Penyakit A-Z

Sindrom Metabolik

Sindrom Metabolik

Sindrom metabolikadalah kumpulan kondisi atau gejala yang terjadi bersamaan dan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantungstroke, dan diabetes tipe II.

Kondisi tersebut antara lain: tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, lemak tubuh yang berlebihan pada pinggang, dan kadar kolesterol atau trigliserida yang abnormal.

Hanya memiliki satu kondisi tersebut tidak berarti Anda menderita sindrom metabolik. Namun, jika salah satu kondisi ini ada, risiko Anda untuk terkena penyakit yang lebih serius bertambah besar.

Kabar baiknya adalah sindrom metabolik dapat dikontrol.

Gejala atau tanda sindrom metabolik

Sebagian besar orang dengan sindrom metabolik tidak memiliki tanda atau gejala. Namun tanda yang mungkin paling terlihat adalah lingkar pinggang yang besar.

Jika kadar gula darah tinggi, gejala diabetes juga dapat muncul, yaitu mudah merasa lapar, mudah merasa haus, dan frekuensi buang air kecil yang meningkat. Keluhan pandangan kabur atau lemah badan mungkin juga ditemukan.

Dokter spesialis untuk sindrom metabolik

Jika memiliki gejala dan tanda sindrom metabolik, dokter spesialis yang dapat menangani Anda adalahdokter spesialis penyakit dalam.

Namun pada kasus yang sulit, dokter penyakit dalam dapat merujuk kepada dokter subspesialis endokrin untuk penanganan lebih lanjut. Selain itu, dokter ahli gizi juga dibutuhkan untuk membantu Anda menentukan asupan makanan yang tepat pada penderita sindrom metabolik.

Untuk buat janji bertemu atau konsultasi dokter online (Telekonsultasi), di dalam atau luar negeri, gunakan aplikasi LinkSehat. Download sekarang.

Kapan harus konsultasi ke dokter?

Jika Anda menemukan orang dengan gejala sindrom metabolik segera berkonsultasilah dengan dokter yang berpengalaman untuk mendapatkan penanganan yang efektif.

Biaya berobat sindrom metabolik

Besaran biaya pengobatan sindrom metabolik tergantung pada kondisi pasien, jenis tindakan medis yang dilakukan serta pilihan rumah sakit yang dapat dituju. Untuk perkiraan biaya pengobatan sindrom metabolik di dalam atau luar negeri, gunakan aplikasi LinkSehat. Download sekarang.

Penyebab sindrom metabolik

Penyebab sindrom metabolik tidak diketahui dengan pasti. Sindrom metabolik dapat terjadi karena adanya kumpulan beberapa faktor risiko, antara lain:

  • Usia. Semakin bertambahnya usia, risiko mengalami sindrom metabolik akan semakin besar.
  • Obesitas. Penumpukan lemak pada bagian perut khususnya dapat meningkatkan risiko terkena sindrom metabolik.
  • Diabetes. Bila sudah memiliki diabetes, risiko mengalami komplikasi dari penyakit yang disebabkan oleh sindrom metabolik menjadi lebih besar.
  • Penyakit lain, seperti penyakit liver, masalah infertilitas karena hormon dan gangguan tidur dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik juga.

Diagnosis sindrom metabolik

Untuk mendiagnosis kondisi sindrom metabolik, biasanya dokter akan melakukan wawancara mengenai keluhan dan riwayat kesehatan yang Anda miliki.

Setelah itu, pemeriksaan fisik akan dilakukan secara menyeluruh untuk melihat apakah terdapat penyakit lain yang sudah terjadi. Bila dibutuhkan, pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah rutin akan disarankan oleh dokter Anda.

MenurutAmerican Heart Association (AHA) danNational Heart, Lung, and Blood Institute, seseorang harus memiliki minimal tiga dari lima faktor di bawah ini untuk didiagnosa mengalami sindrom metabolik :

  • Ukuran pinggang yang besar

    • Laki-laki: di atas 40inches (102 cm) atau lebih.

    • Wanita : 35inches (89 cm) atau lebih.

  • Kadar trigliserida yang tinggi

    • Mencapai 150 mg/dL atau lebih tinggi.

  • Kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah

    • Laki-laki : kurang dari 40 mg/dL.

    • Wanita : kurang dari 50 mg/dL.

  • Tekanan darah tinggi

    • Tekanan darah di atas 130/85 mmHg atau lebih.

  • Kadar gula darah puasa yang tinggi

    • Kadarnya mencapai 100 mg/dL atau lebih.

Cara mengobati sindrom metabolik

Pengobatan sindrom metabolik bertujuan untuk mengatasi setiap kondisi yang ada. Pengobatan yang terbaik adalah dengan mengubah gaya hidup menjadi gaya hidup sehat dan periksakan diri secara rutin dengan dokter Anda.

