Penyebab Flek dan Perdarahan saat Hamil

Rabu, 13 Januari 2021

Penyebab Flek dan Perdarahan saat Hamil

Perdarahan vagina selama kehamilan bisa mengkhawatirkan. Namun, perdarahan tidak selalu mengindikasikan adanya masalah. Pendarahan pada trimester pertama, yakmi minggu pertama hingga minggu ke-12 kehamilan, dapat terjadi dan kebanyakan wanita yang mengalami perdarahan selama kehamilan sampai melahirkan bayi yang sehat.

Meskipun begitu, penting untuk menangani perdarahan vagina selama kehamilan dengan serius. Terkadang perdarahan selama kehamilan merupakan tanda awal keguguran atau kondisi yang membutuhkan perawatan segera.

Dengan memahami penyebab perdarahan vagina selama kehamilan, Anda jadi tahu apa yang harus dilakukan dan kapan harus menghubungi dokter Anda.

Apakah Perdarahan Menandakan Kelahiran Prematur?

Perdarahan pada trimester pertama dialami sekitar 15% hingga 25% wanita hamil. Perdarahan atau flek ringan dapat terjadi 1 sampai 2 minggu setelah pembuahan, yakni ketika sel telur yang dibuahi tertanam di dalam lapisan rahim.

Serviks mungkin lebih mudah berdarah selama kehamilan, karena ada banyak pembuluh darah yang berkembang di area tersebut. Tidak jarang terjadi perdarahan atau keluar flek ringan setelah melakukan hubungan seksual, setelahPap Smear, atau pemeriksaan panggul.

Ada banyak faktor yang menyebabkan perdarahan vagina selama kehamilan. Beberapa penyebab serius, sedangkan yang lainnya tidak.

Perdarahan bisa terjadi pada awal atau akhir kehamilan. Dalam banyak kasus, perdarahan di awal kehamilan tidak menandakan adanya masalah besar. Sedangkan perdarahan di kemudian hari pada masa kehamilan bisa mengindikasikan adanya masalah serius. Demi meminimalisir risiko lebih seriu, segera hubungi dokter spesialis kebidanan dan kandungandi sini jika Anda mengalami perdarahan selama kehamilan.

Apakah Perdarahan Menandakan Kelahiran Prematur?

Di akhir kehamilan, perdarahan vagina bisa menjadi tanda persalinan. Jika persalinan dimulai sebelum memasuki minggu ke-37 kehamilan, itu disebut kelahiran prematur. Tanda kelahiran prematur lainnya yaitu:

  • Sakit di punggung bawah yang konstan.
  • Kram perut ringan dengan atau tanpa diare.
  • Tekanan di panggul atau perut bagian bawah.
  • Ketuban pecah, berupa semburan atau tetesan cairan.
  • Peningkatan jumlah keputihan. Keputihan menjadi berair seperti lendir atau berdarah.
  • Kontraksi teratur atau sering dengan pengencangan rahim yang biasanya tanpa rasa sakit. Kontraksi terjadi empat kali setiap 20 menit atau delapan kali satu jam selama lebih dari 1 jam.

Persalinan prematur ditangani berdasarkan kondisi kesehatan Anda dan janin Anda. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menganjurkan obat-obatan. Jika persalinan masih terlalu lama untuk dihentikan atau ada alasan mengapa bayi harus lahir lebih awal, mungkin bayi harus segera dilahirkan.

Penyebab Perdarahan saat Hamil

Perdarahan vagina selama kehamilan bisa disebabkan banyak faktor. Beberapa disebabkan oleh kondisi serius dan banyak juga yang tidak. Berikut ini beberapa penyebab perdarahan saat hamil yang dikelompokkan berdasarkan usia kehamilan:


Trimester Pertama Kehamilan

Kemungkinan penyebab perdarahan vagina pada trimester pertama kehamilan meliputi:

  • Kehamilan ektopik, yaitu kondisi ketika sel telur yang telah dibuahi tertanam dan tumbuh di luar rahim, misalnya di tuba falopi.
  • Pendarahan saat implantasi, terjadi sekitar 10 hingga 14 hari setelah pembuahan ketika sel telur yang telah dibuahi ditanamkan di lapisan rahim.
  • Keguguran, yaitu hilangnya kehamilan secara spontan sebelum masuk minggu ke-20 kehamilan.Perdarahan di trimester pertama tidak selalu menandakan Anda mengalami keguguran. Jika detak jantung terlihat pada USG, lebih dari 90% wanita yang mengalami perdarahan vagina pada trimester pertama tidak akan mengalami keguguran.
  • Kehamilan mola, yaitu kejadian langka di mana sel telur yang telah dibuahi berkembang dan membentuk jaringan abnormal, bukan bayi. Gejala lain dari kehamilan mola yang perlu Anda waspadai adalah mual dan muntah yang parah, serta rahim yang membesar dengan cepat.
  • Masalah pada serviks, seperti infeksi serviks, radang serviks, atau pertumbuhan pada serviks.


