Mengenal Telemedicine, Solusi Konsultasi Dokter Jarak Jauh

Jumat, 19 Juni 2020

Mengenal Telemedicine, Solusi Konsultasi Dokter Jarak Jauh

Link Sehat - Telemedicine adalah pengobatan jarak jauh menggunakan teknologi. Inovasi ini memungkinkan pasien bertemu dokter secara virtual tanpa harus menghadapi kemacetan jalan dan mengantri lama di rumah sakit. Sayangnya, meski memiliki banyak manfaat, masih banyak pertanyaan dan keraguan masyarakat terkait penggunaan layanan telemedicine.

Selain konsultasi dengan dokter secara online, Anda juga bisa buat janji temu di Rumah Sakit, mendapatkan resep digital, serta mencari paket medical check up dan memesannya.

Siapa yang perlu menggunakan telemedicine?

Telemedicine dapat digunakan oleh siapa saja, tetapi sangat membantu jika Anda:

  • Tinggal di daerah yang jauh dari fasilitas kesehatan
  • Memiliki keterbatasan waktu untuk berobat
  • Butuh perawatan medis saat sedang berada jauh dari rumah

Kebanyakan orang menggunakan layanan telemedicine untuk mengatasi masalah kesehatan ringan non-darurat, meminta pendapat kedua terkait keluhan yang dialami (second opinion), tindak lanjut pengobatan setelah bertemu dokter langsung (follow up), serta mengatasi gangguan kesehatan mental dan konseling kecanduan.

Bagaimana penggunaan telemedicine di Indonesia?

Saat ini banyak aplikasi kesehatan yang menyediakan layanan telemedicine, salah satunya LinkSehat. Bahkan sejak pandemi Corona, banyak Rumah Sakit yang memberikan layanan konsultasi dokter secara online.

Data dari Deloitte Indonesia tahun 2019 menyebutkan bahwa hanya sekitar 10 persen penduduk Indonesia yang sudah menggunakan aplikasi kesehatan. Hal ini dikarenakan belum semua wilayah di Indonesia memiliki infrastruktur yang memadai untuk penerapan layanan telemedicine, misalnya terkait kualitas internet.

Survey terdahulu yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet di Indonesia tahun 2017, menunjukkan bahwa dari seluruh pengguna aplikasi kesehatan, sebanyak 51 persen memanfaatkannya untuk mencari informasi kesehatan dan sekitar 14 persennya untuk berkonsultasi dengan dokter.

Dalam survei tersebut, diketahui ada beberapa pertimbangan masyarakat dalam menggunakan aplikasi kesehatan, meliputi aspek kepraktisan dan kenyamanan, biaya konsultasi, keakuratan diagnosis, keamanan data (privasi), serta perlindungan hukum bagi pengguna.

Apa saja pro kontra telemedicine?

Penggunaan layanan telemedicine masih menimbulkan pro kontra bagi masyarakat. Berikut ini beberapa keuntungan telemedicine diantaranya:

  • Menghemat waktu tunggu dan perjalanan, serta biaya
  • Menghindari paparan bakteri/virus di fasilitas kesehatan (infeksi nosokomial)
  • Memiliki banyak pilihan dokter/faskes (bahkan yang jaraknya jauh dari rumah)
  • Pasien masih perlu konsultasi langsung (bila diperlukan)
  • Pasien harus punya ponsel dan jaringan internet yang baik agar konsultasi dengan dokter berjalan lancar
  • Tidak semua layanan telemedicine memungkinkan pasien untuk membayar konsultasi dengan asuransi

Apakah telemedicine bisa menggantikan konsultasi tatap muka dengan dokter?

Tergantung pada penyakit yang Anda alami. Dalam beberapa kasus ringan, penyakit dapat diatasi tanpa perlu tatap muka langsung dengan dokter. Misalnya, cedera ringan, sakit pernapasan, batuk, pilek, flu, pertusis, sinusitis, dan infeksi saluran kemih.

