Waspadai Bahaya Douching untuk Kesehatan Vagina

Jumat, 18 Desember 2020

Waspadai Bahaya Douching untuk Kesehatan Vagina

Douching dipercaya dapat membersihkan vagina, padahal sebaliknya. Alih-alih membersihkan dan menghilangkan bau vagina, penggunaan douching secara teratur justru dapat meningkatkan risiko infeksi dan mengganggu keseimbangan kadar asam di vagina.

Demi menghindari dampak negatif douching, sebaiknya Anda pertimbangkan kembali dengan memahami apa itu douching, tingkat keamanannya, anjuran dari dokter, hingga risiko yang mungkin muncul di masa depan.

Segera hubungi dokter spesialis kandungan melalui aplikasi LinkSehat jika muncul masalah di vagina setelah menggunakan douching.

Apa Itu Douching

Douching adalah kegiatan membersihkan vagina dengan air atau campuran cairan untuk menghilangkan bau. Biasanya cairan douching berisikan campuran cuka dengan air, tetapi ada produk lain yang juga mencampurkan soda kue atau yodium. Beberapa produk lainnya juga mengandung antiseptik dan pewangi (fragrance).

Dilansir dalamOffice on Women's Health,hampir 1 dari 5 wanita berusia 15 hingga 44 tahun di Amerika Serikat melakukan douching. Padahal dokter menganjurkan agar wanita tidak melakukan douching, karena dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, termasuk masalah kehamilan, infeksi vagina, daninfeksi menular seksual (IMS).

Waspadai efek samping douching seperti rasa terbakar, iritasi, dan beberapa komplikasi. Komplikasi ini dapat memperburuk masalah yang awalnya ingin Anda atasi, seperti bau vagina yang abnormal.

Alasan Menggunakan Douching

Salah satu alasan utama wanita menggunakan douching yaitu untuk membersihkan vagina. Douching vagina dilakukan dengan cara mengisi air ke dalam botol atau kantong khusus dan menyemprotkannya ke dalam vagina.

Terkadang wanita mencampurkan air dengan cairan lain seperti cuka atau membeli produk douching lainnya yang mungkin mengandung bahan-bahan seperti soda kue, yodium, antiseptik, atau pewangi.

Meski belum terbukti secara pasti, tapi ada beberapa alasan mengapa banyak wanita yang menggunakan douching, di antaranya:

  • Mencegah kehamilan.

  • Menghilangkan bau tidak sedap di vagina.

  • Meminimalisir kemungkinan tertular infeksi menular seksual.

  • Membasuh cairan tertentu dari tubuh, seperti darah menstruasi atau air mani.

Apakah Douching Aman?

Bau vagina dalam batasan tertentu adalah normal. Jika baunya sangat menyengat, adanya infeksi atau masalah lain mungkin menjadi penyebabnya. Anda mungkin memerlukan sejumlah perawatan jika merasa perlu mengatasi bau vagina akibat kondisi medis.

American College of Obstetricians and Gynecologists, mengatakan bahwa penggunaanspray, deodoran, dandouchetidak disarankan karena dapat memperburuk keadaan.

Flora normal vagina adalah bakteri di dalam vagina yang berfungsi menjaga vagina tetap sehat dan mencegah infeksi. Vagina wanita dapat melakukanself-cleaningdan menjaga keseimbangan kadar asam tanpa gangguan.

Penggunaan douching dapat menghilangkan bakteri baik yang ada di vagina. Dampaknya keseimbangan kadar asam berubah, memungkinkan bakteri jahat berkembang biak, infeksi, iritasi, kulit mentah, dan terjadinya komplikasi yang lebih parah.

Cara Membersihkan Vagina Selain Douching

Dokter menganjurkan agar wanita tidak melakukan douching. Anda tidak perlu melakukan douchinguntuk membersihkan vagina, karena tubuh Anda secara alami dapat membilas dan membersihkan vagina.

Douching juga dapat meningkatkan kemungkinan Anda terkena infeksi vagina atau infeksi menular seksual. Bau menyengat atau iritasi biasanya menandakan adanya masalah.

Cara terbaik untuk membersihkan vagina yaitu dengan membiarkan vagina Anda membersihkan dirinya sendiri. Vagina membersihkan dirinya sendiri secara alami dengan menciptakan lendir yang dapat membersihkan darah, air mani, dan keputihan.

Jika Anda mengkhawatirkan bau vagina, bicarakan dengan dokter Anda. Namun, Anda harus tahu bahwa vagina yang sehat dan bersih pun memiliki bau yang bisa berubah-ubah sepanjang hari.

