Keputihan

Sabtu, 21 November 2020

Keputihan

Keputihan adalah keluarnya cairan dari vagina yang bisa normal terjadi pada wanita. Tujuan cairan ini yaitu untuk menjaga jaringan vagina agar tetap sehat serta memberikan lubrikasi serta melindungi dari infeksi dan iritasi. Namun terdapat beberapa tipe keputihan yang sudah dianggap tidak normal, contohnya seperti warna hijau, berbau, atau berlangsung dalam jangka waktu lama. Hal itu bisa terjadi pada kasus infeksi organ seksual. Infeksi bisa disebabkan oleh jamur maupun oleh bakteri.

Tipe keputihan

Berikut terdapat beberapa tipe keputihan yang dikategorikan berdasarkan warna dan konsistensi:

  • Putih. Warna putih terutama saat awal atau akhir siklus menstruasi merupakan tipe keputihan yang normal. Namun jika keputihan tersebut disertai gatal atau bentuk serta konsistensi cairan seperti keju maka sudah tidak termasuk normal. Segera konsultasikan ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut serta dilakukan pengobatan. Hal itu bisa dicurigai mengarah ke infeksi jamur.
  • Bening dan cair. Tipe keputihan ini sangat normal dan dapat terjadi kapanpun terutama setelah berolahraga.
  • Bening dan kental. Tipe ini normal dan menunjukkan bahwa Anda sedang dalam masa ovulasi atau masa subur.
  • Coklat atau bercak darah. Tipe keputihan ini normal jika ditemui saat atau setelah siklus menstruasi. Namun tipe ini menjadi tidak normal jika ditemui diluar siklus menstruasi dan setelah melakukan hubungan seksual tanpa proteksi. Tipe ini bisa menandakan Anda sedang hamil atau bisa juga sebagai tanda dari keguguran. Periksakan diri Anda ke dokter spesialis kandungan jika Anda mencurigai hal tersebut. Kemungkinan lainnya yaitu sebagai tanda penyakit kanker serviks atau adanya pertumbuhan jaringan abnormal pada rahim. Sehingga dokter spesialis kandungan bisa menyarankan Anda untuk pemeriksaanpap smear untuk pemeriksaan lain.
  • Kuning atau hijau. Tipe keputihan ini tidak normal jika disertai dengan adanya bau tidak sedap. Hal ini bisa menandakan adanya infeksitrikomoniasis yang dapat menyebar melalui hubungan seksual tidak terproteksi.

Gejala atau tanda keputihan

Gejala keputihan tentu sangat beragam tergantung dari penyebab dan penyakit yang mendasarinya. Jika keputihan normal, biasanya pasien tidak akan memiliki keluhan selain keluarnya cairan dari vagina. Jika disebabkan oleh jamur atau bakteri bisa disertai dengan rasa gatal, kemerahan pada organ kelamin, serta bau tak sedap pada kelamin.

Dokter spesialis untuk keputihan

Anda dapat berkonsultasi dengandokter spesialis kulit dan kelamin untuk kasus kecurigaan infeksi organ kelamin. Atau Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan untuk kasus kecurigaan gangguan pada kehamilan atau organ seksual Anda.

Lebih cepat buat janji konsultasi online atau rawat jalan dengan dokter melalui aplikasi LinkSehat. Download sekarang.

Kapan harus konsultasi ke dokter

Konsultasikan ke dokter jika Anda memiliki gejala keputihan yang tidak normal. Semakin cepat diperiksa dan diketahui penyebabnya maka akan semakin cepat diobati sehingga semakin besar kemungkinan untuk sembuh dan kembali seperti semula. Segera berobat ke dokter jika Anda mengalami demam, nyeri perut, penurunan berat badan tanpa sebab, mudah lelah dan sering berkemih. Jika Anda masih ragu apakah keputihan yang Anda miliki termasuk normal atau tidak, konsultasikan ke dokter.

Biaya berobat keputihan

Besaran biaya pengobatan keputihan tergantung pada kondisi pasien, jenis tindakan medis yang dilakukan serta pilihan rumah sakit. Untuk perkiraan biaya pengobatan keputihan di dalam atau luar negeri, gunakan aplikasi LinkSehat. Download sekarang.

Penyebab keputihan

Penyebab keputihan bisa sangat beragam. Keputihan yang normal bisa disebabkan oleh siklus menstruasi, bisa disebabkan oleh masa ovulasi atau masa subur, dan bisa disebabkan oleh olahraga, pil KB serta stress. Keputihan yang tidak normal bisa disebabkan oleh infeksi berikut:

1. Bakterial vaginosis (BV)

BV merupakan salah satu infeksi penyebab keputihan yang sering terjadi. Ciri khas infeksi BV yaitu keluar cairan dari vagina yang berbau amis dan tak sedap. Bisa menular melaluioral sex dan bisa juga tidak memunculkan gejala apapun.

