Hipertensi

Rabu, 23 Oktober 2019

Hipertensi

Hipertensi adalah sebuah kondisi ketika tekanan darah berada pada nilai 140/90 mmHg atau lebih. Sementara itu, tekanan darah disebut normal-tinggi jika berada pada angka 130-139/85-89 mmHg.

Pada kondisi ini, jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, penderita hipertensi rentan mengalami gagal ginjal, stroke, hingga gagal jantung, maupun komplikasi lainnya.

Gejala hipertensi

Meski jarang menimbulkan gejala, tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menimbulkan:

  • Sakit kepala
  • Lemas
  • Masalah penglihatan
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Aritmia
  • Mual dan muntah
  • Muncul darah pada urine

Hubungi dokter di sini jika Anda mengalami gejala di atas.


Kapan penderita hipertensi perlu ke dokter?

Anda perlu segera ke dokter jika tekanan darah naik dengan cepat hingga mencapai 180/110 mmHg atau lebih tinggi. Terlebih jika disertai dengan nyeri dada, sesak napas, nyeri punggung, mati rasa, gangguan penglihatan, dan kesulitan berbicara. Kondisi tersebut disebut krisis hipertensi. Sebaiknya jangan tunggu tekanan darah turun dan segera ke IGD Rumah Sakit terdekat.

Penyebab hipertensi

Tidak ada penyebab pasti hipertensi. Namun, Anda berisiko tinggi mengalami hipertensi jika:

  • Memiliki berat badan berlebih
  • Aktif merokok
  • Konsumsi banyak garam dan berminyak
  • Sering minum alkohol
  • Konsumsi obat tertentu, seperti pereda nyeri dan golongan kortikosteroid
  • Penyakit ginjal (jarang terjadi)
  • Jarang berolahraga

Diagnosis hipertensi

Hipertensi diketahui melalui pemeriksaan tekanan darah. Bila perlu, dokter akan menganjurkan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah, urine, atau foto Rontgen untuk melihat kemungkinan komplikasi yang sudah ditimbulkan akibat hipertensi.

Pengobatan hipertensi

Penderita hipertensi tidak harus minum obat, kecuali jika dokter menganjurkan. Biasanya, dokter merekomendasikan obat berdasarkan ada tidaknya risiko penyakit kardiovaskular. Sebelum memberikan obat, dokter akan menanyakan:

  • Usia
  • Kebiasaan merokok
  • Aktivitas fisik
  • Kadar kolesterol

Jika risiko penyakit kardiovaskular rendah atau sedang, Anda akan dianjurkan untuk menerapkan gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat yang dimaksud, antara lain:

  • Perbanyak konsumsi buah, sayuran, susu rendah lemak, gandum, dan kacang-kacangan
  • Usahakan konsumsi garam kurang dari 1 sendok teh per hari
  • Rutin berolahraga
  • Berhenti merokok
  • Kurangi minum kafein, seperti kopi, teh, atau cola
  • Kelola stres, misalnya dengan yoga atau meditasi

Namun jika risiko cenderung tinggi, obat diperlukan untuk menurunkan tekanan darah. Pada beberapa kasus, penderita hipertensi perlu mengonsumsi obat seumur hidup. Dokter dapat menurunkan dosis atau menghentikan pengobatan jika tekanan darah penderita sudah terkendali, diimbangi dengan perubahan gaya hidup.

Obat harus dikonsumsi sesuai anjuran. Beritahu dokter jika ada efek samping yang muncul.

Pencegahan hipertensi

Hipertensi dapat dicegah dengan cara berikut:

  • Menjaga berat badan ideal
  • Olahraga rutin
  • Konsumsi makanan rendah lemak dan kaya serat
  • Kurangi garam, pastikan tidak lebih dari 1 sendok teh
  • Kurangi konsumsi alkohol
  • Tidak merokok
  • Batasi konsumsi kafein (tidak lebih dari 4 cangkir per hari)
Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)
Author Tim LinkSehat Tim LinkSehat
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Cara Cek Gula Darah di Rumah

Bagi Anda penderita diabates, cek gula darah bisa dilakukan di rumah. Begini caranya.

Cara Cek Tekanan Darah di Rumah

Cek tekanan darah di rumah dapat Anda lakukan menggunakan tensimeter. Bagaimana caranya?

Bisakah Cek Kolesterol Sendiri di Rumah?

Kadar kolesterol sebaiknya dipantau secara rutin untuk mencegah terjadinya komplikasi serius. Begini Baca Selengkapnya...