Trimester Kedua dan Ketiga Kehamilan

Kondisi yang mungkin menyebabkan perdarahan vagina selama trimester kedua atau ketiga kehamilan meliputi:

  • Serviks yang tidak kompeten, sehingga terjadi pembukaan serviks prematur yang berisiko menyebabkan kelahiran prematur.
  • Keguguran sebelum minggu ke-20 kehamilan atauintrauterine fetal death (IUFD) atau bayi mati dalam kandungan.
  • Abruptio plasenta atau solusio plasenta, yakni kondisi ketika plasenta yang mengantarkan nutrisi dan oksigen kepada bayi terpisah dari dinding rahim.
  • Plasenta previa, yakni kondisi ketika plasenta menutupi serviks, sehingga mengakibatkan perdarahan hebat selama kehamilan.
  • Kelahiran prematur, dapat menyebabkan perdarahan ringan, terutama jika disertai kontraksi, sakit punggung yang tumpul, atau tekanan di panggul.
  • Masalah pada serviks, seperti infeksi serviks, radang serviks, atau pertumbuhan pada serviks.
  • Robekan rahim, yaitu kejadian langka yang berisiko mengancam nyawa di mana rahim robek di sepanjang garis bekas luka dari operasi caesar sebelumnya.

Perdarahan ringan sering kali bercampur dengan lendir. Jika terjadi menjelang akhir kehamilan, ini bisa menjadi tanda bahwa persalinan akan dimulai. Muncul keputihan berwarna merah muda atau mengandung darah.

Penting untuk melaporkan kepada dokter atau bidan jika Anda mengalami perdarahan vagina selama kehamilan. Beri tahu seberapa banyak darah yang keluar dari vagina, bagaimana bentuknya, dan apakah itu termasuk gumpalan atau jaringan.


Trimester Pertama Kehamilan

Pemeriksaan selama trimester pertama, yakni minggu pertama sampai minggu ke-12 kehamilan:

  • Beritahukan kepada penyedia layanan kesehatan Anda pada kunjungan pranatal berikutnya jika keluar flek atau perdarahan vagina ringan yang hilang dalam satu hari.
  • Hubungi penyedia layanan kesehatan dalam waktu 24 jam jika Anda mengalami perdarahan vagina yang berlangsung lebih dari satu hari.
  • Segera hubungi penyedia layanan kesehatan jika Anda mengalami perdarahan vagina sedang hingga berat, mengeluarkan jaringan dari vagina, atau mengalami perdarahan vagina dalam jumlah berapa pun yang disertai dengan sakit perut, kram, demam, atau menggigil.
  • Beri tahu penyedia layanan kesehatan jika golongan darah Anda Rh negatif dan Anda mengalami pendarahan, karena mungkin memerlukan obat untuk mencegah tubuh Anda membuat antibodi yang mungkin berbahaya bagi kehamilan Anda di masa depan.


Trimester Kedua Kehamilan

Pemeriksaan selama trimester kedua, yakni minggu ke-13 hingga minggu ke-24 kehamilan:

  • Hubungi penyedia layanan kesehatan di hari yang sama saat Anda mengalami perdarahan vagina ringan yang hilang dalam beberapa jam.
  • Segera hubungi penyedia layanan kesehatan jika Anda mengalami perdarahan vagina yang berlangsung lebih dari beberapa jam atau disertai dengan sakit perut, kram, demam, menggigil, atau kontraksi.


Trimester Ketiga Kehamilan

Pemeriksaan selama trimester ketiga, yakni minggu ke-25 hingga minggu ke-40 kehamilan :

Pemeriksaan selama trimester ketiga, yakni minggu ke-25 hingga minggu ke-40 kehamilan. Segera hubungi penyedia layanan kesehatan Anda apabila Anda mengalami perdarahan vagina atau yang disertai dengan sakit perut.

Pada minggu-minggu terakhir kehamilan, munculnya keputihan yang berwarna merah muda atau mengandung darah mungkin merupakan tanda persalinan yang akan datang.

Hubungi penyedia layanan kesehatan dan konfirmasikan bahwa apa yang Anda alami memang mengeluarkan darah bercampur lendir. Pada kondisi tertentu, itu mungkin merupakan tanda komplikasi kehamilan. Anda bisa menghubungi bidan atau dokter spesialis kebidanan dan kandungan melalui aplikasi LinkSehat. Download sekarang.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)
Author Tim LinkSehat Tim LinkSehat
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Kehamilan Ektopik

Jika tidak segera ditangani, kehamilan ektopik dapat membahayakan ibu dan janin dalam kandungan.

Penyebab dan Risiko Kehamilan Lebih Dari 42 Minggu

Kehamilan yang berlangsung lebih dari 42 minggu disebut kehamilan postterm.

Tes Darah atau Tes Urine Kehamilan, Lebih Akurat Mana?

Sebelum memulai tes, Anda harus tahu bagaimana cara menggunakan alat tes kehamilan dan cara memahami Baca Selengkapnya...