Ini Perbedaan dan Efektivitas Rapid Test, Swab Antigen dan PCR

Jumat, 04 Juni 2021

Ini Perbedaan dan Efektivitas Rapid Test, Swab Antigen dan PCR

LinkSehat - Hingga saat ini sudah banyak cara untuk melakukan tes COVID-19, beberapa diantaranya adalah Rapid Test, Swab Antigen dan PCR. Namun apa perbedaan dari ketiganya dan apakah semuanya dapat dijadikan sebagai referensi yang akurat?

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai Rapid Test, Swab Antigen dan PCR beserta dengan perbedaan dan tingkat akurasinya:

1. Rapid test

Rapid test antibodi adalah suatu jenis tes untuk mendeteksi apakah seseorang memiliki respons imun (antibodi) terhadap suatu virus. Jika Anda terinfeksi virus, misalnya SARS-CoV-2, sistem kekebalan tubuh khususnya antibodi akan berusaha untuk melawannya. Tes ini dilakukan untuk mendeteksi antibodi tersebut dan hanya digunakan sebagai skrining COVID-19, bukan mendiagnosisnya.

Biasanya antibodi akan terbentuk 1 minggu setelah terinfeksi, jadi sebaiknya Anda tidak melakukan rapid test antibodi terlalu cepat. Disarankan untuk melakukan rapid test COVID-19 setidaknya 14 hari setelah muncul gejala. Tenaga kesehatan akan mengambil sampel darah melalui tusukan jari atau di lengan.

Hasil pemeriksaan rapid test berupa “reaktif” jika Anda pernah terinfeksi COVID-19 dan “non reaktif” jika belum. Perlu dipahami bahwa rapid test yang dilakukan terlalu cepat alias sebelum antibodi terbentuk, dapat memberikan hasil reaktif palsu atau non reaktif palsu.

2. Swab antigen

Swab antigen adalah salah satu jenis tes COVID-19 yang dapat mendeteksi potongan protein di permukaan virus yang disebut antigen. Tes antigen biasanya dianggap cepat, karena hanya membutuhkan waktu 15 sampai 30 menit. Namun, swab antigen kurang akurat bila dibandingkan dengan tes PCR. Karena tes ini tidak seakurat tes PCR, jika hasil tes antigen negatif, penyedia layanan kesehatan akan merekomendasikan tes PCR untuk mengkonfirmasi hasil tes negatif.

Swab antigen paling akurat jika digunakan dalam beberapa hari sejak gejala mulai muncul, yaitu saat jumlah virus terbanyak ada di tubuh Anda. Tes ini bekerja dengan cara yang sama seperti tes PCR. Penyedia layanan kesehatan akan mengusap bagian belakang hidung atau tenggorokan Anda untuk mengumpulkan sampel pengujian (swab).

Salah satu hal yang membedakan swab antigen dengan PCR yaitu Anda bisa mendapatkan hasil tes dalam waktu 1 jam atau kurang. Beberapa tes antigen dapat dilakukan langsung di penyedia layanan kesehatan, sehingga Anda tidak perlu pergi ke lab untuk melakukan pengujian.

Hasil positif palsu tidak mungkin terjadi dengan tes ini ketika dilakukan dengan benar. Tetapi jika Anda memiliki gejala dan menerima hasil tes antigen negatif, Anda mungkin masih terkena COVID-19 dan mungkin masih memerlukan tes PCR untuk mengonfirmasi keakuratan. Tes antigen menjadi tes skrining yang sangat baik untuk pasien dengan gejala awal penyakit, terutama di daerah yang sulit melakukan tes PCR dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mendapatkan hasil. 

Jika hasil tes positif, kemungkinan mungkin itu benar, karena tes antigen sangat akurat. Namun, tes ini mungkin melewatkan infeksi aktif. Jika Anda memiliki gejala COVID-19 tetapi hasil tesnya negatif, dokter mungkin tetap akan merekomendasikan tes PCR untuk mengonfirmasi hasilnya.

3. Swab PCR

Tes polymerase chain reaction (PCR) adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi materi genetik dari organisme tertentu seperti virus. Tes ini dianggap paling sensitif untuk mendeteksi adanya infeksi aktif dan hasilnya sangat akurat. 

Anda dapat melakukan tes PCR jika Anda dicurigai terinfeksi COVID-19 atau sebagai syarat perjalanan ke luar negeri. Dibandingkan rapid test dan swab antigen, hasil swab PCR membutuhkan waktu lebih lama untuk diketahui, bervariasi dari beberapa jam hingga hari.

