Gangguan Kesuburan Wanita: Penyebab, Risiko, Cara Mengobati & Pencegahan

Selasa, 13 Juli 2021

Gangguan Kesuburan Wanita: Penyebab, Risiko, Cara Mengobati & Pencegahan

LinkSehat - Sekitar 1 dari 6 pasangan mengalami ketidaksuburan (infertilitas). Diagnosis infertilitas diberikan kepada pasangan yang belum berhasil hamil selama satu tahun penuh. Jika gangguan terjadi pada wanita, ini disebut sebagai gangguan kesuburan wanita. 

Faktor penyebab gangguan kesuburan wanita memengaruhi sekitar 50% dari semua kasus infertilitas, dan berkontribusi sekitar sepertiga dari semua kasus infertilitas. 

Pahami apa itu gangguan kesuburan wanita, penyebab, hingga cara mengobatinya agar dapat dicegah sejak dini. 

Penyebab Gangguan Kesuburan Wanita

Ada beberapa faktor penyebab gangguan kesuburan wanita yang menghalangi keberhasilan kehamilan Anda, di antaranya:

1. Rusaknya saluran tuba falopi

Struktur tuba falopi membawa sel telur dari ovarium ke rahim. Tuba falopi bisa rusak saat bekas luka terbentuk setelah infeksi panggul, endometriosis, dan operasi panggul. Kondisi ini bisa mencegah sperma mencapai sel telur di dalam tabung yang menjadi tempat pembuahan.

2. Masalah hormonal

Salah satu penyebab tidak hamil yaitu tubuh tidak mengalami perubahan hormon yang menyebabkan pelepasan sel telur dari ovarium dan penebalan lapisan rahim.

3. Masalah serviks

Penyebab gangguan kesuburan wanita yang berikutnya yaitu masalah serviks, karena beberapa wanita memiliki kondisi yang mencegah sperma melewati saluran serviks.

4. Masalah uterus

Anda mungkin memiliki polip dan fibroid yang mengganggu proses kehamilan. Polip rahim muncul ketika terlalu banyak sel yang tumbuh di endometrium, sedangkan fibroid tumbuh di dinding rahim. Kelainan rahim lainnya juga bisa mengganggu kesuburan wanita.

5. Infertilitas yang tidak dapat dijelaskan

Sekitar 20% pasangan yang memiliki masalah kesuburan tidak diketahui penyebab pastinya. 

Risiko Gangguan Kesuburan Wanita

Beberapa faktor menyebabkan wanita berisiko lebih tinggi mengalami kemandulan, di antaranya:

1. Usia

Kualitas dan kuantitas sel telur wanita mulai menurun seiring bertambahnya usia. Kerja folikel yang merupakan bagian dari sistem reproduksi wanita akan mengalami penurunan lebih cepat ketika seorang wanita mencapai pertengahan usia 30-an. Sel telur yang dihasilkan juga lebih sedikit dan kualitasnya lebih buruk. Kondisi ini menyebabkan konsepsi sulit terjadi dan meningkatkan risiko keguguran.

2. Merokok

Merokok berdampak buruk bagi kesuburan wanita, karena dapat merusak serviks dan tuba falopi, juga meningkatkan risiko keguguran dan kehamilan ektopik. Merokok juga dianggap dapat mengikis sel telur sebelum waktunya. Sebaiknya berhenti merokok sebelum Anda memulai perawatan kesuburan. 

3. Berat badan

Kelebihan dan kekurangan berat badan dapat memengaruhi ovulasi yang normal. Memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang sehat dapat meningkatkan frekuensi ovulasi dan kemungkinan kehamilan.

4. Riwayat seksual

Infeksi menular seksual seperti klamidia dan kencing nanah dapat merusak saluran tuba falopi. Melakukan hubungan seks tanpa pelindung dengan banyak pasangan dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual, sehingga menyebabkan gangguan kesuburan di masa mendatang.

5. Mengonsumsi alkohol

Untuk mengurangi risiko gangguan kesuburan wanita, usahakan tidak mengonsumsi alkohol lebih dari satu minuman beralkohol per hari. 

Cara Mengobati Gangguan Kesuburan Wanita

Dokter akan merekomendasikan metode pengobatan sesuai kondisi gangguan kesuburan Anda. Berikut ini beberapa cara mengobati gangguan kesuburan wanita seperti:

1. Laparoskopi

Laparoskopi adalah prosedur pembedahan yang memungkinkan ahli bedah untuk mengakses bagian dalam perut dan panggul pasien tanpa harus membuat sayatan besar di kulit. Prosedur ini juga dikenal sebagai operasi lubang kunci atau operasi minimal invasif.

Jika Anda didiagnosis memiliki penyakit tuba atau panggul, operasi menjadi salah satu pilihan pengobatan untuk merekonstruksi organ reproduksi Anda. Dokter akan meletakkan laparoskop melalui sayatan di dekat pusar. Tujuannya untuk menghilangkan jaringan parut, mengobati endometriosis, membuka saluran yang tersumbat, atau mengangkat kista ovarium.

2. Histeroskopi

Dalam prosedur histeroskopi, dokter akan menempatkan histeroskop ke dalam rahim Anda melalui leher rahim. Histeroskop digunakan untuk mengangkat polip dan tumor fibroid, membagi jaringan parut, dan membuka tabung yang tersumbat.

3. Obat-obatan

Jika Anda memiliki masalah ovulasi, dokter mungkin meresepkan obat seperti klomifen sitrat (Clomid, Serophene), gonadotropin (seperti Gonal-F, Follistim, Humegon dan Pregnyl), atau letrozole.

