknya rutin periksakan diri Anda ke dokter untuk mengendalikan tekanan darah sehingga meminimalisir komplikasi yang dapat muncul.

Namun, Anda harus segera ke dokter jika tekanan darah naik dengan cepat hingga mencapai 180/110 mmHg atau lebih tinggi. Terlebih jika disertai dengan nyeri dada, sesak napas, nyeri punggung, mati rasa, gangguan penglihatan, dan kesulitan berbicara. Kondisi tersebut disebut krisis hipertensi.

Sebaiknya jangan tunggu tekanan darah turun dan segera ke IGD Rumah Sakit terdekat.

Penyebab hipertensi

Tidak ada penyebab pasti hipertensi. Namun, Anda berisiko tinggi mengalami hipertensi jika:

  • Memiliki berat badan berlebih
  • Aktif merokok
  • Konsumsi banyak garam dan berminyak
  • Sering minum alkohol
  • Konsumsi obat tertentu, seperti pereda nyeri dan golongan kortikosteroid
  • Penyakit ginjal (jarang terjadi)
  • Jarang berolahraga

Diagnosis hipertensi

Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan dimulai dari melakukan wawancara terhadap keluhan-keluhan yang Anda alami, kemudian akan dilanjutkan dengan melakukan wawancara untuk menggali lebih dalam mengenai gaya hidup yang Anda jalani, obat-obatan yang Anda konsumsi, riwayat penyakit penyerta maupun riwayat penyakit dalam keluarga. Setelah itu dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik yang dimulai dari pemeriksaan tekanan darah.

Apabila diperlukan, dokter dapat menganjurkan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah, urine, foto Rontgen, ataupun pemeriksaan lainnya untuk melihat kemungkinan komplikasi yang sudah ditimbulkan akibat hipertensi.

Pengobatan hipertensi

Penggunaan obat anti-hipertensi akan diberikan oleh dokter sesuai dengan kondisi Anda, apabila diperlukan obat anti-hipertensi, sebaiknya ikuti anjuran dokter mengenai nama obat, dosis, serta jangka waktu penggunaannya.

Biasanya, dokter merekomendasikan obat berdasarkan ada tidaknya risiko penyakit kardiovaskular. Sebelum memberikan obat, dokter akan menanyakan:

  • Usia
  • Kebiasaan merokok
  • Aktivitas fisik
  • Kadar kolesterol

Selain penggunaan obat-obatan, Anda juga akan dianjurkan untuk menerapkan gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat yang dimaksud, antara lain:

  • Perbanyak konsumsi buah, sayuran, susu rendah lemak, gandum, dan kacang-kacangan, serta membatasi asupan daging merah, asam lemak jenuh, dan minuman/makanan yang mengandung banyak gula.
  • Usahakan konsumsi garam kurang dari 1 sendok teh per hari (maksimal 1 sendok teh garam dapur per hari)
  • Rutin berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari selama 5-7 hari dalam seminggu, olahraga yang dianjurkan adalah latihan aerobik berintensitas sedang seperti berjalan, jogging, bersepeda, ataupun berenang.
  • Berhenti merokok
  • Kurangi minum kafein, seperti kopi, teh, atau cola
  • Kelola stres, misalnya dengan yoga atau meditasi

Pada beberapa kasus, penderita hipertensi perlu mengonsumsi obat seumur hidup. Dokter dapat menurunkan dosis atau menghentikan pengobatan jika tekanan darah penderita sudah terkendali, diimbangi dengan perubahan gaya hidup.

Obat harus dikonsumsi sesuai anjuran. Beritahu dokter jika ada efek samping yang muncul. Selain itu penting untuk evaluasi teratur bersama dokter untuk menentukan target tekanan darah yang akan dicapai dan cara-cara untuk mencapainya.

Pencegahan hipertensi

Hipertensi dapat dicegah dengan cara berikut:

  • Menjaga berat badan ideal
  • Olahraga rutin
  • Konsumsi makanan rendah lemak dan kaya serat
  • Kurangi garam, pastikan tidak lebih dari 1 sendok teh
  • Kurangi konsumsi alkohol
  • Tidak merokok
  • Batasi konsumsi kafein (tidak lebih dari 4 cangkir per hari)

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.
Author Novi Sulistia Wati, S.KM Novi Sulistia Wati, S.KM
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Cara Cek Gula Darah di Rumah

Bagi Anda penderita diabates, cek gula darah bisa dilakukan di rumah. Begini caranya.

Cara Cek Tekanan Darah di Rumah

Cek tekanan darah di rumah dapat Anda lakukan menggunakan tensimeter. Bagaimana caranya?

Bisakah Cek Kolesterol Sendiri di Rumah?

Kadar kolesterol sebaiknya dipantau secara rutin untuk mencegah terjadinya komplikasi serius. Begini Baca Selengkapnya...

Navigation Pengertian Gejala Penyebab Diagnosis Pengobatan Pencegahan