  • Olahraga. Cara ini merupakan cara yang paling mudah untuk menurunkan berat badan. Namun bila setelah berolahraga tetap tidak terjadi penurunan berat badan, olahraga sebaiknya tetap dilakukan karena dapat membantu menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol jahat (LDL) dalam darah, meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) , dan memperbaiki resistensi insulin. Olahraga yang dipilih harus dimulai dari yang paling ringan seperti berjalan. Setelah terbiasa, aktivitas fisik harus mulai ditingkatkan. Jika olahraga dimulai dari yang berat dahulu, Anda akan cenderung untuk menyerah. Temukan olahraga yang sesuai dengan kemampuan dan Anda sukai.
  • Konsumsi makanan yang sehat karena dapat memperbaiki kadar kolesterol dalam darah, resistensi insulin, dan tekanan darah. Berkonsultasilah dengan dokter spesialis gizi untuk menentukan makanan yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda. Makanan untuk menurunkan risiko penyakit jantung adalah makanan yang rendah lemak jenuh dan rendah garam. Sebaiknya konsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, dan gandum diperbanyak agar dapat menjaga gizi tubuh tetap seimbang.
  • Turunkan berat badan. Hal ini harus dilakukan pada orang yang mengalami kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas. Dengan menurunkan 7% hingga 10% berat badan Anda, maka resistensi insulin dan tekanan darah dapat menurun. Selain itu, penting untuk mempertahankan berat badan ideal. Bila dari mengontrol makanan berat badan Anda tidak dapat turun, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter gizi Anda untuk pilihan cara lain dalam menurunkan berat badan.
  • Berhenti merokok. Merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah,
  • Mengurangi stres. Lakukan kegiatan yang membuat tubuh sehat dan juga pikiran tenang. Kegiatan seperti yoga, meditasi, dan program lain dalam membantu Anda mengelola stres, serta meningkatkan kesehatan fisik dan mental.
  • Berkonsultasi dengan dokter. Jika dengan perubahan gaya hidup sehat dirasakan masih tidak efektif untuk mengurangi risiko, maka berkonsultasilah dengan dokter Anda. Beberapa obat-obatan, seperti obat penurun tekanan darah tinggi, penurun kadar kolesterol, serta obat penurun kadar gula darah mungkin akan diberikan untuk membantu menurunkan risiko terjadinya sindrom metabolik.

Perlu diperhatikan bahwa setiap obat-obatan memiliki efek samping. Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsinya.

Berapa lama waktu untuk sembuh dari sindrom metabolik?

Waktu yang dibutuhkan untuk dapat mengontrol sindrom metabolik sangat bergantung kepada tingkat keparahan dan kondisi masing-masing individu. Semakin buruk kondisi kesehatan, maka waktu yang dibutuhkan untuk dapat mengontrol sindrom metabolik juga semakin lama.

Bisakah sindrom metabolik disembuhkan?

Sindrom metabolik dapat dikontrol dengan gaya hidup sehat dan disiplin dalam menjalaninya.


Cara mencegah sindrom metabolik

Sindrom metabolik dapat dicegah dengan komitmen seumur hidup untuk memiliki gaya hidup yang sehat, yaitu:

  • Tidak merokok.
  • Membatasi asupan garam.
  • Membatasi asupan lemak jenuh.
  • Mempertahan berat badan ideal berdasarkan indeks massa tubuh.
  • Berolahraga rutin setiap hari, sekurang-kurangnya 30 menit setiap hari.
  • Banyak mengonsumsi sayuran, buah-buahan, protein nabati, dan gandum.

Cara merawat pasien sindrom metabolik di rumah

Hidup dengan seseorang yang mengalami sindrom metabolik memiliki tantangan tersendiri. Kunci keberhasilan dari pengobatan sindrom metabolik adalah komitmen seumur hidup untuk menjalani gaya hidup yang sehat.

Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan fisik maupun mental dari orang terdekat atau keluarga, seperti bersama-sama berkomitmen untuk tidak mengonsumsi makanan cepat saji (junk food) atau mengubah kebiasaan makan di luar rumah menjadi makan masakan rumah yang lebih sehat, atau berkomitmen untuk berolahraga bersama setiap hari dan saling mengingatkan. Dengan begini, perubahan gaya hidup dapat dirasakan lebih ringan karena dilakukan bersama-sama.

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.
Author dr. Nathania Tjuwatja dr. Nathania Tjuwatja
Reviewed by Tim LinkSehat Tim LinkSehat

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Diabetes Tipe 2

Gejala diabetes tipe 2 muncul perlahan (bersifat kronis) sehingga jarang disadari keberadaannya.

Kolesterol Tinggi

Jika kadarnya berlebih, kolesterol dapat menyebabkan gangguan kesehatan hingga komplikasi serius.

Penyakit Jantung

Setiap orang berisiko mengalami penyakit jantung, terutama bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga Baca Selengkapnya...

Obesitas

Obesitas meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung, diabetes, tekanan darah, dan kanker Baca Selengkapnya...

Navigation Pengertian Gejala Penyebab Diagnosis Pengobatan Pencegahan