Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi saat Isolasi Mandiri

Rabu, 18 Agustus 2021

Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi saat Isolasi Mandiri

LinkSehat - Menu makanan harian berperan penting untuk menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh. Apabila Anda terinfeksi Covid-19 dan sedang isolasi mandiri di rumah, percepat proses pemulihan dengan mengonsumsi makanan sehat dan menerapkan gaya hidup sehat. 

Berikut ini rekomendasi makanan yang sebaiknya dikonsumsi saat isolasi mandiri.

Alasan harus memperhatikan makanan saat isolasi mandiri

Mengonsumsi makanan sehat sangat penting selama Anda menjalani isolasi mandiri. Semua makanan dan minuman yang masuk ke dalam perut Anda dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk mencegah, melawan, dan pulih dari infeksi Covid-19. 

Saat ini belum ada makanan atau suplemen yang dapat mencegah atau menyembuhkan infeksi Covid-19, tapi diet sehat sangat penting untuk mendukung sistem kekebalan tubuh. Asupan nutrisi yang baik juga dapat mengurangi risiko masalah kesehatan lainnya, seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker. 

Itulah sebabnya mengapa penting untuk memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi saat isolasi mandiri.

Makanan yang perlu dikonsumsi saat isolasi mandiri

Berdasarkan semua pedoman ini, diet pemulihan yang tepat untuk pasien Covid-19 harus mencakup kategori nutrisi berikut.

1. Kalori

Tubuh kehilangan banyak energi saat terinfeksi Covid-19. Makanan padat kalori dibutuhkan untuk mengembalikan tingkat energi Anda. Tambah nasi, kentang, roti, pasta, biji-bijian dan sereal ke dalam menu makanan harian Anda. Namun, tetap hindari makanan dengan kalori kosong, contohnya junk food.

2. Protein

Perbanyak konsumsi makanan yang kaya protein untuk mendapatkan 75 gram sampai 100 gram nutrisi per hari. Tambahkan sebanyak mungkin biji-bijian, lentil, kacang polong, produk susu, produk olahan kedelai, kacang-kacangan dan biji-bijian ke dalam menu makanan harian Anda. Jika Anda non-vegetarian, Anda dapat mengonsumsi ayam, telur, dan ikan untuk memenuhi asupan protein.

3. Buah dan sayuran 

Buah dan sayuran segar merupakan sumber serat, folat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang baik. Tambahkan semuanya mulai dari apel dan pisang hingga labu dan sayuran berdaun hijau ke dalam makanan Anda. 

4. Cairan

Infeksi dapat menyebabkan tubuh dehidrasi. Penting bagi Anda untuk rehidrasi saat pulih. Minumlah 8 sampai 10 gelas air setiap hari, dan jadikan kaldu, sup, dan minuman lain sebagai bagian dari diet harian Anda.

5. Makanan dan minuman peningkat kekebalan tubuh

Buah-buahan, sayuran, beberapa rempah-rempah memiliki kualitas yang sangat baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh, karena dikemas dengan fitokimia dan senyawa bioaktif. Tambahkan jenis makanan ini ke dalam diet Anda dan minum minuman herbal penambah kekebalan tubuh seperti susu kunyit, teh hijau, teh herbal, dan lain-lain. 

Berhati-hatilah untuk tidak mengonsumsi terlalu banyak kafein dan hindari jus buah manis, sirup, konsentrat jus buah, minuman bersoda, dan minuman ringan karena semuanya mengandung gula.

6. Makan dengan porsi kecil dan sering

Makan dalam porsi kecil ditambah makanan ringan lebih dianjurkan daripada makan tiga kali sehari dalam porsi besar. Makan perlahan, ambil gigitan kecil, dan bernapas dalam-dalam saat mengunyah. Makan sambil duduk dan pilih makanan yang lebih mudah dikunyah atau lebih lembut agar aliran napas tetap lancar. 

7. Minuman suplemen kesehatan

Minuman ini berguna jika Anda makan lebih sedikit dari biasanya karena nafsu makan yang buruk, kesulitan bernapas, kelelahan, atau jika Anda kehilangan berat badan dan massa otot. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk mengetahui minuman suplemen yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. 

Baca Juga: Konsultasi Dokter dan Obat Gratis untuk Pasien Isoman COVID-19

Adakah makanan yang tidak boleh dikonsumsi saat isolasi mandiri?

Semua makanan dan minuman yang Anda konsumsi memainkan peran besar dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Ini juga menentukan seberapa cepat Anda pulih kembali saat atau setelah terinfeksi Covid-19.