Dokter mungkin menyarankan penggunaan gonadotropin jika Anda mengalami infertilitas yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya atau ketika jenis perawatan lain tidak membantu Anda hamil.

Metformin (Glucophage) adalah jenis obat lain yang dapat membantu proses ovulasi normal jika Anda memiliki resistensi insulin atau PCOS (polycystic ovarian syndrome). Sebaiknya konsultasi online dengan dokter spesialis kandungan Anda sebelum mulai untuk menggunakan obat-obatan.

4. Inseminasi intrauterine (IUI)

Pada prosedur IUI, setelah air mani dibilas dengan larutan khusus, dokter akan memasukkannya ke dalam rahim saat sedang berovulasi. Terkadang prosedur ini dilakukan saat Anda minum obat yang membantu memicu pelepasan sel telur.

5. In vitro fertilization (IVF)

In vitro fertilization atau bayi tabung adalah prosedur yang dilakukan dokter dengan menempatkan embrio ke dalam rahim yang telah dibuahi dalam sebuah wadah.

Anda mengonsumsi gonadotropin untuk memicu perkembangan lebih dari satu sel telur. Saat sel telur matang, dokter menggunakan ultrasound untuk memandu dan mengambilnya dengan jarum.

Kemudian sperma dikumpulkan, dicuci, dan ditambahkan ke sel telur di wadah. Beberapa hari kemudian, embrio atau sel telur yang telah dibuahi akan dimasukkan kembali ke dalam rahim menggunakan kateter IUI.

Embrio tambahan dapat dibekukan dan disimpan untuk digunakan nanti, tergantung persetujuan Anda dan pasangan. 

6. Intracytoplasmic sperm injection (ICSI)

Dokter akan menyuntikkan sperma langsung ke dalam sel telur di dalam cawan dan memasukkannya ke dalam rahim.

7. Gamete intrafallopian tube transfer (GIFT) dan zygote intrafallopian transfer (ZIFT) 

Seperti IVF, prosedur ini melibatkan pengambilan sel telur, menggabungkannya dengan sperma di laboratorium, dan mentransfernya kembali ke tubuh.

Pada prosedur ZIFT, dokter menempatkan sel telur yang telah dibuahi (zigot) ke dalam tuba falopi dalam waktu 24 jam. Pada prosedur GIFT, sperma dan sel telur dicampur bersama sebelum dimasukkan oleh dokter.

8. Donor sel telur

Donor sel telur dapat membantu jika Anda memiliki ovarium yang tidak berfungsi dengan baik, tetapi dengan rahim yang normal. 

Prosedur ini melibatkan pengambilan sel telur dari ovarium pendonor yang telah menggunakan obat kesuburan. Setelah pembuahan in vitro, dokter akan memindahkan sel telur yang telah dibuahi ke dalam rahim.

Mencegah Gangguan Kesuburan Wanita

Terapkan gaya hidup sehat sedini mungkin untuk mencegah gangguan kesuburan di masa depan. Berikut ini cara mencegah gangguan kesuburan wanita yang membantu mengoptimalkan kesuburan:

1. Pertahankan berat badan normal

Wanita yang kelebihan berat badan dan kekurangan berat badan berisiko tinggi mengalami gangguan ovulasi. Berolahraga secukupnya jika Anda perlu menurunkan berat badan. Olahraga berat dan intens lebih dari lima jam seminggu berdampak pada penurunan ovulasi.

2. Berhenti merokok

Ada banyak efek negatif tembakau pada kesuburan wanita, ini termasuk kesehatan tubuh secara umum dan kesehatan janin. Jika Anda merokok dan sedang berencana hamil, sebaiknya berhenti merokok sekarang.

3. Hindari minuman beralkohol

Penurunan kesuburan dapat disebabkan konsumsi alkohol yang berlebihan. Penggunaan alkohol apa pun dapat memengaruhi kesehatan perkembangan janin. Jika Anda berencana hamil, sebaiknya hindari minum alkohol dan jangan minum alkohol saat Anda hamil.

4. Mengurangi stres

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang mengalami stres psikologis memiliki hasil yang lebih buruk ketika menjalani perawatan infertilitas. Oleh sebab itu, cari cara untuk mengurangi stres dalam hidup Anda sebelum hamil.

5. Batasi jumlah konsumsi kafein

Asupan kafein kurang dari 200 miligram per hari seharusnya tidak memengaruhi kemampuan Anda untuk hamil. Jumlah tersebut setara dengan 1 hingga 2 cangkir atau kopi per hari. 

Jika Anda memiliki gangguan kesuburan atau berencana hamil, lakukan Konsultasi Online dengan dokter spesialis kandungan melalui aplikasi LinkSehat. Download Sekarang.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)

    • https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/female-infertility-70973/ 
    • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/female-infertility/symptoms-causes/syc-20354308 
    • https://www.nhs.uk/conditions/laparoscopy/ 
    • https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/female-infertility 


          Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

          Nilai Artikel Ini

          Artikel Terkait

          Program Bayi Tabung

          Program bayi tabung diperuntukkan bagi pasangan yang sulit memiliki anak karena adanya permasalahan Baca Selengkapnya...

          Medical Check Up: Apa Itu dan Mengapa Penting?

          Berbagai pemeriksaan fisik yang diperiksa melalui medical check up, antara lain.

          Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

          PCOS dapat terjadi pada wanita di masa usia suburnya dan dapat memengaruhi kesuburan wanita.

          Jenis Medical Check Up untuk Wanita

          Medical Check Up yang dilakukan secara rutin merupakan tindakan preventif untuk mengetahui risiko Baca Selengkapnya...