Penyebab dan Cara Mengatasi Perubahan pada Vagina Pasca Persalinan

Senin, 15 Februari 2021

Penyebab dan Cara Mengatasi Perubahan pada Vagina Pasca Persalinan

Jika Anda baru saja melahirkan, ada beberapa penyesuaian yang akan Anda rasakan pada fisik maupun psikologis. Sebut saja, masalah menyusui serta baby blues.

Selain kedua hal tersebut, area vagina juga akan mengalami perubahan, baik secara sadar atau tidak. Bahkan, ada beberapa keluhan kesehatan yang mungkin saja dirasakan pada area vagina pasca melahirkan.

Perubahan pada Vagina Setelah Melahirkan

Berikut adalah perubahan yang akan dirasakan ibu baru pada area vagina pasca melahirkan:


1. Sulit menahan buang air kecil

Setelah melahirkan, otot panggul perempuan akan melemah. Hal ini menyebabkan kemungkinan ibu pasca melahirkan sulit menahan keinginan untuk buang air kecil, terutama ketika sedang tertawa atau batuk. Kondisi ini dikenal juga dengan inkontinensia urine.

Meski hal ini terbilang normal, Anda perlu waspada jika kondisi ini berlangsung cukup panjang. Periode yang terbilang normal adalah maksimal enam minggu setelah waktu persalinan. Pada beberapa kasus dimana terjadi luka pasca melahirkan, inkontinensia urine mungkin dapat dirasakan hingga tiga bulan.

Jika Anda mengalami inkontinensia urine lebih dari enam minggu, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mencegah komplikasi kesehatan lainnya.


2. Vagina terasa sakit

Melahirkan menyebabkan terjadinya peregangan bahkan robekan jaringan pada area vagina. Oleh karena itu, rasa ketidaknyamanan dan sakit pada vagina wajar dirasakan, terutama jika persalinan Anda melibatkan episiotomi atau penyayatan pada vagina. Umumnya, kondisi ini bertahan hingga sekitar 3-5 minggu setelah waktu persalinan.

Pada beberapa hari pertama, ada kemungkinan Anda akan merasa sakit setiap kali duduk. Bahkan akan terasa lebih intens ketika Anda bersin atau batuk. Namun seiring berjalannya waktu, rasa sakit tersebut akan berkurang bahkan berangsur-angsur menghilang.


3. Vagina terasa lebih kering

Jika Anda merasa area vagina menjadi lebih kering, hal tersebut sangat normal dan mungkin terjadi. Terutama jika Anda sedang memasuki masa menyusui. Hal ini disebabkan oleh kadar estrogen yang menjadi lebih rendah pada saat menyusui dibandingkan saat masa kehamilan.

Kadar estrogen Anda akan kembali naik ketika Anda telah melalui masa menyusui dan ketika periode menstruasi Anda mulai kembali normal. Pada saat itulah, kondisi vagina Anda akan kembali ke periode sebelum kehamilan.


4. Vagina terasa longgar

Proses persalinan menyebabkan otot-otot dasar panggul di area sekitar vagina meregang dengan tujuan untuk memberi jalan lahir bagi bayi. Setelah proses persalinan, otot-otot yang meregang tersebut kembali menjadi rileks dan mengendur. Hal itu yang membuat vagina perempuan yang sehabis melahirkan terasa lebih longgar.

Beberapa faktor ikut berpengaruh dalam perubahan vagina menjadi lebih longgar, seperti ukuran badan bayi, sudah berapa kali melahirkan serta kondisi pada saat persalinan. Untuk memperkuat otot panggul sehabis melahirkan, Anda dapat mencoba latihan senam kegel.

Senam kegel merupakan senam yang berfokus pada gerakan menahan dan melepas otot dasar panggul. Jika dilakukan secara rutin, hasilnya dapat dirasakan beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian.

Meski tidak menjamin vagina akan kembali rapat, senam kegel dapat membantu keluhan kesehatan lain misalnya inkontinensia urine dan menguatkan otot panggul ketika bercinta.

Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan senam kegel:

  • Tarik otot anus dan vagina secara bersamaan, seperti sedang menahan buang air kecil
  • Tahan tarikan otot tersebut dan pastikan Anda tetap bernapas seperti biasa; tahan tarikan otot selama yang Anda bisa tetapi tidak disarankan lebih dari 10 detik
  • Lepaskan tarikan dan buatlah otot kembali rileks
  • Ulangi kembali langkah-langkah di atas hingga 10 kali tarikan dan lakukan senam ini secara berkala; seperti 4 sampai 6 kali dalam sehari


5. Vagina mengalami perubahan warna

Pada banyak kasus, setelah melahirkan area vulva dan lubang vagina mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap. Hal ini terbilang normal dan disebabkan oleh perubahan hormon selama kehamilan. Tidak jarang, vulva dan lubang vagina juga mengalami pembengkakan.