  • Batasi jumlah penggunaan garam dan bumbu bernatrium tinggi, seperti kecap dan kecap ikan.
  • Batasi asupan garam harian hingga kurang dari 5 gram atau sekitar 1 sendok teh dan gunakan garam beryodium.
  • Hindari makanan yang tinggi garam dan gula, misalnya makanan ringan. 
  • Batasi asupan minuman ringan atau soda dan minuman lain yang tinggi gula, seperti jus buah, konsentrat jus buah dan sirup, susu yang diberi perasa, dan minuman yogurt.
  • Sebaiknya makan buah-buah segar daripada camilan manis, seperti kue kering dan cokelat. 

Perlukah suplemen vitamin saat isolasi mandiri?

Menjaga sistem kekebalan tubuh Anda sehat sepanjang tahun adalah kunci untuk mencegah infeksi dan penyakit. Menerapkan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, cukup tidur, dan berolahraga adalah cara terpenting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda selama isolasi mandiri. 

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa suplemen vitamin, mineral, herbal, dan zat lain tertentu dapat membantu meningkatkan respons kekebalan dan berpotensi melindungi tubuh dari serangan penyakit.

Namun, perhatikan bahwa beberapa suplemen dapat berinteraksi dengan obat resep atau obat bebas yang sedang Anda pakai. Beberapa mungkin tidak sesuai untuk orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Pastikan untuk konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mulai mengonsumsi suplemen apa pun.

Berikut ini rekomendasi suplemen vitamin yang dapat membantu menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, di antaranya:

1. Kalori

Tubuh kehilangan banyak energi saat terinfeksi Covid-19. Makanan padat kalori dibutuhkan untuk mengembalikan tingkat energi Anda. Tambah nasi, kentang, roti, pasta, biji-bijian dan sereal ke dalam menu makanan harian Anda. Namun, tetap hindari makanan dengan kalori kosong, contohnya junk food.

2. Protein

Perbanyak konsumsi makanan yang kaya protein untuk mendapatkan 75 gram sampai 100 gram nutrisi per hari. Tambahkan sebanyak mungkin biji-bijian, lentil, kacang polong, produk susu, produk olahan kedelai, kacang-kacangan dan biji-bijian ke dalam menu makanan harian Anda. Jika Anda non-vegetarian, Anda dapat mengonsumsi ayam, telur, dan ikan untuk memenuhi asupan protein.

3. Buah dan sayuran 

Buah dan sayuran segar merupakan sumber serat, folat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang baik. Tambahkan semuanya mulai dari apel dan pisang hingga labu dan sayuran berdaun hijau ke dalam makanan Anda. 

4. Cairan

Infeksi dapat menyebabkan tubuh dehidrasi. Penting bagi Anda untuk rehidrasi saat pulih. Minumlah 8 sampai 10 gelas air setiap hari, dan jadikan kaldu, sup, dan minuman lain sebagai bagian dari diet harian Anda.

5. Makanan dan minuman peningkat kekebalan tubuh

Buah-buahan, sayuran, beberapa rempah-rempah memiliki kualitas yang sangat baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh, karena dikemas dengan fitokimia dan senyawa bioaktif. Tambahkan jenis makanan ini ke dalam diet Anda dan minum minuman herbal penambah kekebalan tubuh seperti susu kunyit, teh hijau, teh herbal, dan lain-lain. 

Berhati-hatilah untuk tidak mengonsumsi terlalu banyak kafein dan hindari jus buah manis, sirup, konsentrat jus buah, minuman bersoda, dan minuman ringan karena semuanya mengandung gula.

6. Makan dengan porsi kecil dan sering

Makan dalam porsi kecil ditambah makanan ringan lebih dianjurkan daripada makan tiga kali sehari dalam porsi besar. Makan perlahan, ambil gigitan kecil, dan bernapas dalam-dalam saat mengunyah. Makan sambil duduk dan pilih makanan yang lebih mudah dikunyah atau lebih lembut agar aliran napas tetap lancar. 

7. Minuman suplemen kesehatan

Minuman ini berguna jika Anda makan lebih sedikit dari biasanya karena nafsu makan yang buruk, kesulitan bernapas, kelelahan, atau jika Anda kehilangan berat badan dan massa otot. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk mengetahui minuman suplemen yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. 

Adakah makanan yang tidak boleh dikonsumsi saat isolasi mandiri?

Semua makanan dan minuman yang Anda konsumsi memainkan peran besar dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Ini juga menentukan seberapa cepat Anda pulih kembali saat atau setelah terinfeksi Covid-19.

  • Batasi jumlah penggunaan garam dan bumbu bernatrium tinggi, seperti kecap dan kecap ikan.
  • Batasi asupan garam harian hingga kurang dari 5 gram atau sekitar 1 sendok teh dan gunakan garam beryodium.
  • Hindari makanan yang tinggi garam dan gula, misalnya makanan ringan. 
  • Batasi asupan minuman ringan atau soda dan minuman lain yang tinggi gula, seperti jus buah, konsentrat jus buah dan sirup, susu yang diberi perasa, dan minuman yogurt.
  • Sebaiknya makan buah-buah segar daripada camilan manis, seperti kue kering dan cokelat. 