Cara menjaga kebersihan dan kesehatan vagina Anda yang disarankanyaitu:

  • Hindari penggunaan tampon, pembalut, bedak, dan pewangi karena dapat meningkatkan kemungkinan infeksi vagina.

  • Mencuci bagian luar vagina dengan air hangat saat mandi. Beberapa wanita juga menggunakan sabun yang lembut. Jika Anda memiliki kulit sensitif atau infeksi vagina, bahkan sabun yang lembut dikhawatirkan dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi.

Risiko Douching

Douching memberikan banyak dampak negatif daripada positif. Beberapa wanita berpotensi mengalami komplikasi parah, tergantung pada alasan wanita tersebut memutuskan untuk melakukan douchingvagina.

Sebelum memulai,Anda harus mengetahui apa saja risiko douching yang bisa berbahaya bagi kesehatan.

1. Kehamilan

Douching bukanlah alat kontrasepsi, tapi penggunaan douching dapat mempersulit wanita yang sedang mencoba untuk hamil. Selain itu, wanita yang melakukan douching secara teratur mungkin mengalami masalah selama kehamilan, seperti:

  • Kesulitan hamil. Wanita yang melakukan douching setidaknya sebulan sekali mungkin akan lebih sulit hamil dibandingkan wanita yang tidak melakukan douching.

  • Kelahiran prematur. Douching meningkatkan risiko kelahiran prematur. Satu studi menemukan bahwa wanita yang melakukan douching selama kehamilan kemungkinan melahirkan bayi lebih awal. Hal ini meningkatkan risiko masalah kesehatan Anda dan bayi Anda.

  • Kehamilan ektopik. Douching dapat meningkatkan kemungkinan wanita mengalami kerusakan tuba falopi dankehamilan ektopik. Kehamilan ektopik terjadi saat sel telur yang telah dibuahi menempel di bagian dalam tuba falopi, bukan di dalam rahim. Jika tidak segera ditangani, kehamilan ektopik bisa berbahaya dan mengancam nyawa. Ini juga membuat wanita sulit hamil di masa depan.

2. Infeksi

Banyak yang menganggap bahwa douching dapat membantu mencegah atau menghilangkan infeksi vagina. Namun yang benar justru sebaliknya.

Douching yang dilakukan secara teratur dapat meningkatkan kemungkinan wanita terkena infeksi vagina dan mengganggu keseimbangan kadar keasaman alami vagina. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya infeksi jamur dan vaginosis bakterialis.

Wanita yang melakukan douching lima kali lebih berpotensi mengalami vaginosis bakterialis dibandingkan wanita yang tidak melakukan douching. Menggunakan douching saat Anda memiliki infeksi dapat memperburuk keadaan dan menyebar ke bagian lain yang ada di sistem reproduksi.

3. Servisitis

Servisitis adalah infeksi atau peradangan pada serviks. Servisitis dapat menyebabkan gejala gatal, nyeri, dan keputihan. Ini adalah kondisi lain yang biasanya ditularkan melalui infeksi menular seksual. Namun, douching turut meningkatkan risikonya.

Meskipun bau vagina alami dan beberapa keputihan tergolong sehat, tapi penting untuk tetap mewaspadai tanda dan gejala adanya masalah yang lebih serius. Tanda-tanda yang harus diperhatikan meliputi:

  • Nyeri saat buang air kecil.

  • Keputihan dengan bau yang menyengat.

  • Keputihan berwarna putih, kuning, atau hijau.

  • Bau vagina yang tidak kunjung hilang setelah beberapa hari.

  • Sakit atau perasaan tidak nyaman saat berhubungan seksual.

  • Kemerahan, bengkak, sensasi terbakar, dan gatal di dalam atau di sekitar vagina.

4. Radang Panggul

Radang panggul ataupelvic inflammatory disease(PID) biasanya disebabkan oleh infeksi menular seksual. Penyakit ini dapat memengaruhi organ reproduksi dan mengurangi peluang wanita untuk hamil di masa depan.

Penggunaan douching tidak disarankan oleh dokter. Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar douching dan efek sampingnya, hubungi dokter spesialis kandungan di dalam dan luar negeri melalui aplikasi LinkSehat. Download sekarang.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)
Author Tim LinkSehat Tim LinkSehat
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Bau Vagina, Normal atau Ada Infeksi?

Bau vagina muncul secara alami pada wanita dan dapat bervariasi selama siklus menstruasi.

Pakai Pembalut, Tampon, atau Menstrual Cup? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Tak jarang wanita merasa dilema harus memilih pembalut, tampon, atau menstrual cup sebagai alat Baca Selengkapnya...

Menstruasi Dua Kali Sebulan? Ini Sebabnya

Dua kali menstruasi dalam sebulan mungkin menunjukkan adanya masalah kesehatan yang mendasarinya.