Namun untuk beberapa kondisi, konsultasi dokter lebih baik dilakukan secara langsung, terutama untuk pemeriksaan fisik dan biopsi. Keadaan darurat medis yang berpotensi mengancam nyawa tidak bisa ditangani melalui telemedicine, tetap harus datang langsung ke fasilitas kesehatan terdekat.

Apakah diagnosis dokter melalui telemedicine akurat?

Dalam kebanyakan kasus, layanan telemedicine dirancang untuk menangani pasien dengan keluhan umum, seperti flu, infeksi saluran kemih, radang tenggorokan, atau penyakit lain yang dapat diberikan diagnosis awal tanpa pemeriksaan fisik.

Namun tidak menutup kemungkinan jika dokter akan memberikan diagnosis awal sesuai keluhan yang Anda sampaikan (termasuk dalam bentuk foto) untuk menangani gejala dan mencegah perkembangan penyakit. Pemeriksaan fisik disarankan jika setelah diberikan rekomendasi obat, gejala tidak membaik atau semakin parah.

Maka itu, keakuratan diagnosis melalui telemedicine sebenarnya dipengaruhi oleh banyak hal, diantaranya:

  • Informasi yang diberikan oleh Anda sebagai pasien.
  • Pertanyaan yang diajukan oleh dokter untuk mencari tahu lebih banyak mengenai kondisi pasien (termasuk riwayat kesehatan, alergi, konsumsi obat).
  • Metode konsultasi yang digunakan apakah hanya berbasis teks/video. Menggunakan video tentu lebih baik karena dokter bisa mendapat impresi kondisi pasien secara umum.
  • Apakah dokter sudah pernah bertatap muka dengan pasien sebelumnya.

Itu mengapa saat menggunakan telekonsultasi, Anda perlu memastikan bahwa semua informasi disampaikan kepada dokter. Biasanya dokter akan memberikan beberapa pertanyaan untuk menetapkan diagnosis awal serta memikirkan alternatif diagnosis lainnya (ingat bahwa diagnosis pasti hanya diberikan setelah dilakukannya pemeriksaan fisik), sehingga Anda perlu menjawabnya secara lengkap.

Dalam memilih layanan telemedicine, terdapat juga beberapa hal yang perlu Anda perhatikan demi mendapatkan penanganan yang tepat dan menjaga keamanan data:

  • Pilih dokter dengan nomor STR dan SIP yang masih aktif. Sebagian orang mempertimbangkan lama waktu praktek (pengalaman) dan lokasi praktek.
  • Lihat rating yang diberikan oleh pasien (berupa nilai angka atau bintang).
  • Perhatikan kebijakan privasi aplikasi yang Anda gunakan. Pastikan Anda membacanya dengan seksama demi melindungi data pribadi.
  • Jika diberikan rekomendasi obat, tanya mengenai cara penggunaan dan efek samping. Jangan lupa untuk memberikan informasi mengenai riwayat alergi obat (jika ada).

Untuk konsultasi dengan dokter via telemedicine, unduh aplikasi LinkSehat di sini.

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.

Deloitte. 21st Century Health Care Challenges: A Connected Health Approach.
Drug Watch. 2020. A Patient’s Guide to Telemedicine.
Healthline. 2015. What Are the Benefits and Advantages of Telemedicine?.
Jonathan C. Reiter.Does Telemedicine Put Patients at Risk of Medical Mistakes?.
Globalmed. 2018. How Reliable Is Telemedicine?.
WebMD. How Does Telemedicine Work?.


Author Novi Sulistia Wati, S.KM Novi Sulistia Wati, S.KM
Reviewed by dr. Winner NG dr. Winner NG

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Tips Konsultasi Online dan Berobat Semasa Pandemi COVID-19

Saat pandemi COVID-19, Anda disarankan untuk tidak berkunjung ke RS kecuali dalam keadaan darurat.

Kapan Harus ke Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19?

Sebaiknya Anda menunda kunjungan ke rumah sakit, kecuali mengalami kondisi berikut:

Manfaat Telekonsultasi di Tengah Pandemi Covid-19

Datang ke RS saat COVID-19 tentu bukan pilihan utama, apalagi jika gejala sakit yang dialami masih Baca Selengkapnya...