2. Trikomoniasis

Infeksi trikomoniasis disebabkan oleh protozoa yang menyebar melalui hubungan seksual, namun bisa juga menyebar melalui kontak seperti menggunakan handuk atau baju renang yang sama. Ciri khas dari infeksi ini yaitu warna keputihan kuning/ hijau dengan bau tak sedap.

3. Infeksi jamur

Ciri khas dari infeksi jamur yaitu keluarnya cairan dari vagina yang mirip keju dengan keluhan gatal dan sensasi seperti terbakar. Sebetulnya keberadaan jamur di alat kelamin merupakan hal yang normal jika dalam jumlah yang wajar. Infeksi jamur terjadi jika jamur berkembang biak melebihi jumlah normal. Bisa disebabkan karena penggunaan pil KB, stres, riwayat penyakit diabetes melitus, keadaan celana dalam yang lembab dan penggunaan antibiotik lebih dari 10 hari.

3. Gonore dan klamidia

Infeksi gonore dan klamidia termasuk dalam infeksi menular seksual yang ditandai dengan keputihan berwarna kuning, hijau atau keruh.

4. Penyakit inflamasi pelvis (radang panggul)

Penyakit ini biasa disebabkan oleh infeksi yang menular melalui hubungan seksual. Berawal dari infeksi organ kelamin kemudian menyebar ke organ seksual yang menyebabkan keputihan dalam jumlah banyak dan bau tak sedap.

5. Kanker seksual

Kanker serviks atau infeksihuman papillomavirus (HPV). Kanker serviks dan infeksi HPV bisa tidak memiliki gejala. Jika bergejala, bisa berupa keputihan berwarna coklat, warna merah darah atau cairan cair dengan bau tak sedap. Kanker serviks bisa dideteksi dini dengan pemeriksaanpap smear.

Diagnosis keputihan

Diagnosis keputihan dilakukan berdasarkan gejala serta riwayat perjalanan penyakit pasien, pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan pada cairan vagina dilakukan dengan memasukkan alat spekulum pada vagina Anda, yang bertujuan untuk melihat konsistensi, warna, serta bau dari cairan vagina.

Pemeriksaan penunjang dilakukan dengan memeriksakan cairan vagina. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan disesuaikan dengan kecurigaan dokter pada infeksi tertentu. Bisa dengan pemeriksaan kultur bakteri atau jamur, penetasan dengan zat tertentu atau pemeriksaanpap smear.

Cara mengobati keputihan

Cara mengobati keputihan sangat bergantung pada penyebab dari keputihan. Pada dasarnya, keputihan yang normal tidak memerlukan pengobatan. Pemberian anti jamur, antibiotik serta pengobatan kanker dapat diberikan jika sudah diketahui penyebab keputihan.

Bisakah keputihan disembuhkan?

Sebagian besar keputihan bisa disembuhkan. Namun untuk kasus kanker serviks tergantung dari stadium yang sedang dilalui pasien. Untuk stadium awal tentunya semakin besar kemungkinannya untuk sembuh.

Berapa lama waktu untuk sembuh dari keputihan?

Tidak ada batasan waktu untuk sembuh dari keputihan. Tergantung dari respons tubuh pasien, kepatuhan berobat, serta abstinensia sementara selama masa penyembuhan. Dalam mengobati keputihan yang disebabkan oleh hubungan seksual, pasangan seksual juga perlu diperiksa lebih lanjut serta diobati agar tidak saling menularkan antar pasangan seksual.

Cara mencegah keputihan

Mencegah keputihan akibat infeksi yaitu dengan tidak melakukan hubungan seksual yang beresiko, serta tidak membersihkan organ kelamin dengan sabun secara berlebihan. Menggunakan celana dalam berbahan katun serta menghindari penggunaan celana terlalu ketat dapat mencegah keputihan.

Cara merawat pasien keputihan di rumah

Perawatan pasien keputihan terutama keputihan yang tidak normal yaitu dengan menjaga kebersihan organ kelamin serta kebersihan celana dalam. Menjaga kebersihan bukan berarti menggunakan sabun secara berlebihan dan terlalu sering karena hal tersebut bisa membunuh bakteri baik. Menjaga kebersihan yaitu dengan menjaga alat kelamin kering dan tidak lembab. Penggunaan proteksi saat berhubungan seksual beresiko juga dapat mencegah terjadinya keputihan karena infeksi.

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.


Author dr. Kezia Christy dr. Kezia Christy
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Dismenore, Penyebab Kram Perut Saat Haid

Meski seringkali bersifat ringan, pada sebagian wanita, dismenore bisa sangat berat hingga Baca Selengkapnya...

Pakai Pembalut, Tampon, atau Menstrual Cup? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Tak jarang wanita merasa dilema harus memilih pembalut, tampon, atau menstrual cup sebagai alat Baca Selengkapnya...