Perlukah suplemen vitamin saat isolasi mandiri?

Menjaga sistem kekebalan tubuh Anda sehat sepanjang tahun adalah kunci untuk mencegah infeksi dan penyakit. Menerapkan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, cukup tidur, dan berolahraga adalah cara terpenting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda selama isolasi mandiri. 

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa suplemen vitamin, mineral, herbal, dan zat lain tertentu dapat membantu meningkatkan respons kekebalan dan berpotensi melindungi tubuh dari serangan penyakit.

Namun, perhatikan bahwa beberapa suplemen dapat berinteraksi dengan obat resep atau obat bebas yang sedang Anda pakai. Beberapa mungkin tidak sesuai untuk orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Pastikan untuk konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mulai mengonsumsi suplemen apa pun.

Berikut ini rekomendasi suplemen vitamin yang dapat membantu menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, di antaranya:

1. Vitamin C

Sebagai antioksidan, vitamin C dapat membantu mengurangi peradangan, termasuk gejala parah Covid-19 yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga kematian. 

2. Vitamin D

Fungsi utama vitamin D adalah membantu tubuh mempertahankan kadar kalsium dan fosfor darah secara optimal. Dapatkan vitamin D lewat paparan sinar matahari atau melalui suplemen dan makanan sehari-hari.

3. Vitamin B kompleks

Jaga kondisi tubuh agar tetap prima dengan mengonsumsi vitamin B6 yang berdampak positif bagi sistem kekebalan tubuh. Pastikan untuk mendapatkan cukup vitamin B sebagai bagian dari diet harian Anda, salah satunya lewat multivitamin dan asupan harian. 

4. Zinc

Kandungan zinc di dalam obat flu yang dijual bebas atau minuman pelega tenggorokan dapat membantu mempersingkat masa flu yang disebabkan rhinovirus. Zinc juga membantu gejala hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan batuk.

5. Elderberry

Sirup elderberry memiliki sifat antivirus dan anti-inflamasi, sehingga digunakan sebagai obat pilek, flu, dan infeksi sinus bakteri. Elderberry bekerja dengan mengurangi pembengkakan pada selaput lendir.

6. Jamur

Jamur kaya akan selenium dan vitamin B seperti riboflavin dan niacin, yang dibutuhkan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap berjalan optimal. Jamur juga tinggi polisakarida, yaitu molekul seperti gula yang meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

Manfaatkan waktu isolasi mandiri untuk mencegah penularan dan pemulihan dari infeksi virus Covid-19. Pastikan makanan dan minuman yang Anda konsumsi mendukung peningkatan kekebalan tubuh.

Jika Anda memiliki gejala Covid-19 atau ingin melakukan konsultasi online dengan dokter Anda selama masa isolasi mandiri, gunakan aplikasi dokter online LinkSehat. Saat ini LinkSehat bekerjasama dengan Kemenkes RI untuk menyediakan layanan telemedicine dan obat gratis untuk pasien isoman Covid-19.

Download Sekarang.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)

  • https://www.bda.uk.com/uploads/assets/6a95644d-f8a1-4103-b934da36a7d2c9e8/Homerton-COVID19-Eating-drinking-on-recovery.pdf 
  • http://www.emro.who.int/nutrition/news/nutrition-advice-for-adults-during-the-Covid-19-outbreak.html 
  • https://www.healthline.com/nutrition/immune-boosting-supplements
  • https://www.medicinenet.com/covid_19_supplements/article.htm 
  • https://www.news18.com/news/lifestyle/covid19-patients-recovery-diet-myupchar-2753747.html
  • https://www.who.int/campaigns/connecting-the-world-to-combat-coronavirus/healthyathome/healthyathome---healthy-diet 


Reviewed by dr. Yohan Samudra, SpGK AIFO-K dr. Yohan Samudra, SpGK AIFO-K

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Panduan Isolasi Mandiri di Rumah Jika Positif COVID-19

Ikuti panduan isolasi mandiri di rumah di bawah ini jika Anda terkonfirmasi positif COVID-19.

Panduan Lengkap COVID-19: Pencegahan, Isolasi Mandiri hingga Pemulihan

Berikut panduan Covid-19 lengkap mulai dari pencegahan hingga pemulihannya untuk Anda ketahui.

Telemedicine dan Obat Gratis Isoman COVID-19 Kemenkes

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah resmi bekerja sama dengan 11 platform telemedicine untuk Baca Selengkapnya...