10 Bahaya Begadang Bagi Kesehatan

Selasa, 12 Januari 2021

10 Bahaya Begadang Bagi Kesehatan

Kesehatan fisik dan mental bisa dipengaruhi oleh jam tidur. Begadang memang berdampak buruk bagi kesehatan, tapi ada kalanya Anda perlu begadang semalaman untuk mengerjakan pekerjaan, belajar, atau sekadar menonton serial televisi favorit.

Begadang dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh yang dapat memengaruhi fungsi mental dan tingkat energi Anda di keesokan harinya. Terlalu sering begadang bisa menyebabkan masalah tidur dan berdampak jangka panjang bagi kesehatan.

Bahaya Begadang Bagi Kesehatan

Orang dewasa biasanya membutuhkan sekitar 7 sampai 8 jam tidur sehari. Jam tidur yang tidak terpenuhi dapat berdampak signifikan pada fungsi seseorang di keesokan harinya. Kurang tidur kronis dapat memiliki efek kesehatan jangka panjang yang serius.

Ketika Anda memang perlu begadang, sebaiknya rencanakan 1 atau 2 hari untuk memulihkannya. Jika memungkinkan, pekerja malam harus mencoba membatasi perubahanshiftagar jam tubuh dapat menyesuaikan dengan pola tidur yang baru.

Anda juga harus menghindari mengemudi atau mengoperasikan mesin lain di keesokan harinya, karena Anda mungkin kelelahan. Kelelahan juga dapat mengganggu penilaian, ingatan, dan fungsi mental.

Efek Jangka Panjang dari Begadang

Sering begadang dapat mendatangkan berbagai macam penyakit. Ini merupakan efek jangka panjang bagi kesehatan Anda yang bisa sangat buruk. Kurang tidur berkaitan erat dengan hipertensi, serangan jantung, stroke, obesitas, depresi, dan sebagainya. Berikut risiko penyakit akibat sering begadang:

1. Hipertensi

Tidur kurang dari 5 hingga 6 jam per malam dikaitkan dengan peningkatan hipertensi. Tidur membantu tubuh Anda mengatur hormon yang menyebabkan stres, sehingga kurang istirahat dapat memperkuat efek stres pada tubuh. Kurang tidur dalam jangka panjang berisiko meningkatkan tekanan darah (hipertensi), meningkatkan detak jantung, dan peradangan.

2. Serangan Jantung dan Stroke

Kekurangan tidur dapat menyebabkan banyak masalah kardiovaskular yang fatal, sepertiserangan jantung danstroke. Hal ini disebabkan karena kurang tidur dapat mengganggu bagian otak yang mengontrol sistem peredaran darah atau berpotensi menyebabkan peradangan yang memicu penggumpalan darah.

3. Penambahan Berat Badan dan Obesitas

Efek jangka panjang dari begadang termasuk penambahan berat badan yang cepat. Kurang tidur terkait dengan jumlah kortisol yang lebih tinggi yang memicu kecemasan, stres, dan frustasi. Akibatnya, Anda menjadi lebih sering makan dan dapat menimbulkan kebiasaan makan yang buruk.

Ada pun hormon ghrelin yang diproduksi di perut dan dikaitkan dengan efek jangka panjang dari begadang. Kelebihan ghrelin bisa membuat orang merasa lebih lapar.

Seiring waktu, kurang tidur akan berdampak negatif pada metabolisme tubuh dan kebiasaan makan. Kelelahan sering kali menyebabkan keinginan makan yang tidak sehat dan terlalu memanjakan diri, disertai dengan penurunan stamina dan aktivitas fisik. Penurunan intensitas olahraga yang bersamaan dengan peningkatan jumlah porsi makanan akan berdampak pada kenaikan berat badan hingga obesitas.

4. Diabetes

Tidur malam sebanyak 5 jam saja masih belum cukup. Kurang tidur dapat mengganggu tubuh untuk memproses glukosa yang digunakan sel sebagai bahan bakar dan jumlah insulin yang diproduksi tubuh. Inilah mengapa kurang tidur dianggap sebagai salah satu faktor risiko yang signifikan dalam memicu perkembangan diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 2 adalah kondisi kronis yang memengaruhi cara tubuh memetabolisme gula (glukosa), yakni sumber bahan bakar penting bagi tubuh Anda. Dengan diabetes tipe 2, tubuh Anda kebal terhadap efek insulin atau tidak menghasilkan cukup insulin untuk mempertahankan kadar glukosa normal.

5. Depresi dan Kecemasan

Kebanyakan orang lebih emosional saat tidak tidur dengan nyenyak, tetapi kurang tidur dalam jangka panjang dikaitkan dengan depresi dan hilangnya motivasi.

