Multiple Myeloma

Rabu, 17 Februari 2021

Multiple Myeloma

Multiple myeloma adalah keganasan dari sel plasma yang merupakan komponen darah dan paling banyak ditemukan di sumsum tulang belakang. Sel plasma sendiri merupakan bagian dari sistem imun. Saat menjadi ganas, sel plasma akan membentuk protein abnormal yang akan menyebabkan komplikasi.

Penyebab multiple myeloma

Penyebab terjadinya myeloma sampai saat ini masih belum jelas. Yang diketahui hanyalah myeloma dimulai dari terbentukny asatu sel yang abnormal di sumsum tulang belakang, yang kemudian akan bermultiplikasi dengan cepat.

Sel kanker tidak mengalami proses dewasa dan mati seperti sel normal umumnya sehingga mereka akan terakumulasi, melebihi sel normal. Di sumsum tulang, sel myeloma akan membuat fungsi sel darah putih dan sel darah merah sehat terganggu sehingga tubuh sulit untuk melawan infeksi.

Gejala multiple myeloma

Beberapa gejala dari multiple myeloma antara lain:

  • Mual.
  • Konstipasi.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Kebingungan.
  • Mudah lelah.
  • Infeksi yang sering.
  • Berat badan menurun.
  • Lemah atau baal di kedua kaki.
  • Rasa haus yang berlebihan.
  • Nyeri tulang terutama di tulang belakang atau dada.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain:

  • Infeksi berulang.
  • Masalah pada tulang.
  • Menurunnya fungsi ginjal.
  • Rendahnya sel darah merah di tubuh.

Diagnosis multiple myeloma

Diagnosis ultiple myeloma dapat ditegakkan dengan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang sebagai berikut:

  • Tes darah. Hasil dari tes darah mungkin akan menunjukkan adanya protein M yang diproduksi oleh sel myeloma. Protein tidak normal lainnya yang bisa dilihat adalah beta-2-microglobulin.
  • Tes urin. Bisa ditemukan M protein sebagai penanda multiple myeloma.
  • Pemeriksaan sumsum tulang belakang dengan metode aspirasi sumsum tulang belakang atau biopsi.
  • Pemeriksaan X-ray, MRI, CT scan, atau positron emission tomograpy (PET).

Pengobatan multiple myeloma

Pengobatan multiple myeloma antara lain:

  • Terapi yang difokuskan untuk abnormalitas tertentu pada sel kanker. Contohnya antara lain bortezomib, carfilzomib, dan ixazomib.
  • Terapi biologis yang meningkatkan imunitas untuk melawan sel kanker seperti thalidomide, lenalidomide, dan pomalidomide.
  • Kemoterapi untuk membunuh sel kanker yang tumbuh dengan cepat.
  • Kortikosteroid untuk meregulasi sistem imun dan mengontrol peradangan tubuh.
  • Transplantasi sumsum tulang belakang.
  • Terapi radiasi untuk membunuh sel myeloma dan menghentikan pertumbuhannya.

Terdapat beberapa komplikasi dari pengobatan multiple myeloma, sebagaimana ditemukan pada pemberian terapi pada pasien dengan kanker. Beberapa contohnya antara lain:

  • Anemia.
  • Nyeri tulang.
  • Berkurangnya massa tulang.
  • Komplikasi ginjal apabila Anda sudah pernah mengalami kerusakan sebelumnya.
  • Infeksi. Disarankan untuk melakukan imunisasi terhadap pasien tertentu untuk mencegah beberapa penyakit.

Pencegahan multiple myeloma

Sampai saat ini, belum diketahui penyebab pasti terjadinya multiple myeloma. Namun, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit ini. Ada faktor risiko bisa dihindari, namun, ada juga yang tidak. Berikut beberapa faktor risiko dari multiple myeloma:

  • Usia yang makin bertambah, biasanya dideteksi di orangtua di pertengahan 60 tahun.
  • Orang Afrika-Amerika.
  • Riwayat keluarga dengan multiple myeloma.
  • RIwayat terjadinya monoclonal gammopathy of underermined significance (MGUS) ataupun solitary plasmacytome.
  • Kelebihan berat badan (overweight) atau obesitas.


Jika Anda mengalami gejala multiple myeloma, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter LinkSehat di sini.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)
Author Tim LinkSehat Tim LinkSehat
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Penyakit Autoimun

Gangguan autoimun bisa terjadi pada bagian tubuh mana saja, termasuk saluran pencernaan, otak, Baca Selengkapnya...

Transplantasi Sumsum Tulang

Transplantasi sumsum tulang dilakukan untuk mengganti sumsum tulang yang sudah rusak dengan sumsum Baca Selengkapnya...

Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis adalah gangguan saraf pada otak, mata, dan sumsum tulang belakang. Adanya Baca Selengkapnya...