Penyakit A-Z

Kanker Kandung Kemih

Kanker Kandung Kemih

Kanker kandung kemih adalah pertumbuhan abnormal pada sel-sel kandung kemih.

Kandung kemih adalah kantung fleksibel yang berada pada rongga panggul dan berfungsi untuk menyimpan urine sebelum dibuang saat berkemih.

Gejala kanker kandung kemih

Gejala yang ditemukan pada kanker kandung kemih, diantaranya:

  • Terdapat darah saat berkemih sehingga urine berwarna kemerahan, coklat, pink atau orange
  • Rasa nyeri saat berkemih
  • Merasa tidak lampias setelah berkemih
  • Tidak dapat berkemih atau air kencing sangat sedikit
  • Rasa nyeri pada punggung
  • Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas
  • Mudah lelah atau merasa lemas.

Jika Anda mengalami gejala di atas, segera berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Penyebab kanker kandung kemih

Penyebab kanker kandung kemih belum diketahui dengan pasti. Namun, terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker kandung kemih, yakni:

  • Aktif merokok
  • Ada riwayat keluarga dengan kanker kandung kemih ataukanker jenis lain
  • Peradangan kronis pada kandung kemih
  • Bekerja pada lingkungan yang terpapar zat kimia berbahaya untuk jangka waktu lama
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu
  • Pernah menjalani terapi radiasi atau kemoterapi

Diagnosis kanker kandung kemih

Dokter akan melakukan wawancara mengenai keluhan Anda, lalu melakukan pemeriksaan fisik. Jika dokter Anda menemukan sesuatu yang tidak normal, pemeriksaan penunjang akan dilakukan untuk menentukan diagnosis. Pemeriksaan penunjang yang mungkin dibutuhkan untuk diagnosis kanker kandung kemih, antara lain:

  • Tes urine. Anda diminta untuk menampung urin di dalam sebuah botol khusus. Urin yang ada akan diperiksa di laboratorium untuk melihat apakah terdapat darah, infeksi akibat kuman tertentu, dan penanda tumor.
  • Cystoscopy. Pemeriksaan ini menggunakan selang khusus dengan kamera dan lampu, yaitucystoscope, yang dimasukkan melalui saluran kencing Anda. Dokter Anda akan mengalirkan larutan garam melalui selang khusus tersebut ke dalam kandung kemih. Tindakan ini dapat membantu dokter melihat dinding kandung kemih melalui kamera. Tindakan ini dilakukan di ruang operasi dan membutuhkan pembiusan.
  • Biopsi. Jika dokter Anda melihat sesuatu yang abnormal pada pemeriksaancystoscopy,sedikit jaringan dari kandung kemih akan diambil untuk dilakukan biopsi, yaitu pemeriksaan jaringan di bawah mikroskop.
  • CT Scan, MRI, USG, X-Ray, Bone Scan. Pemeriksaan pemindai ini digunakan untuk menentukan lokasi dan ukuran kanker serta melihat apakan kanker sudah menyebar ke jaringan sekitar atau organ yang lain dalam tubuh.


Pengobatan kanker kandung kemih

Pengobatan kanker kandung kemih ditentukan dari banyak faktor, diantaranya tingkat keparahan kanker, usia pasien, dan kondisi kesehatan umum pasien. Namun secara umum, berikut ini pilihan pengobatan untuk kanker kandung kemih:

  • Operasi, untuk mengangkat jaringan kanker dan mungkin mengangkat seluruh kandung kemih
  • Kemoterapi (baik hanya di kandung kemih dan seluruh tubuh)
  • Rekonstruksi untuk membentuk saluran baru agar urine dapat keluar setelah pengangkatan kandung kemih
  • Terapi radiasi, menggunakan sinar X-ray dengan energi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker
  • Imunoterapi, terapi untuk merangsang sistem imun tubuh untuk memerangi sel kanker.

Setiap tindakan pengobatan memiliki risiko dan efek samping, maka dari itu, berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk mendapatkan pengobatan terbaik.

Pencegahan kanker kandung kemih

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker kandung kemih, yaitu:

  • Tidak merokok
  • Konsumsi cukup air putih setiap hari
  • Konsumsi lebih banyak buah-buahan dan sayuran
  • Jika Anda bekerja di lingkungan dengan paparan zat kimia, pastikan ikuti panduan untuk menghindari zat kimia dengan mengenakan pakaian pelindung dengan lengkap.

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.

Mayo Clinic. (2017). Bladder cancer.
WebMD. (2020). Bladder cancer.


Author dr. Nathania Tjuwatja dr. Nathania Tjuwatja
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Fibroadenoma Mammae

Fibroadenoma mammae ditandai dengan kemunculan benjolan di payudara, jumlahnya bisa satu atau Baca Selengkapnya...

Kanker Payudara

Jika Anda menemukan adanya benjolan di payudara, dengan tekstur keras dan tidak rata, mungkin saja Baca Selengkapnya...

Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang dapat disembuhkan jika terdeteksi dini dan Baca Selengkapnya...

Navigation Pengertian Gejala Penyebab Diagnosis Pengobatan Pencegahan