Pahami hasil tes swab PCR:

  • Hasil tes positif. Kemungkinan besar Anda terjangkit COVID-19. Jika Anda tidak memiliki gejala ataupun memiliki gejala yang ringan, sebaiknya Anda melakukan isolasi mandiri baik di rumah ataupun di tempat yang telah ditunjuk oleh pemerintah setempat. Konsultasi Dokter di Aplikasi Dokter Online LinkSehat jika gejala Anda memburuk atau jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran. Download Sekarang
  • Hasil tes negatif. Kemungkinan Anda tidak terjangkit COVID-19 saat Anda mengikuti tes. Namun, ada pula kemungkinan Anda terinfeksi SARS-CoV-2, tetapi tidak memiliki cukup virus di tubuh Anda untuk dideteksi oleh tes. Hal ini dapat terjadi jika Anda baru saja terinfeksi tetapi belum menunjukkan gejala. Bisa juga terjadi jika Anda menderita COVID-19 selama lebih dari seminggu sebelum diuji.

Konsultasikan dengan dokter LinkSehat untuk menentukan pilihan tes yang tepat sesuai dengan kondisi Anda. Download Sekarang.

Siapa yang harus menjalani tes COVID-19?

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berikut kriteria orang yang harus menjalani tes COVID-19:

  • Orang yang memiliki gejala COVID-19.
  • Orang tanpa gejala dan memiliki kontak erat dengan penderita COVID-19.
  • Orang yang berada pada area transmisi tinggi COVID-19 dan melakukan aktivitas bersama (tanpa menggunakan masker atau melakukan physical distancing).
  • Orang yang bekerja di rumah perawatan.
  • Orang yang mendapatkan pelayanan dalam rumah perawatan.
  • Orang bekerja dalam bidang kesehatan.
  • Orang tanpa gejala atau diduga terpapar SARS-CoV-2 untuk identifikasi awal dalam pengaturan khusus.
  • Orang yang diuji untuk menentukan resolusi infeksi.
  • Orang yang diuji untuk tujuan pengawasan kesehatan masyarakat dari penyebaran SARS-CoV-2.

Kapan harus tes COVID-19?

Menurut Dr. Amy B. Karger, seorang direktur medis di University of Minnesota Health West Bank Laboratory dalam Healthline, jenis tes antibodi (seperti rapid test) dapat dilakukan oleh individu dengan gejala COVID-19 yang tidak mempunyai akses untuk melakukan swab PCR.

Biasanya dibutuhkan sekitar 1 sampai 2 minggu untuk membentuk antibodi setelah gejala mulai muncul. Itulah mengapa tes antibodi kurang ideal untuk diagnosis jika Anda mengalami gejala kurang dari seminggu. Tes antibodi juga tidak disarankan dalam 8 hari setelah timbul gejala. Dalam jangka waktu tersebut, kemungkinan antibodi Anda belum terbentuk sehingga berisiko tinggi mendapatkan hasil negatif yang palsu.

Anda sebaiknya melakukan tes terhadap COVID-19 pada hari ke-9 sampai 14 setelah gejala muncul. Tes antibodi berguna pada orang yang tidak bergejala yang pernah mengalami penyakit dengan gejala yang mirip COVID-19. Ini juga berguna jika Anda terpapar oleh penderita COVID-19 di 14 hari sebelumnya. Dalam kasus tersebut, dari hasil tes antibodi menunjukkan apakah Anda pernah terinfeksi virus di masa lalu atau tidak.

Kapan tes ulang COVID-19 harus dilakukan?

Jika Anda sudah pernah menjalani swab PCR dan kemudian terpapar atau mengalami gejala COVID-19, Anda harus menjalani tes ulang. Dr. Sophia Yohe, seorang direktur di University of Minnesota Molecular Diagnostics Laboratory dan direktur medis di M Health Fairview, mengatakan bahwa saat ini belum ada data yang memadai tentang apakah individu tanpa gejala dan yang tidak terpapar sebelumnya dengan hasil swab PCR negatif harus menjalani tes berkala atau tidak.

Jika Anda seorang tenaga kesehatan yang mengetahui atau menduga bahwa Anda menderita COVID-19, Anda harus mengikuti aturan yang berlaku agar Anda dapat kembali berada di sekitar orang di luar tempat kerja. Kapan Anda dapat kembali bekerja tergantung pada faktor dan situasi yang berbeda-beda.

Apa yang harus dilakukan setelah tes COVID-19?

Hasil tes positif menunjukkan bahwa saat menjalani tes Anda terpapar virus SARS-CoV-2. Terus pantau gejala yang Anda rasakan dan segera hubungi dokter atau penyedia layanan jika Anda mengalami baik gejala ringan maupun berat..