Penderita depresi seringkali memiliki jadwal tidur yang tidak teratur. Siklus tidur dan pengaturan suasana hati keduanya diatur oleh hormon melatonin. Namun, kadar melatonin yang lebih rendah sering ditemukan pada orang yang menderita depresi dan insomnia. Kecemasan dan serangan panik juga bisa menjadi reaksi umum saat seseorang kekurangan tidur dalam waktu lama.

6. Kerusakan Fungsi Otak

Ketika otak tidak cukup beristirahat dalam jangka waktu yang lebih lama, kemampuan mental dapat menurun secara drastis. Begadang dapat berpengaruh pada kemampuan berkonsentrasi, keterampilan memecahkan masalah, kemampuan mengatur emosi, dan membuat keputusan.

Orang yang kurang tidur juga memiliki masalah dengan keseimbangan, refleks, dan keterampilan motorik, akibatnya mereka cenderung melukai diri sendiri. Kantuk merupakan faktor utama terjadinya kecelakaan mobil.

7. Ingatan Menurun

Banyak ilmuwan percaya bahwa tidur sangat penting untuk memberi waktu istirahat pada otak dan memasukkan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Itulah mengapa jam tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga kualitas memori Anda.

8. Defisiensi Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan tubuh bekerja paling baik saat Anda cukup tidur. Kurang tidur dalam waktu lama menyebabkan reaksi yang mirip dengan stres tingkat tinggi yang dapat menurunkan respons antibodi dan membuat tubuh lebih rentan terkena virus, bahkan flu biasa.

9. Masalah Kesuburan

Gangguan tidur tidak hanya dapat menurunkan libido, tetapi juga dapat berdampak buruk bagi kesuburan dan kehamilan. Bagian otak yang mengontrol ritme sirkadian juga mengatur pelepasan hormon reproduksi. Tidur kurang dari 7 jam secara teratur dapat menurunkan kadar testosteron dan hormon yang memicu ovulasi, sehingga sulit mencapai pembuahan.

10. Gangguan Psikiatri

Bahaya begadang yang ekstrim dan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan gangguan kejiwaan. Beberapa orang yang kurang tidur dalam waktu lama mengalami gejala termasuk disorientasi, paranoid, dan halusinasi. Jenis gejala ini terkadang dapat disalahartikan atau dikaitkan dengan skizofrenia.

Skizofernia adalah gangguan jiwa yang serius, di mana penderitanya menafsirkan realitas secara tidak normal. Skizofrenia dapat menyebabkan beberapa kombinasi halusinasi, delusi, dan pemikiran serta perilaku yang sangat tidak teratur. Hal ini dapat mengganggu fungsi sehari-hari.

Tips Pemulihan

Anda harus istirahat secepat mungkin setelah begadang semalaman untuk mengganti jam tidur yang hilang di keesokan harinya dengan tidur siang dan tidur lebih awal dari biasanya.

Bagi Anda yang memulai pekerjaan di malam hari atau kerja shift perlu menyesuaikan diri dengan pola tidur dan bangun yang baru. Memasang tirai gelap dan menutup mata dengan penutup mata dapat membantu seseorang untuk tidur lebih nyenyak di siang hari.

Saat Anda merasa lelah, hindari minum kopi dan teh. Menurut sebuah penelitian, meminum secangkir kopi hitam di tengah malam akan menaikkan tekanan darah selama 12 jam. Kebiasaan jangka panjang minum kopi pada tengah malam akan meningkatkan risiko serangan jantung.

Jika Anda merasa lelah dan mengantuk saat bekerja di malam hari, coba berdiri sebentar dan lakukan senam daripada minum kopi atau teh. Setelah itu, lakukan aktivitasoutdoor, seperti bermain bulu tangkis, mendaki bukit, dan jalan-jalan untuk membantu Anda melepas penat setelah semalaman bekerja.

Itulah bahaya begadang dan tips pemulihannya. Jika Anda memiliki gangguan tidur, hubungi dokter umum atau spesialis saraf melalui aplikasi LinkSehat. Dokter akan membantu menemukan metode pengobatan yang tepat atau merujuk Anda ke dokter spesialis. Download sekarang.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)
Author Tim LinkSehat Tim LinkSehat
Reviewed by dr. Edwin Jonathan dr. Edwin Jonathan

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

7 Cara Mudah Hidup Sehat

Anjuran hidup sehat dikenal dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang dicanangkan oleh Baca Selengkapnya...

Insomnia

Insomnia bisa di alami dalam jangka waktu pendek (akut), atau bisa juga dalam jangka waktu panjang Baca Selengkapnya...