Uji brain evoked response auditory

Senin, 28 Desember 2020

Uji Brain Evoked Response Auditory

LinkSehat - Uji brain evoked response auditory (BERA) adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai kinerja otak dalam memproses berbagai suara yang Anda dengar lewat telinga.

Uji ini akan merekam seluruh aktivitas otak, kemudian akan disajikan dalam bentuk gelombang yang dapat dibaca dan dinilai oleh dokter. Uji ini juga dapat mengidentifikasi kelainan pada saraf yang berkaitan dengan pendengaran.

Siapa yang perlu melakukan uji BERA?

Uji BERA bisa dilakukan oleh siapa saja.

Kapan perlu menjalani uji BERA?

Biasanya uji BERA dilakukan oleh anak yang berusia 1-3 tahun. Pemeriksaan dilakukan secara berkala, tergantung pada kebutuhan. Misalnya, jika untuk memeriksa kelainan otak dan sistem saraf, pemeriksaan cukup dilakukan satu kali saja.

Bagaimana prosedur uji BERA dilakukan?

Satu hari sebelum pengujian, Anda wajib mencuci rambut untuk menghilangkan minyak sehingga alat pemeriksaan yang melekat pada kepala tidak mudah lepas. Setelah itu, besoknya Anda akan menjalani rangkaian uji BERA sebagai berikut:

  • Anda akan diminta untuk duduk di kursi dengan sudut tempat bersandar yang bisa diatur atau duduk di kasur (tergantung pada tingkat kenyamanan).
  • Akan ditempel beberapa elektroda kecil berbentuk sepertipatchdi kepala bagian atas dan sekitarnya, termasuk pada telinga, sebagai penangkap sinyal aktivitas otak
  • Elektroda tersebut akan disambungkan ke alat yang dapat merekam aktivitas otak dan mencetaknya.
  • Alat berbentuk sepertiearphone akan diberikan untuk dipasang di kedua telinga.
  • Setelah semua pemasangan alat selesai, Anda hanya perlu bersikap tenang dan mendengarkan apa yang dikeluarkan dari alat yang telah terpasang di telinga.
  • Ketika bunyi sudah tidak keluar lagi, seluruh alat yang terpasang akan dilepas dan hasil dari uji tersebut akan keluar (berupa tujuh gelombang, akan diinterpretasi oleh dokter).

Hasil pemeriksaan akan menunjukkan kinerja otak dalam memproses apa yang didengar dan kelainan pada otak dan sistem saraf (jika ada). Jika hasil ujinya abnormal, Anda berpotensi untuk mengalami kelainan pada otak dan sistem saraf. Kelainan tersebut mungkin diakibatkan oleh:

Adakah efek samping dari uji BERA?

Uji BERA tidak memberikan efek samping apapun, karena pemeriksaan ini tidak melibatkan benda-benda tajam atau benda apapun yang dapat mempengaruhi aktivitas tubuh Anda. Uji ini dilakukan hanya untuk menilai aktivitas otak.

Di mana saya bisa melakukan uji BERA?

Tidak semua layanan kesehatan memiliki fasilitas yang memadai untuk melakukan uji BERA. Anda bisa menghubungi Medical Consultant LinkSehat melalui WhatsApp 0857 8000 8707 atau isi formulir konsultasi gratis di sini untuk mendapatkan rekomendasi dokter/rumah sakit berkualitas yang telah berpengalaman dalam melakukan uji BERA, baik di Indonesia atau negara lainnya.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)

  • Healthline. 2016. BAER (Brainstem Auditory Evoked Response) test.
  • Scielo. 2009.Brainstem evoked response audiometry in normal hearing subjects.


Author dr. Hambrian Wijaya dr. Hambrian Wijaya
Reviewed by dr. Winner NG dr. Winner NG

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Stimulasi Otak Dalam

Stimulasi otak dalam biasanya diperuntukkan bagi pasien yang memiliki penyakit pada otak yang Baca Selengkapnya...

Kanker Otak

Sel kanker otak dapat menguasai dan mengambil ruang di otak serta darah dan nutrisi dari sel sehat Baca Selengkapnya...

Rekonstruksi Telinga

Rekonstruksi telinga adalah suatu prosedur operasi untuk memperbaiki bentuk telinga sehingga Baca Selengkapnya...