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk menghindari penyebaran virus:

  • Tutup mulut dan hidung saat Anda batuk dan bersin.
  • Cuci tangan pakai sabun dan air atau dengan menggunakan handrub berbahan alkohol.
  • Tetap di rumah, kecuali untuk mendapatkan perawatan medis.
  • Kenakan masker saat Anda berada di sekitar orang lain. 
  • Jangan berbagi piring, cangkir, peralatan makan, atau seprai dengan orang lain.
  • Bersihkan dan disinfeksi permukaan barang-barang, seperti ponsel, gagang pintu, dan lain-lain secara rutin.

Jika hasil tes positif dan Anda memiliki gejala COVID-19, Anda harus melakukan isolasi mandiri di rumah atau fasilitas kesehatan (jika diperlukan) sampai Anda memenuhi kriteria berikut ini:

  • Gejala membaik seiring waktu.
  • Setidaknya selama 10 hari setelah gejala muncul.
  • Anda tidak demam, setidaknya selama 24 jam tanpa minum obat penurun demam.

Jika Anda dinyatakan positif tapi tidak menunjukkan gejala, lakukan isolasi mandiri selama 10 hari setelah tes. Bicarakan dengan dokter Anda tentang apa yang harus Anda lakukan setelah masa isolasi mandiri.

Jika tes COVID-19 Anda dinyatakan negatif, Anda mungkin tidak memiliki virus tersebut pada saat tes. Tapi Anda masih bisa terpapar virus di kemudian hari. Sebab itu, ikuti aturan jarak physical distancing dan sering mencuci tangan pakai sabun.

Dimana saya bisa menjalani tes COVID-19?

Rapid test, swab antigen, dan PCR bisa Anda lakukan di fasilitas kesehatan terdekat atau mitra LinkSehat berikut.

  • Primaya Hospitals
  • Mayapada Clinic
  • Mayapada Hospital
  • Lab Klinik Westerindo
  • Siloam Clinic
  • Kimia Farma
  • Amira Medika
  • Pondok Indah Medical Centre
  • RS Mentari
  • Indo Medika International Clinic

Harga rapid test mulai dari Rp95.000 Harga swab antigen mulai dari Rp165.000
Harga swab PCR mulai dari Rp750.000

Untuk informasi harga dan booking tes COVID-19 di fasilitas kesehatan pilihan Anda, hubungi LinkSehat melalui WhatsApp di 0858 9000 8500. Tersedia layanan Home Care (dengan biaya tambahan) dan Paket Perusahaan. Booking tes COVID-19 individu bisa lebih mudah melalui aplikasi LinkSehat. Download Sekarang.

Bagaimana cara mendapatkan surat bebas COVID-19?

Dilasir dari situs Indonesiabaik.id yang dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, berikut ketentuan untuk mendapatkan Surat Keterangan Bebas COVID-19:

  • Wajib membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  • Datang ke Rumah Sakit/Dinas Kesehatan/Puskesmas/Klinik Kesehatan yang menyediakan layanan rapid test, swab antigen maupun swab PCR.
  • Jika hasil tes negatif, maka Surat Keterangan Bebas COVID-19 akan diberikan kepada Anda. Surat ini hanya berlaku untuk satu orang.
  • Terkait masa berlaku, Anda dapat mengikuti peraturan masa berlaku Surat Keterangan Bebas COVID-19 sesuai kebijakan pemerintah.

Sesuai Surat Edaran Satgas COVID-19 Nomor 12 tahun 2021 dan Surat Edaran Kemenhub No 27 tahun 2021, masa berlaku Surat Keterangan Bebas COVID-19 adalah maksimal 3x24 jam terhitung setelah sampel diambil sebelum keberangkatan.

Untuk bisa melakukan perjalanan lokal maupun internasional, Anda perlu memenuhi kriteria dan persyaratan sesuai yang tertulis di Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Butuh Surat Keterangan Bebas COVID-19? Daftar rapid test, swab antigen, atau swab PCR lebih mudah dan cepat melalui aplikasi LinkSehat. Download Sekarang. Untuk informasi lanjut hubungi LinkSehat melalui WhatsApp di 0858 9000 8500.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Covid-19: Kenapa Social Distancing Penting?

Untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, banyak negara telah menyarankan warganya untuk melakukan Baca Selengkapnya...

5 Tips Agar Anak Terhindar dari COVID-19

Bagaimana cara orangtua membekali anak dengan pemahaman terhadap protokol kesehatan di era new Baca Selengkapnya...

20 Mitos dan Fakta tentang COVID-19

Dikumpulkan dari situs resmi WHO dan informasi yang berkembang di masyarakat, berikut ini mitos dan Baca Selengkapnya...

Telemedicine dan Obat Gratis Isoman COVID-19 Kemenkes

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah resmi bekerja sama dengan 11 platform telemedicine untuk Baca Selengkapnya...