6. Vagina mengeluarkan lokia

Beberapa hari setelah melahirkan, vagina umumnya akan mengeluarkan cairan. Jika dilihat sekilas, cairan tersebut mirip dengan darah menstruasi, namun darah yang keluar juga disertai dengan lendir serta jaringan plasenta. Cairan tersebut dikenal dengan sebutan lokia.

Keluarnya lokia tidak perlu ditakuti karena merupakan lapisan pada uterus yang terlepas pada saat melahirkan serta merupakan mekanisme alami tubuh untuk proses penyembuhan.

Cairan lokia cenderung akan berwarna kemerahan dan kental pada tiga hari pertama setelah melahirkan karena masih banyak mengandung darah, kemudian akan berubah warna menjadi lebih terang dan lebih encer. Umumnya, tubuh akan mengeluarkan cairan lokia selama 3-6 minggu setelah proses persalinan.


5. Melemahnya otot dasar pelvis

Selain masalah pada vagina, melahirkan juga dapat berdampak pada otot dasar pelvis. Otot dasar pelvis sendiri merupakan kelompok otot penopang tulang punggung. Otot yang juga terdapat pada pria ini juga berfungsi sebagai pengontrol kandung kemih serta pembantu fungsi organ intim.

Terkadang, melemahnya fungsi otot dasar pelvis tidak menimbulkan gejala yang terasa dengan jelas. Pada banyak kasus, hanya ditandai dengan beberapa gejala seperti:

  • Terasa ada tekanan pada area sekitar anus atau yang juga dikenal dengan perineum,
  • Ketidaknyamanan pada saat duduk, seperti sedang menduduki sesuatu,
  • Kesulitan buang air kecil,
  • Konstipasi,
  • Bocor setelah buang air kecil,
  • Dan lain sebagainya.


Cara Meringankan Ketidaknyamanan pada Vagina Pasca Melahirkan

Ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan di rumah untuk mengatasi ketidaknyamanan pada vagina pasca melahirkan. Cara-cara tersebut meliputi:

1. Berendam dengan air hangat

Air hangat dapat meningkatkan aliran darah ke area perineum atau area sekitar vagina dan anus. Bahkan, air hangat dapat membantu mengurangi rasa sakit serta memperbaiki jaringan perineum yang robek secara bertahap.

Selain berendam padabathtub,Anda dapat menggunakan baskom mengingat area yang perlu terkena rendaman air hangat adalah area bokong secara spesifik. Untuk hasil yang maksimal, coba berendam selama 15-20 menit dan lakukan beberapa kali dalam sehari.


2. Kompres dengan es batu

Jika vagina mengalami pembengkakan dan terasa nyeri, coba redakan dengan mengompres area vagina dengan es batu. Pertama, bungkus es batu dengan handuk kecil atau jenis kain lainnya yang bersifat lembut.

Kemudian, letakkan kain dan es batu ke area yang terasa sakit. Lakukan secara berkala, kurang lebih 15 hingga 20 menit setiap satu jam sekali.


3. Minum obat pereda nyeri

Cara lain untuk meredakan nyeri pada area vagina adalah dengan mengonsumsi minum obat pereda nyeri (painkiller)yang dapat dibeli di apotik tanpa resep dokter. Jenis obat yang dimaksud adalah ibuprofen atau parasetamol. Meski demikian, sebaiknya Anda tetap melakukan konsultasi dengan dokter mengenai jenis obat dan dosis yang disesuaikan dengan kondisi Anda.


4. Perhatikan napas

Teknik pernapasan yang sering dianjurkan pada saat proses persalinan oleh tim medis juga dapat membantu mengurangi nyeri setelah melahirkan. Teknik pernapasan yang dimaksud adalah pernapasan pada perut.

Tarik napas panjang melalui hidung dan rasakan area perut membesar tanpa menggerakkan area dada. Hembuskan napas melalui mulut dengan gerakan seolah-olah sedang bersiul. Rasakan perut yang mengempis saat menghembuskan napas. Lakukan berulang untuk membantu mengelola rasa nyeri setelah melahirkan.

Hubungi dokter di sini jika Anda mengalami masalah vagina setelah persalinan.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)
Author Tim LinkSehat Tim LinkSehat
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Kanker Vagina

Apabila sudah menyebar ke organ lain, kanker vagina dapat menyebabkan nyeri pada daerah panggul, Baca Selengkapnya...

Bau Vagina, Normal atau Ada Infeksi?

Bau vagina muncul secara alami pada wanita dan dapat bervariasi selama siklus menstruasi.

Waspadai Bahaya Douching untuk Kesehatan Vagina

Douching adalah kegiatan membersihkan vagina dengan air atau campuran cairan untuk menghilangkan Baca Selengkapnya...

Cara Membersihkan Vagina dan Vulva dengan Aman

Simak bagaimana cara membersihkan vagina dan vulva dengan aman dan metode pembersihan kewanitaan Baca Selengkapnya...